Daerah  

“Gerakan Aksi Bergizi Muba Dorong Kesehatan Remaja Lebih Terarah”

Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H. melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Alva Elan, S.ST., M.PSDA., menegaskan komitmen Pemkab Musi Banyuasin dalam meningkatkan kesehatan remaja melalui Gerakan Aksi Bergizi di SMAN 2 Sekayu, yang difokuskan pada pencegahan anemia, edukasi gizi, serta pembentukan pola hidup sehat melalui kolaborasi lintas sektor dan intervensi langsung.

Aspirasimediarakyat.com — Upaya memperkuat fondasi kesehatan generasi muda kembali ditegaskan melalui Gerakan Aksi Bergizi yang digelar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di SMA Negeri 2 Unggul Sekayu, sebagai respons strategis terhadap tantangan laten seperti anemia remaja dan rendahnya kesadaran pola hidup sehat yang berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Gerakan ini bukan sekadar seremoni seremonial, melainkan bagian dari pendekatan preventif yang dirancang untuk menyentuh akar persoalan kesehatan remaja. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin berupaya membangun kesadaran sejak dini bahwa kesehatan bukanlah pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar.

Pelaksanaan kegiatan pada Kamis, 2 April 2026, tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, pihak sekolah, hingga orang tua siswa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan remaja tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan keterlibatan kolektif.

Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H. melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Alva Elan, S.ST., M.PSDA., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun generasi yang unggul secara fisik dan mental. Ia menyampaikan bahwa remaja merupakan aset masa depan yang harus dipersiapkan secara komprehensif.

“Kita menyadari bahwa remaja adalah aset masa depan bangsa, sehingga perlu dipersiapkan dengan kondisi fisik yang sehat, mental yang kuat, serta kecerdasan yang optimal,” ujar Alva Elan dalam sambutannya di hadapan peserta kegiatan.

Tampak dua siswa SMAN 2 Sekayu menunjukkan materi kampanye Gerakan Aksi Bergizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran gizi dan kesehatan remaja, sejalan dengan program Pemkab Musi Banyuasin dalam mencegah anemia melalui edukasi, konsumsi tablet tambah darah, serta pembiasaan pola hidup sehat di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Konten Viral Benteng Kuto Besak: Wali Kota Palembang Desak Klarifikasi Willie Salim

Baca Juga :  "Empat Bocah Tewas dalam Kebakaran di Desa Rasuan, Warga Tuntut Jawaban Atas Kelalaian"

Baca Juga :  Warga dan Pengendara Keluhkan Banjir Berkepanjangan di Lorong Mutiara 5 Ulu Palembang

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah daerah mulai menggeser paradigma pembangunan dari yang semata berorientasi infrastruktur menuju investasi pada kualitas manusia. Remaja ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

Alva Elan juga berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi generasi muda di Musi Banyuasin. Harapan tersebut menjadi refleksi dari kebutuhan akan program yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu membentuk perilaku sehat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr. Hj. Zwesty Wisma Devi, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan tujuan kesehatan masyarakat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret dari kolaborasi yang efektif.

“Kami akan terus mendukung kegiatan seperti ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan remaja di Muba,” ungkap dr. Zwesty, menegaskan komitmen institusinya dalam memperluas jangkauan intervensi kesehatan berbasis edukasi dan pencegahan.

Dalam praktiknya, kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan aktivitas langsung seperti senam bersama, sarapan bergizi, serta konsumsi tablet tambah darah. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk kebiasaan sehat melalui pengalaman nyata.

Masalah anemia pada remaja putri menjadi salah satu fokus utama program ini. Kondisi ini sering kali luput dari perhatian, padahal memiliki dampak serius terhadap konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kesehatan reproduksi di masa mendatang.

Kepala SMA Negeri 2 Sekayu, Eka Nir Romadhoni, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai bahwa intervensi semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa. Ia menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang pentingnya kesehatan dan gizi,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Keterlibatan orang tua melalui Komite Sekolah juga menjadi elemen penting dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pendidikan kesehatan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga harus diperkuat di lingkungan keluarga.

“Secara substansi, Gerakan Aksi Bergizi mencerminkan upaya negara dalam memenuhi hak dasar warga, khususnya remaja, untuk memperoleh akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan manusia yang menempatkan kesehatan sebagai pilar utama.”

Namun demikian, tantangan yang dihadapi tidaklah sederhana. Perubahan perilaku membutuhkan waktu, konsistensi, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai agenda tahunan tanpa dampak signifikan.

Program semacam ini juga perlu diintegrasikan dengan kebijakan pendidikan nasional agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinkronisasi antarinstansi menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan memiliki efek sistemik.

Baca Juga :  "Koalisi Ormas Kepung Kantor Walikota Palembang, Desak Walikota Hentikan Proyek Ruko Tanpa Izin"

Baca Juga :  "Anggaran Rp249 Miliar Dikacaukan: Garong Birokrasi Menjarah Musi Banyuasin"

Baca Juga :  Proyek Kolam Retensi Seroja Palembang Menimbulkan Gejolak, Warga Merasa Dirugikan

Lebih dari sekadar kegiatan, Gerakan Aksi Bergizi adalah cermin dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan remaja adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah pembangunan bangsa.

Kesadaran tersebut menjadi penting di tengah dinamika sosial yang kerap menggeser perhatian generasi muda dari pola hidup sehat menuju gaya hidup instan yang minim nilai gizi dan aktivitas fisik.

Melalui pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan siswa, program ini berpotensi menjadi model intervensi yang dapat direplikasi di daerah lain dengan penyesuaian kebutuhan lokal.

Kekuatan utama dari gerakan ini terletak pada kemampuannya menjembatani pengetahuan dan praktik, sehingga tidak berhenti pada wacana, melainkan terimplementasi dalam kebiasaan sehari-hari yang berdampak nyata.

Dalam konteks yang lebih luas, upaya menjaga kesehatan remaja merupakan bagian dari tanggung jawab bersama antara negara, masyarakat, dan keluarga, sehingga keberlanjutan program seperti ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa generasi mendatang tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental sebagai fondasi utama pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kepentingan publik.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *