Daerah  

“Asgianto Tegaskan PALI Bergerak Kompak Menjadi Kekuatan Baru Strategis Sumatera Selatan”

Bupati Asgianto menegaskan Hari Jadi ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa PALI siap naik kelas menjadi kekuatan strategis baru di Sumatera Selatan. Dengan semangat “Kompak Bergerak Berdampak”, pembangunan diarahkan agar tak berhenti pada proyek, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan rakyat sehari-hari.

Aspirasimediarakyat.com, PALI — Perayaan Hari Jadi ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir bukan sekadar penanda usia administratif sebuah daerah otonom, melainkan panggung besar untuk menegaskan arah masa depan: bagaimana sebuah kabupaten muda bernama PALI, yang lahir dari semangat pemekaran dan harapan pemerataan, kini mulai menata dirinya menjadi kekuatan strategis baru di Sumatera Selatan melalui pembangunan yang lebih terukur, kolaboratif, dan berorientasi langsung pada kesejahteraan rakyat.

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten PALI, Rabu, 22 April 2026, berlangsung dengan suasana yang tidak hanya seremonial, tetapi sarat pesan politik pembangunan.

Tema “Kompak Bergerak Berdampak” menjadi narasi utama yang mengikat seluruh momentum peringatan. Tema ini bukan sekadar slogan tahunan, melainkan deklarasi arah kebijakan yang ingin ditegaskan pemerintah daerah.

Di tengah forum resmi tersebut, sorotan utama justru mengarah pada pidato Asgianto, yang berbicara panjang tentang capaian, tantangan, sekaligus tekad besar membangun PALI lebih cepat.

Bupati PALI, Asgianto, S.T.,  menegaskan bahwa usia 13 tahun bukan waktu yang panjang bagi sebuah daerah otonom, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa PALI tidak sedang berjalan di tempat.

“Capaian pembangunan di lima kecamatan hari ini menjadi bukti bahwa pemekaran daerah ini berada di jalur yang tepat,” ujar Asgianto, menegaskan bahwa fondasi pembangunan telah diletakkan secara bertahap.

Perayaan HUT ke-13 Kabupaten PALI terasa istimewa dan penuh makna. Kehadiran Gubernur Sumatera Selatan bersama hampir seluruh kepala daerah se-Sumsel menjadi simbol kuat bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Dari PALI, pesan itu ditegaskan: sinergi antarwilayah, kekompakan pemimpin, dan kolaborasi nyata adalah energi utama untuk mendorong Sumatera Selatan tumbuh lebih merata dan berdampak bagi rakyat.

Baca Juga :  Harga Stabil Selama Nataru: Sumsel Kendalikan Inflasi dengan Baik

Baca Juga :  Jakor Sumsel Unjuk Rasa di Polda Sumsel, Tuntut Tindakan Tegas Terhadap Dugaan Tumpahan Minyak Ilegal

Baca Juga :  "Mahasiswa Kepung Kodim Semarang, Kritik Kebijakan hingga Desak Reformasi Militer Nasional"

Menurutnya, PALI kini tidak lagi bicara soal bertahan sebagai daerah baru. Fokusnya telah bergeser: bagaimana menjadi daerah yang tumbuh cepat, mandiri, dan mampu bersaing secara regional.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dasar—jalan, layanan publik, konektivitas wilayah, dan akses ekonomi—menjadi prioritas utama pemerintahannya dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami ingin pembangunan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar terlihat di laporan statistik,” kata Asgianto, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah adalah manfaat nyata di lapangan.

Pernyataan itu penting. Sebab terlalu sering pembangunan terjebak dalam angka-angka indah, sementara rakyat masih bertanya: apa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari?

Asgianto juga memberi perhatian khusus pada dimensi sosial pembangunan. Menurutnya, pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa kekuatan kohesi sosial yang menjaga masyarakat tetap bersatu.

Dalam konteks itu, ia menegaskan bahwa hubungan historis antara PALI dan Kabupaten Muara Enim harus terus dirawat sebagai modal sosial penting.

“Meskipun secara administratif kita berdiri sendiri, persaudaraan dengan Muara Enim tidak pernah putus. Itu kekuatan kita,” tegasnya.

Ia menyebut sinergi antarwilayah bukan sekadar diplomasi birokrasi, tetapi kebutuhan strategis agar pembangunan tidak berjalan dalam sekat-sekat ego daerah.

Asgianto juga menyampaikan apresiasi kepada Herman Deru atas dukungan konsisten Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap percepatan pembangunan di PALI.

“Dukungan Pemerintah Provinsi sangat penting. Banyak percepatan pembangunan infrastruktur di PALI dapat berjalan lebih cepat karena adanya perhatian dan sinergi dari Pak Gubernur,” katanya.

Menurut Asgianto, hubungan harmonis antara pemerintah kabupaten dan provinsi harus terus dijaga, sebab pembangunan modern menuntut kolaborasi, bukan kompetisi kekuasaan.

Ia juga menyinggung pentingnya memanfaatkan kekayaan sumber daya alam PALI secara lebih cerdas, agar sektor pertambangan dan pertanian tidak hanya menghasilkan angka ekonomi, tetapi menciptakan nilai tambah bagi masyarakat lokal.

“Kita tidak boleh puas menjadi daerah penghasil. Kita harus naik kelas menjadi daerah yang mampu mengelola dan memaksimalkan manfaat ekonominya untuk rakyat,” ujar Asgianto, disambut tepuk tangan peserta paripurna.

Baca Juga :  Kapolda Sumsel Tegaskan Rekrutmen Anggota Polri 2025 Transparan dan Akuntabel

Baca Juga :  "Bupati Muba Kerahkan 7 Bus dan 2 Speed Boat, Mahasiswa Perantauan Mudik Gratis"

Baca Juga :  "Harkitnas ke-118 Mengingatkan: Literasi Digital Adalah Benteng Baru Kedaulatan Bangsa Indonesia"

Setelah penegasan kuat dari Bupati PALI, Gubernur Herman Deru kemudian memperkuat arah yang sama. Ia menyebut PALI sebagai salah satu titik strategis baru dalam peta pertumbuhan Sumatera Selatan.

Menurut Herman Deru, posisi geografis PALI sangat menjanjikan. Dengan penguatan konektivitas darat, udara, dan pengembangan jalur ekonomi baru, PALI berpotensi menjadi “segitiga emas” baru Sumatera Selatan.

Ia mendorong pengembangan akses transportasi, termasuk optimalisasi bandara dan konektivitas regional agar PALI menjadi simpul pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Namun Herman Deru juga mengingatkan bahwa infrastruktur saja tidak cukup. APBD harus dikelola efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

Ia turut mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program kewirausahaan serta memperkuat peran perempuan dalam penanganan stunting sebagai bagian dari investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Tetapi dari seluruh rangkaian pidato hari itu, pesan yang paling kuat justru datang dari Asgianto: bahwa PALI tidak ingin menjadi penonton dalam peta pembangunan Sumatera Selatan. Kabupaten ini ingin berdiri sebagai pemain utama—daerah yang tumbuh dengan percaya diri, menjaga akar sosialnya, memanfaatkan potensinya secara cerdas, dan bergerak bersama rakyatnya. Usia 13 tahun bukan sekadar angka bagi PALI; ia adalah titik tolak menuju babak baru, tempat pembangunan tidak lagi hanya diukur dari beton dan jalan, tetapi dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasa hadir di dalamnya dan ikut menikmati hasilnya.

Editor: Kalturo



Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *