Daerah  

“Alex Noerdin Wafat, Prestasi dan Proses Hukum Tinggalkan Jejak”

Mantan Gubernur Sumsel dua periode Alex Noerdin wafat di Jakarta dan dimakamkan di Palembang. Dikenang atas capaian SEA Games dan Asian Games, ia juga tengah menjalani proses hukum kasus Pasar Cinde yang terhenti karena kematiannya.

Aspirasimediarakyat.com — Kepergian mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin, pada Rabu siang di sebuah rumah sakit di Jakarta menandai berakhirnya satu babak panjang perjalanan politik daerah yang diwarnai capaian infrastruktur, panggung olahraga internasional, sekaligus bayang-bayang proses hukum yang belum tuntas, ketika duka publik dan dinamika peradilan bertemu dalam satu momentum yang sarat makna bagi sejarah dan kesadaran kolektif masyarakat Sumatera Selatan.

Alex Noerdin meninggal dunia pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Kabar wafatnya tokoh yang lahir pada 1950 itu dikonfirmasi oleh juru bicara keluarga, Okta Alfarisi.

“Innalilahi wa inna ilaihi rojiun telah meninggal dunia Bapak Alex Noerdin pada pukul 13.30 WIB di RS Siloam Jakarta,” ujar Okta dalam keterangannya. Ia menyebut pihak keluarga segera mengurus proses pemulangan jenazah ke Palembang.

Menurut Okta, saat itu keluarga masih berkoordinasi terkait lokasi pemakaman. “Saat ini kami sedang mengurus kepulangan jenazah almarhum ke Palembang dan dikabarkan di mana akan dikebumikannya,” katanya.

Jenazah tiba di Palembang dan dishalatkan di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang sebelum dibawa ke Tempat Pemakaman Umum Kebun Bunga. Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah tiba di TPU Kebun Bunga untuk dimakamkan.

Ratusan warga mengantar pemakaman mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin, di TPU Kebun Bunga, Palembang. Prosesi berlangsung khidmat setelah jenazah dishalatkan di Masjid Agung Palembang dan dihadiri sejumlah kepala daerah serta tokoh masyarakat.

Baca Juga :  "Kolaborasi Palembang Australia Diuji Transparansi dan Dampak Nyata Proyek Sanitasi Berkelanjutan"

Baca Juga :  "Pemkab Muba Dorong Prioritas Infrastruktur, Ajukan Puluhan Proyek Jalan Strategis"

Baca Juga :  "Kebakaran Sumur Minyak Keluang Picu Evaluasi Tata Kelola Lahan"

Ratusan warga mengantarkan kepergian mantan gubernur tersebut ke peristirahatan terakhirnya. Prosesi pemakaman turut dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, serta Bupati Banyuasin Askolani.

Selama satu dekade memimpin Sumatera Selatan pada periode 2008–2018, Alex Noerdin dikenal sebagai figur yang aktif mendorong pembangunan infrastruktur dan promosi daerah. Namanya melekat pada berbagai proyek strategis yang mengubah wajah Palembang dan sekitarnya.

Salah satu capaian yang paling diingat publik adalah peran aktifnya dalam menyukseskan ajang olahraga internasional, yakni SEA Games 2011 dan Asian Games 2018. Perhelatan tersebut menempatkan Palembang sebagai salah satu tuan rumah yang diperhitungkan di level regional dan Asia.

Namun perjalanan hidupnya tidak hanya diwarnai prestasi. Sebelum wafat, Alex Noerdin tengah menjalani proses hukum sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde Palembang dan dijadwalkan menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor PN Kelas 1 A Palembang pada Senin, 23 Februari 2026.

Sidang tersebut ditunda karena kondisi kesehatannya yang kritis. Penasihat hukumnya, Titis Rachmawati, menyampaikan di hadapan majelis hakim bahwa kliennya mengalami kondisi medis serius berdasarkan surat keterangan dokter.

Dari keterangan medis yang disampaikan, Alex Noerdin menderita sumbatan pada empedu serta infeksi saluran pankreas. Majelis Hakim yang diketuai Fauzi Isra kemudian memutuskan menunda persidangan kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde tersebut.

Kondisi kesehatannya dikabarkan menurun sejak Jumat, 20 Februari, dan sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam Palembang sebelum dirujuk ke Jakarta karena kebutuhan peralatan medis yang lebih memadai. Rangkaian perawatan itu berujung pada kabar duka yang menyebar cepat di Sumatera Selatan.

Riuh pelayat dan tabur bunga di TPU Kebun Bunga seolah menjadi kontras dari ruang sidang yang belum sempat menguji seluruh dakwaan secara tuntas; sejarah mencatatnya sebagai pemimpin yang membawa Sumsel ke panggung internasional, sementara hukum mencatat namanya dalam berkas perkara yang terhenti oleh kematian, menghadirkan ironi yang menggantung antara penghormatan atas jasa dan pertanyaan tentang akuntabilitas.

Hukum memang mengenal prinsip bahwa penuntutan gugur ketika terdakwa meninggal dunia. Namun bagi publik, pertanyaan tentang transparansi, tata kelola proyek, dan penggunaan anggaran tetap menjadi bagian dari memori kolektif yang tidak otomatis lenyap bersama kepergian seseorang.

“Keadilan bagi rakyat tidak boleh berhenti hanya karena waktu atau takdir mendahului proses peradilan. Setiap dugaan penyimpangan anggaran publik adalah luka yang harus dijelaskan secara terang, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.”

Baca Juga :  "PSEL Palembang Uji Keseriusan Negara Ubah Sampah Jadi Energi Berkeadilan Lingkungan"

Baca Juga :  "Camat Benakat Tegaskan Tata Kelola Desa Sesuai Prosedur"

Baca Juga :  Warga dan Pengendara Keluhkan Banjir Berkepanjangan di Lorong Mutiara 5 Ulu Palembang

Di sisi lain, keluarga dan para pendukung mengenang Alex Noerdin sebagai pemimpin yang berani mengambil langkah besar dalam pembangunan daerah. Infrastruktur olahraga, jalan, serta promosi investasi disebut sebagai bagian dari warisan kebijakannya.

Duka yang menyelimuti Palembang memperlihatkan bahwa seorang tokoh publik selalu memiliki dua sisi dalam ingatan masyarakat: jasa yang dikenang dan kontroversi yang diperdebatkan. Sejarah tidak pernah hitam putih, ia tersusun dari capaian, kritik, dan dinamika hukum yang mengiringinya.

Dalam konteks negara hukum, setiap pejabat publik terikat pada prinsip akuntabilitas. Proses hukum yang pernah berjalan menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan yuridis.

Rakyat berhak mendapatkan pembangunan yang bersih sekaligus kepastian hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada ruang abu-abu yang mengaburkan hak publik untuk mengetahui kebenaran atas setiap kebijakan dan penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

Kepergian Alex Noerdin menutup perjalanan seorang pemimpin daerah yang pernah membawa Sumatera Selatan ke sorotan dunia olahraga internasional sekaligus meninggalkan catatan hukum yang belum selesai, dan masyarakat kini menyimpan ingatan itu sebagai pelajaran bahwa kekuasaan, prestasi, dan pertanggungjawaban adalah tiga sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam perjalanan demokrasi, serta menjadi pengingat agar sejarah dan hukum tetap berpijak pada kepentingan publik.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *