Aspirasimediarakyat.com, Palembang — Peringatan Hari Buruh Internasional di Sumatera Selatan tahun ini tidak hanya diwarnai gelombang suara pekerja yang menuntut keadilan, tetapi juga menghadirkan ruang dialog terbuka antara buruh dan negara, saat Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie, S.E., M.M., bersama jajaran Komisi V dan Forkopimda Sumsel menerima langsung aksi Rembuk Buruh Aliansi Gerakan Pekerja Buruh untuk Keadilan (GEPBUK) Sumsel sebagai bagian dari upaya memperkuat jembatan aspirasi antara pekerja dan pengambil kebijakan.
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie, S.E., M.M., didampingi Ketua dan Anggota Komisi V DPRD Sumsel bersama unsur Forkopimda menerima aksi Rembuk Buruh yang digelar Aliansi Gerakan Pekerja Buruh untuk Keadilan (GEPBUK) Sumsel.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, yang setiap tahun menjadi momentum penting bagi kaum pekerja menyuarakan harapan dan tuntutannya.
Namun berbeda dari stereotip demonstrasi yang identik dengan ketegangan, forum kali ini justru menonjolkan dialog sebagai jalan utama mencari solusi bersama.
Buruh datang membawa aspirasi, sementara negara hadir membuka pintu komunikasi—sebuah simbol bahwa demokrasi yang sehat bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang kesediaan untuk mendengar.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis ketenagakerjaan menjadi sorotan, mulai dari perlindungan hak normatif pekerja hingga penguatan jaminan kesejahteraan buruh di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.


Persoalan upah layak, kepastian kerja, jaminan sosial, serta perlindungan terhadap pekerja rentan tetap menjadi tema yang mengemuka dalam setiap peringatan Hari Buruh.
Hal itu menunjukkan bahwa di balik angka pertumbuhan ekonomi, masih ada suara-suara yang meminta agar pembangunan tidak melupakan mereka yang menjadi mesin penggeraknya.
Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menegaskan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendengar serta mengawal aspirasi masyarakat, termasuk kalangan buruh.
Menurutnya, pekerja bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama yang menentukan daya tahan ekonomi daerah.
Ia menilai ruang rembuk seperti ini penting agar persoalan ketenagakerjaan tidak hanya dibahas di atas meja formal, tetapi benar-benar dipahami dari pengalaman nyata para pekerja di lapangan.
Dialog antara buruh dan pemerintah, kata Andie, harus menjadi budaya demokrasi yang dirawat bersama, bukan hanya hadir saat momentum tahunan.
Komisi V DPRD Sumsel yang membidangi sektor kesejahteraan rakyat juga disebut akan terus mengawal berbagai isu ketenagakerjaan agar kebijakan yang lahir tetap berpihak pada prinsip keadilan sosial.
Kehadiran unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut mempertegas bahwa persoalan buruh bukan isu sektoral semata, melainkan bagian dari agenda besar menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
Bagi kalangan buruh, momentum May Day bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan kerja belum selesai.
Di sisi lain, pemerintah dituntut membuktikan bahwa negara tidak hanya hadir saat menarik pajak dan menetapkan regulasi, tetapi juga saat warga pekerja membutuhkan perlindungan.
Aliansi GEPBUK Sumsel sendiri menegaskan pentingnya menjaga jalur komunikasi yang sehat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah agar konflik industrial dapat diminimalisasi.
Model rembuk seperti ini dinilai lebih produktif karena membuka ruang pemahaman bersama, tanpa mengurangi ketegasan aspirasi yang disampaikan.
Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak membutuhkan hubungan industrial yang sehat agar investasi dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan.
Peringatan Hari Buruh kali ini menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak boleh hanya diukur dari tingginya gedung atau besarnya investasi, tetapi juga dari sejauh mana para pekerja merasa dihargai, dilindungi, dan diberi ruang untuk menyampaikan suaranya—sebab pembangunan yang adil hanya akan lahir jika negara benar-benar mau duduk sejajar dengan rakyat yang bekerja setiap hari menjaga denyut ekonomi tetap hidup.
Editor: Kalturo




















