Aspirasimediarakyat.com, Jakarta — Perubahan komposisi kepemimpinan di tubuh Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dan sejumlah anak usahanya menghadirkan babak baru dalam tata kelola perusahaan pelat merah setelah sejumlah purnawirawan Tentara Nasional Indonesia menempati posisi strategis sebagai direktur utama maupun komisaris, sementara pada saat yang sama laporan kinerja keuangan menunjukkan penurunan laba bersih yang memunculkan ruang diskusi mengenai efektivitas kepemimpinan, strategi bisnis, serta tantangan industri pertambangan nasional.
Perubahan paling menonjol terjadi di MIND ID setelah Rapat Umum Pemegang Saham pada 2025 menunjuk Maroef Sjamsoeddin sebagai Direktur Utama menggantikan Hendi Prio Santoso. Maroef dikenal sebagai purnawirawan TNI Angkatan Udara berpangkat Marsekal Muda yang memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen dan keamanan.
Sebelum memimpin MIND ID, Maroef pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara dan memiliki pengalaman menangani persoalan strategis, termasuk saat terlibat dalam penyelesaian pemogokan di PT Freeport Indonesia pada 2011. Setelah pensiun dari militer, ia kemudian dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia pada 2015.
Fenomena hadirnya purnawirawan TNI di jajaran pimpinan perusahaan negara tidak berhenti di MIND ID. Di PT Aneka Tambang Tbk, posisi Direktur Utama kini ditempati Untung Budiharto yang juga merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat.
Pergantian serupa terjadi di PT Bukit Asam Tbk. Kursi Direktur Utama diisi oleh Bambang Ismawan yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama perusahaan tersebut dan memiliki latar belakang sebagai Kepala Staf Umum TNI sebelum memasuki masa purnatugas.
Bambang juga pernah memimpin Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI sehingga membawa pengalaman panjang dalam organisasi berskala besar yang kini diterapkan dalam pengelolaan perusahaan pertambangan milik negara.
Selain itu, PT Bukit Asam juga mengangkat Ida Bagus Putu Dunia sebagai Komisaris Utama. Mantan Kepala Staf Angkatan Udara tersebut menambah daftar purnawirawan yang memperoleh amanah pada posisi strategis di lingkungan holding pertambangan nasional.
“Perubahan komposisi kepemimpinan ini memperlihatkan bagaimana ruang pengelolaan korporasi negara menjadi titik temu antara pengalaman militer, tata kelola bisnis, dan tuntutan profesionalisme modern, sehingga keberhasilan akhirnya tidak hanya diukur dari latar belakang para pemimpinnya melainkan dari kemampuan menghasilkan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat.”
Di PT Timah Tbk, jabatan Direktur Utama dipegang Restu Widiyantoro yang berasal dari Korps Infanteri TNI. Sementara itu, PT Indonesia Asahan Aluminium menempatkan Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen serta Brigjen TNI (Purn.) Hari Soebagijo sebagai Komisaris Independen.
Perubahan susunan pimpinan tersebut berlangsung bersamaan dengan tantangan bisnis yang tidak ringan. Laporan keuangan menunjukkan MIND ID membukukan laba bersih sebesar Rp29,89 triliun sepanjang 2025, turun sekitar 25,6 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp40,2 triliun.
Di sisi lain, perseroan masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Nilai pendapatan tercatat sebesar Rp159,46 triliun atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan Rp145,21 triliun pada tahun sebelumnya.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyatakan bahwa perusahaan juga mendistribusikan kontribusi kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak, royalti, serta dividen dengan total mencapai Rp22,6 triliun.
Menurut Pria, capaian tersebut menjadi bukti komitmen manajemen dalam menjaga pengelolaan perusahaan negara agar tetap mampu memberikan manfaat optimal bagi Indonesia meskipun menghadapi dinamika ekonomi yang kompleks.
Ia menambahkan bahwa strategi adaptif dan integrasi di seluruh anggota Grup MIND ID menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan bisnis di tengah tekanan ekonomi global maupun nasional yang turut memengaruhi industri pertambangan.
Perseroan juga menyatakan tetap konsisten menjalankan mandat sebagai motor hilirisasi sumber daya mineral guna meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Dari perspektif tata kelola perusahaan, pergantian pimpinan pada badan usaha milik negara merupakan bagian dari kewenangan pemegang saham yang diharapkan mampu menghadirkan kombinasi antara integritas, pengalaman manajerial, serta kemampuan menghadapi tantangan industri yang terus berubah.
Publik pada akhirnya akan menilai keberhasilan seluruh perubahan tersebut bukan semata dari nama besar atau latar belakang para pemimpinnya, melainkan melalui indikator yang lebih konkret berupa peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, keberhasilan hilirisasi, transparansi pengelolaan perusahaan, serta kemampuan menjaga agar kekayaan sumber daya alam benar-benar menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi pemilik sesungguhnya dari aset strategis nasional tersebut.
Editor: Kalturo




















