Daerah  

“Safari Ramadan Wak Toha Menggema di Plakat Tinggi, Bantuan Mengalir untuk Warga”

Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet, S.H., berbuka puasa bersama masyarakat Kecamatan Plakat Tinggi dalam Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al-Huda, Desa Air Putih Ulu, sekaligus menyalurkan berbagai bantuan sosial dan pembangunan bagi warga.

Aspirasimediarakyat.com — Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di Kecamatan Plakat Tinggi menjadi momentum sosial yang memadukan nilai ibadah, solidaritas, serta tanggung jawab pemerintahan terhadap kesejahteraan masyarakat, ketika Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet, S.H., hadir langsung di tengah warga, berbuka puasa bersama sekaligus menyalurkan berbagai bantuan sosial dan pembangunan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu di desa-desa yang masih membutuhkan dukungan pembangunan.

Suasana kebersamaan terasa hangat ketika masyarakat Kecamatan Plakat Tinggi berkumpul di Masjid Al-Huda, Desa Air Putih Ulu (C1), pada Jumat (13/03/2026), dalam rangka kegiatan Safari Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH yang akrab disapa Wak Toha tampak hadir mengenakan peci hitam, baju putih, celana hitam, serta balutan sal di bahu. Penampilannya yang sederhana memperlihatkan upaya untuk membaur langsung dengan masyarakat dalam suasana yang sarat nuansa religius dan kebersamaan.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Dalam kesempatan yang sama, Wak Toha menyalurkan berbagai bantuan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Bupati Musi Banyuasin, H.M. Toha Tohet, S.H., menyerahkan secara simbolis insentif bagi ustadz dan ustadzah sebesar Rp300.000 yang bersumber dari ADD dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al-Huda, Desa Air Putih Ulu, Kecamatan Plakat Tinggi, sebagai bentuk dukungan Pemkab Muba terhadap para tokoh agama yang berperan membina kehidupan spiritual masyarakat.

Bantuan yang diberikan antara lain pembangunan rumah layak huni bagi warga Desa Cinta Karya, bantuan lima unit jamban sehat dengan nilai total sekitar Rp35 juta, serta sejumlah bantuan sosial lainnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Helmy Yahya dan Willie Salim: Polemik Rendang 200 Kg di Palembang yang Menggegerkan Publik

Baca Juga :  "Askolani: HUT Ke-80 Sumsel Momentum Banyuasin Perkuat Sinergi Pembangunan Bersama Daerah"

Baca Juga :  "Bupati Muba Serukan Belanja di Pasar Tradisional, Ekonomi Rakyat Harus Diperkuat"

Selain itu, turut disalurkan sepuluh paket sembako untuk kaum dhuafa yang berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Ketahanan Pangan juga memberikan seratus paket beras berukuran lima kilogram.

Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin turut memberikan sepuluh paket sembako tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencakup berbagai bentuk dukungan sosial.

Perhatian pemerintah daerah juga diberikan kepada para tokoh agama yang selama ini menjadi penggerak kehidupan spiritual masyarakat. Bantuan diserahkan kepada imam masjid, marbot, serta para ustadz dan ustadzah yang aktif membina kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Toha menyampaikan bahwa Safari Ramadan memiliki makna penting sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana serta semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Wak Toha di hadapan masyarakat yang hadir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Plakat Tinggi yang menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.

Selain sebagai kegiatan keagamaan, Safari Ramadan juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Menurut Wak Toha, berbagai masukan dari masyarakat menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah agar program yang dirancang dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Di tengah realitas pembangunan daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial, kegiatan semacam ini memperlihatkan bahwa ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tetap menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan.”

Program bantuan sosial, pembangunan fasilitas dasar, serta dukungan terhadap kehidupan keagamaan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Baca Juga :  “Luka di Balik Permintaan Maaf Kapolda Jambi: Ketika Kebebasan Pers Masih Dihadang di Gerbang Demokrasi”

Baca Juga :  "Alex Noerdin Wafat, Prestasi dan Proses Hukum Tinggalkan Jejak"

Baca Juga :  Pangdam II/Sriwijaya dan KASAD Tinjau Lahan Ketahanan Pangan di OKU Timur

Ketidakpedulian terhadap kebutuhan dasar rakyat adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat pembangunan yang seharusnya berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan tidak boleh berhenti sebagai slogan politik atau seremoni tahunan yang megah, sementara sebagian masyarakat masih bergulat dengan persoalan dasar seperti sanitasi, perumahan, dan akses bantuan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Toha juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah agar Kabupaten Musi Banyuasin dapat berkembang lebih maju dan memiliki daya saing dengan daerah lain di Indonesia.

Ia turut mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.

Safari Ramadan yang berlangsung di Plakat Tinggi bukan sekadar agenda rutin pemerintah daerah, melainkan juga ruang pertemuan antara nilai spiritual, kebijakan publik, serta harapan masyarakat terhadap hadirnya pemerintahan yang peka terhadap kebutuhan rakyat, sehingga setiap langkah pembangunan tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari seberapa jauh kebijakan mampu menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *