aspirasimediarakyat.com – Rekrutmen anggota Polri tahun 2025 harus dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Ketegasan ini disampaikan oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SH MH, yang menegaskan bahwa segala bentuk “cawe-cawe” atau intervensi dalam proses penerimaan anggota baru tahun ini akan ditindak tegas.
Ketegasan Kapolda Sumsel dalam rekrutmen anggota kepolisian tahun 2025 ini patut mendapat dukungan dan apresiasi. “Ini merupakan wujud rekrutmen anggota polisi yang transparan dan akuntabel,” tegas Andi Rian usai melaksanakan Isra Mi’raj 1446 H di Masjid Assa’adah, Mapolda Sumsel.
Pernyataan Kapolda Sumsel ini menjadi kabar gembira bagi putra-putri terbaik bangsa yang berminat mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Saya pastikan bahwa proses rekrutmen anggota polisi tahun ini, baik untuk taruna Akpol, Bintara, atau tamtama, tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis,” tegas Andi.
Sebagai alumni Akpol 91, Andi menyadari bahwa masih banyak penyimpangan yang terjadi dalam proses penerimaan anggota Polri. Kapolda Sumsel prihatin mendengar informasi dari masyarakat bahwa masuk polisi harus membayar. “Saya ingatkan kembali, masuk polisi itu gratis. Artinya tidak ada bayaran sepeser pun,” tegas Irjen Andi Rian.
Kapolda juga mengingatkan para orang tua, wali calon peserta, maupun keluarga untuk tidak tergoda oleh tawaran oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. “Ini tidak benar. Jangan tertipu dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan panitia. Catat nama panitia itu. Kalau ada yang berbuat seperti itu, lapor ke nomor yang sudah kami berikan,” tegasnya.
Polda Sumsel menjamin keamanan dan kerahasiaan bagi siapa saja yang berani melaporkan praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen anggota polisi ini. “Saya jamin Anda akan kami lindungi kalau saudara-saudara berada di jalan yang lurus,” ungkap Kapolda.
Lebih lanjut, Kapolda Andi Rian meminta para orang tua dan keluarga untuk mempercayakan anak-anak mereka sepenuhnya dalam mengikuti tahapan seleksi. “Jangan percaya kepada spekulan yang seolah-olah dekat dengan panitia, lalu mengumbar janji untuk meluluskan peserta seleksi. Kalau anak ibu mau masuk polisi, tentu dia akan latihan sebaik mungkin, karena mengikuti seleksi itu ada tahapannya,” jelas Rian.
Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Sumsel, Kombes Sudrajad Haribiwo SIK MSi, menjelaskan bahwa penerimaan terpadu anggota Polri tahun anggaran 2025 resmi dibuka pada 5 Februari 2025. “Penerimaan Polri tahun ini terdiri dari Akpol, Bintara tugas umum, Bintara rekrutmen proaktif, Bintara kompetensi khusus, serta tamtama,” ujarnya.
Pendaftaran dan verifikasi dapat dilakukan mulai 5 Februari hingga 6 Maret 2025. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs dan verifikasi dapat dilakukan di polres terdekat.
Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar penerimaan anggota Polri, masyarakat dapat mengakses akun Instagram Biro SDM Polda Sumsel atau mengunduh aplikasi Pa’kepoin di Play Store.
Dengan penegasan Kapolda Sumsel dan jajarannya serta pengawasan dari semua pihak, diharapkan proses rekrutmen anggota Polri tahun 2025 dapat berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sehingga dapat menghasilkan anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas.



















