Daerah  

“BPKP Evaluasi APBD 2026, Pemkab Muba Perkuat Perencanaan Lima Sektor Strategis”

Pemkab Musi Banyuasin mengikuti Entry Meeting evaluasi perencanaan dan penganggaran BPKP Sumsel. Pengawasan difokuskan pada lima sektor prioritas pembangunan yakni pendidikan, kemiskinan, kesehatan, stunting, dan ketahanan pangan guna meningkatkan kualitas APBD agar lebih efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Aspirasimediarakyat.com — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengikuti Entry Meeting evaluasi perencanaan dan penganggaran yang digelar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas tata kelola pembangunan daerah tahun 2026, sebuah proses pengawasan strategis yang tidak sekadar memeriksa dokumen anggaran, tetapi juga menguji sejauh mana kebijakan fiskal daerah benar-benar disusun secara rasional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik melalui sektor-sektor prioritas pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Kegiatan entry meeting tersebut dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh seluruh pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Selatan, termasuk Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang mengikuti kegiatan dari Ruang Rapat Randik Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin pada Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Alva Elan, S.ST., MPSDA., hadir mewakili Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H. Ia didampingi sejumlah pejabat perangkat daerah, antara lain Kepala Dinas Perikanan Muba Sunaryo, S.STP., M.M., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Muba Deny, S.H., M.Si., Sekretaris BPKAD Muba Zukashmir, S.STP., M.Ec.Dev., serta sejumlah pejabat teknis dari organisasi perangkat daerah terkait.

Entry meeting tersebut merupakan bagian dari agenda evaluasi perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sejak tahun 2020.

Kepala BPKP Perwakilan Sumatera Selatan Supriyadi dalam sambutannya menjelaskan bahwa evaluasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyusunan perencanaan pembangunan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Operasi Pengamanan BBM Ilegal di Pemulutan oleh Tim Gabungan Polda Sumsel Gagal

Baca Juga :  "Mahasiswa Kepung Kodim Semarang, Kritik Kebijakan hingga Desak Reformasi Militer Nasional"

Baca Juga :  “Dr. Dadang Apriyanto Dorong Penguatan SDM lewat ‘Palembang Cerdas’”

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan secara rutin setiap tahun tersebut juga berfungsi sebagai instrumen pengawasan untuk memastikan bahwa kebijakan fiskal daerah benar-benar dirancang secara efektif dan terarah.

“Setiap tahun kami melakukan evaluasi perencanaan dan penganggaran. Dari hasil evaluasi sebelumnya masih ditemukan beberapa pola permasalahan yang hampir serupa dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Supriyadi.

Ia menekankan bahwa kualitas perencanaan dan penganggaran menjadi faktor kunci dalam memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah, baik anggaran maupun sumber daya manusia, dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, evaluasi tersebut juga berkaitan erat dengan komitmen kepala daerah dalam merealisasikan janji politik kepada masyarakat melalui program pembangunan yang konkret dan tepat sasaran.

“Bagaimana kepala daerah dapat merealisasikan janji politiknya kepada masyarakat dengan dukungan anggaran yang tersedia. Karena itu, perencanaan dan penganggaran harus dirancang secara tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Supriyadi.

Pada tahun 2026, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan memfokuskan evaluasi pada lima sektor prioritas pembangunan yang dianggap memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Kelima sektor tersebut meliputi bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan, kesehatan masyarakat, penanganan stunting, serta penguatan ketahanan pangan.

Menurut Supriyadi, kelima sektor tersebut merupakan fondasi strategis dalam mendorong pembangunan daerah sekaligus mendukung pencapaian visi besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Proses evaluasi perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2026 dengan melibatkan berbagai perangkat daerah serta tim teknis dari pemerintah daerah.

Dalam forum tersebut, Asisten II Setda Musi Banyuasin Alva Elan menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut positif pelaksanaan evaluasi yang dilakukan oleh BPKP Sumatera Selatan.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan evaluasi yang dilaksanakan BPKP. Ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran agar lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran,” ujar Alva Elan.

“Perencanaan pembangunan bukan sekadar lembaran angka dalam dokumen APBD, melainkan kompas kebijakan yang menentukan apakah anggaran publik benar-benar mengalir untuk memperkuat layanan pendidikan, menekan angka kemiskinan, memperbaiki kualitas kesehatan, mengatasi stunting, serta menjaga ketahanan pangan masyarakat; ketika perencanaan dilakukan secara dangkal dan tanpa integritas, maka anggaran daerah berisiko berubah menjadi labirin birokrasi yang berputar di meja administrasi tanpa pernah benar-benar menyentuh kebutuhan riil rakyat di lapangan.”

Baca Juga :  "Musrenbang Sumsel 2026 Menguji Sinkronisasi Kebijakan dan Arah Pembangunan Daerah Nyata"

Baca Juga :  "Toha Tegaskan Disiplin Anggaran, Musrenbang Jadi Ujian Serius Arah Pembangunan Daerah"

Baca Juga :  "Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja, 100 Peserta Ikuti Pelatihan Konstruksi PUPR Kota Palembang"

Anggaran publik tidak boleh berubah menjadi sekadar angka dingin yang berputar di meja birokrasi tanpa manfaat nyata bagi rakyat.

Setiap rupiah yang berasal dari kas negara pada hakikatnya adalah amanah publik yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan berkeadilan.

Alva Elan menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola perencanaan dan penganggaran daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Ia juga berharap evaluasi tersebut memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Upaya memperkuat kualitas perencanaan dan penganggaran daerah melalui proses evaluasi yang transparan menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan pembangunan tidak berhenti pada retorika program, melainkan benar-benar hadir dalam bentuk layanan publik yang lebih baik, pengentasan kemiskinan yang nyata, sistem kesehatan yang kuat, serta jaminan ketahanan pangan yang mampu melindungi masyarakat dari berbagai tekanan ekonomi yang terus berubah.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *