Aspirasimediarakyat.com, Palembang — Hangatnya suasana pengajian rutin bulanan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di Griya Agung, Palembang, Senin (13/4/2026), menjadi cerminan kuatnya peran organisasi perempuan dalam menjaga kohesi sosial, memperkuat nilai spiritual, serta merawat harmoni keluarga di tengah dinamika pembangunan daerah yang menuntut keseimbangan antara kemajuan material dan ketahanan moral masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, termasuk Gubernur Sumsel H. Herman Deru beserta Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Feby Herman Deru, serta jajaran organisasi wanita yang turut memadati lokasi acara.
Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk mempererat hubungan emosional dan sosial antaranggota organisasi, khususnya Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin, Hj. Patimah Toha, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai bahwa forum semacam ini memiliki dampak luas dalam menghidupkan kembali peran majelis taklim sebagai pusat pembinaan karakter keluarga.
Ia menyampaikan bahwa silaturahmi yang terbangun dalam suasana keagamaan mampu menciptakan energi kolektif yang mendorong peningkatan peran perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi di daerah.
“PKK adalah rumah besar bagi perempuan. Dari sinilah lahir kekuatan untuk membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan harmonis,” ujarnya, menegaskan pentingnya peran organisasi perempuan dalam membentuk fondasi masyarakat.
Di sisi lain, Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam arahannya menekankan bahwa kegiatan pengajian dan halal bihalal memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, silaturahmi bukan hanya tradisi seremonial, tetapi menjadi instrumen sosial yang efektif dalam meredam potensi konflik serta memperkuat rasa kebersamaan antarindividu dan kelompok.
“Silaturahmi bukan hanya tradisi, tapi kekuatan sosial yang mampu menjaga persatuan dan keharmonisan. Dari keluarga yang harmonis, akan lahir masyarakat yang kuat,” tegasnya di hadapan para peserta.
Lebih jauh, ia juga mengapresiasi kontribusi PKK sebagai organisasi yang secara konsisten hadir di tengah masyarakat dalam membina keluarga, khususnya dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru menegaskan bahwa kegiatan pengajian rutin bukan hanya sarana berkumpul, tetapi juga wadah pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa kualitas diri tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi juga dari kekuatan iman dan kesabaran dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan rutin ini hendaknya terus dilakukan sebagai sarana kita memperbaiki iman dan kesabaran dalam menata hidup agar menjadi lebih baik,” ujarnya dengan nada reflektif.
Ia juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk menjadikan momentum Syawal sebagai titik balik dalam memperkuat solidaritas dan memperbaiki hubungan interpersonal yang mungkin sempat renggang.
Menurutnya, dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan yang kuat, program-program organisasi akan lebih mudah dijalankan secara efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj. Patimah Toha, dalam kegiatan ini turut memperkuat sinergi antar daerah dalam membangun jaringan kerja yang solid di tingkat provinsi.
“Partisipasi aktif tersebut mencerminkan komitmen daerah dalam mendukung program-program berbasis keluarga yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.”
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan sambutan, dilanjutkan tausiyah agama yang memberikan pencerahan tentang makna silaturahmi, serta ditutup dengan sesi ramah tamah yang mempererat hubungan antar peserta.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, para kepala organisasi perangkat daerah, serta tokoh masyarakat yang memberikan warna tersendiri dalam dinamika acara.
Kehadiran penceramah agama dan penampilan seni religi juga menambah kekayaan nuansa spiritual dan budaya dalam kegiatan tersebut, menciptakan keseimbangan antara nilai religius dan ekspresi seni.
Secara lebih luas, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual yang menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat.
Penguatan peran perempuan melalui organisasi seperti PKK menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan tersebut, terutama dalam menghadapi tantangan modernisasi yang kerap menggerus nilai-nilai kekeluargaan.
Kesadaran kolektif yang terbangun melalui forum semacam ini menjadi modal sosial yang berharga dalam menciptakan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.
Dengan demikian, pengajian rutin dan halal bihalal bukan sekadar agenda tahunan, melainkan refleksi dari upaya berkelanjutan untuk menjaga harmoni, memperkuat persatuan, serta memastikan bahwa pembangunan yang dijalankan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang menjadi kepentingan utama masyarakat luas.



















