aspirasimediarakyat.com – Warga dan pengendara di Lorong Mutiara 5 Ulu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Kota Palembang, mengeluhkan masalah banjir yang terus berulang setiap kali musim hujan tiba. Banjir tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga membutuhkan waktu lama untuk surut, hingga lima sampai enam jam.
Kondisi ini terutama dirasakan di Jalan Mutiara 1 dan 2, RT 34 RW 09 Kelurahan 5 Ulu. Menurut pengamatan awak media aspirasimediarakyat.com, banjir ini terjadi atas laporan dan keluhan masyarakat yang diduga kuat akibat adanya penimbunan dan pembangunan yang dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Palembang yang berdekatan dengan pemukiman warga. Masyarakat mengeluhkan bahwa banjir saat ini diduga kuat akibat pihak Sekolah SMKN 8 Palembang menimbun lahan. Penimbunan tersebut diprotes warga, meskipun lahan tersebut milik sekolah, setidaknya harus meminta izin dan berkoordinasi dengan warga.

Sementara itu, mantan Ketua RT setempat, M. Rizal Hakki, yang ditemui oleh awak media, menyampaikan keluhan atas kondisi ini. Mewakili anaknya, Rika, yang saat ini menjabat sebagai RT setempat, Rizal meminta agar segera ditemukan solusi untuk kenyamanan warga dan pengendara yang melintas.
“Banjir ini lama sekali surutnya. Kami berharap ada solusi cepat,” ujar Rizal.
Senada dengan itu, Awal, yang telah puluhan tahun tinggal di lokasi tersebut, juga mengungkapkan keluhannya. “Dulu memang banjir, tapi sekarang surutnya lama sekali,” katanya.
Lurah 5 Ulu Palembang, Muhsin, S.Sos., berjanji untuk menyerap aspirasi masyarakat sekitar dan segera berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai masalah ini.
Tidak puas dengan informasi yang ada, awak media aspirasimediarakyat.com langsung meminta konfirmasi dari pihak sekolah SMKN 8 Palembang. Kepala Sekolah SMKN 8 Palembang, Rafli, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa banjir tidak semata-mata disebabkan oleh pembangunan sekolah mereka. “Ada banyak faktor lain seperti saluran air yang tersumbat,” jelas Rafli.
Rafli juga menyatakan kesiapan untuk duduk bersama dengan para pemangku kepentingan seperti RT, RW, pihak kelurahan, dan kecamatan guna mencari solusi bersama. “Kami siap bermusyawarah untuk mencari solusi demi kebaikan bersama,” tambahnya.
Sebagai kepala sekolah yang baru menjabat selama dua tahun, Rafli berkomitmen untuk bekerjasama dengan pihak manapun demi kebaikan warga sekitar. “Kami siap bekerjasama demi kebaikan bersama,” tutup mantan Kepala Sekolah SMKN 2 Palembang tersebut. (Andi Y)



















