Daerah  

“Ketua TP-PKK Banyuasin Nabila Askolani Putri Hadiri Pengajian Halalbihalal Griya Agung”

Ketua TP-PKK Banyuasin Nabila Askolani Putri menghadiri pengajian rutin dan Halalbihalal di Griya Agung, Palembang, sebagai wujud penguatan silaturahmi dan sinergi organisasi perempuan. Momentum ini menegaskan pentingnya nilai spiritual, kekompakan, serta peran aktif perempuan dalam membangun keluarga harmonis dan mendukung stabilitas sosial di Sumatera Selatan secara berkelanjutan.

Aspirasimediarakyat.com, Palembang — Di tengah arus dinamika sosial pasca-Ramadan yang kerap menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi nilai-nilai kebersamaan, kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh perempuan dalam kegiatan pengajian rutin bulanan dan Halalbihalal di Griya Agung, Palembang, menjadi penanda penting bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, melainkan juga pada penguatan fondasi spiritual, sosial, dan harmonisasi relasi antarlembaga serta masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/04/2026) itu dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, serta berbagai unsur organisasi wanita, termasuk Dharma Wanita Persatuan Sumsel dan jajaran TP-PKK kabupaten/kota.

Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, dalam forum tersebut memperlihatkan keterlibatan aktif daerah dalam menyelaraskan program-program pembinaan keluarga dengan arah kebijakan provinsi, khususnya dalam penguatan nilai keagamaan dan sosial.

Suasana Griya Agung yang dipenuhi nuansa kekeluargaan dan kehangatan menjadi cerminan bahwa kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial, tetapi juga ruang pertemuan batin yang mempertemukan berbagai elemen dalam satu tujuan, yakni mempererat silaturahmi dan memperkuat harmoni sosial.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan pentingnya menjaga kerukunan sebagai fondasi stabilitas daerah, terutama di wilayah yang memiliki keberagaman sosial dan latar belakang yang kompleks seperti Sumatera Selatan.

Pengajian rutin dan Halalbihalal di Griya Agung menjadi ruang strategis mempererat silaturahmi serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan sosial. Kehadiran pimpinan daerah dan organisasi wanita mencerminkan pentingnya harmoni, nilai spiritual, dan sinergi lintas lembaga sebagai fondasi menjaga stabilitas serta membangun keluarga yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing di Sumatera Selatan.

Baca Juga :  "PDAM Tirta Musi Ingatkan Warga Palembang Tak Gunakan Pompa Air Sendiri"

Baca Juga :  "Harkitnas ke-118 Mengingatkan: Literasi Digital Adalah Benteng Baru Kedaulatan Bangsa Indonesia"

Baca Juga :  "Pemkab Muba Siaga Lebaran, Rakor Nasional Bahas Inflasi dan Arus Mudik"

Ia menyampaikan bahwa kekompakan kader PKK dan Dharma Wanita Persatuan merupakan kekuatan sosial yang nyata, yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan material dan pembangunan karakter masyarakat.

“Ini momentum halal bi halal dan ini menunjukkan kekuatan ibu-ibu,” ujar Herman Deru, menegaskan bahwa peran perempuan dalam struktur sosial memiliki kontribusi strategis yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan seperti pengajian dan halal bihalal memiliki nilai strategis dalam menjaga kohesi sosial, terutama dalam konteks pasca-Ramadan yang sarat dengan nilai introspeksi dan rekonsiliasi.

Menurutnya, silaturahmi bukan hanya tradisi, tetapi kekuatan sosial yang mampu merawat persatuan dan menciptakan stabilitas yang berdampak pada pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, dalam kesempatan yang sama menyoroti bahwa kegiatan rutin seperti ini merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial.

Ia menegaskan bahwa pengajian bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga wahana pembelajaran kolektif yang mampu memperkuat kesabaran, ketahanan mental, dan kepekaan sosial anggota organisasi.

“Kegiatan rutin ini hendaknya terus dilakukan sebagai sarana kita memperbaiki iman dan kesabaran dalam menata hidup agar menjadi lebih baik,” ujarnya.

Feby juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dan PKK untuk menjadikan momentum Syawal sebagai titik balik dalam mempererat kekompakan dan memperbaiki hubungan interpersonal.

“Ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan satu sama lain. Dengan hati yang bersih, sinergi kita akan lebih maksimal,” tambahnya.

“Pandangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan sosial, terutama dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan harmonis. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa pembangunan berbasis keluarga merupakan salah satu pendekatan strategis dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing.”

Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, menegaskan bahwa penguatan nilai religius melalui pengajian rutin merupakan bagian integral dari program pembinaan mental spiritual keluarga.

Ia menilai bahwa keseimbangan antara aspek kesejahteraan dan nilai spiritual menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga kuat secara moral.

“Melalui pengajian ini, kita tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga mempererat ukhuwah. Ini menjadi energi positif bagi ibu-ibu PKK,” ujarnya.

Rangkaian acara yang diisi dengan tausiyah agama turut memberikan perspektif mendalam mengenai pentingnya silaturahmi dalam memperkokoh ketahanan keluarga dan sosial.

Kehadiran penceramah kondang Ustadz Das’ad Latif semakin memperkaya dimensi spiritual kegiatan tersebut, sekaligus memberikan inspirasi bagi para peserta dalam menjalankan peran sosialnya.

Acara juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, S.H., beserta jajaran kepala OPD, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan organisasi perempuan sebagai mitra strategis pembangunan.

Baca Juga :  "Mahasiswa Kepung Kodim Semarang, Kritik Kebijakan hingga Desak Reformasi Militer Nasional"

Baca Juga :  PUPR Kota Palembang Optimis Meningkatkan Kualitas Jalan di Tahun 2025

Baca Juga :  "Apel Karhutla Nasional Uji Ketegasan Sistem Negara Hadapi Ancaman Api Berulang"

Partisipasi berbagai organisasi wanita dari seluruh kabupaten/kota di Sumsel mencerminkan adanya sinergi yang terus dibangun antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat struktur sosial.

Momentum Halalbihalal yang dirangkai dalam kegiatan ini menjadi simbol rekonsiliasi sosial yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga institusional, mengingat keterlibatan berbagai unsur pemerintahan dan organisasi.

Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, pendekatan berbasis nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas seperti ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang angka dan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kebersamaan terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ruang yang penuh kehangatan itu, tampak jelas bahwa kekuatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari capaian ekonominya, melainkan dari kemampuannya menjaga harmoni sosial, memperkuat peran keluarga, serta membangun solidaritas kolektif yang menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *