Daerah  

“Euforia HUT Banyuasin Menguji Konsistensi Pembangunan Antara Seremoni dan Kesejahteraan Publik”

Perayaan HUT ke-24 Banyuasin menghadirkan jalan sehat, pesta rakyat, hingga operasi pasar murah sebagai simbol kebersamaan dan pelayanan publik. Di balik euforia, muncul pertanyaan tentang konsistensi kebijakan, efektivitas program, serta dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Momentum ini menjadi cermin antara semangat seremoni dan tuntutan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada rakyat luas.

Aspirasimediarakyat.com — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Banyuasin tidak hanya tampil sebagai perayaan seremonial yang meriah dan penuh simbol kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi publik yang mempertemukan euforia kolektif masyarakat dengan narasi capaian pembangunan daerah, sekaligus menguji secara terbuka sejauh mana konsistensi kebijakan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, pemerataan akses layanan publik, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga komitmen jangka panjang dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak.

Perayaan yang digelar di berbagai titik strategis di Kabupaten Banyuasin tersebut diawali dengan kegiatan Jalan Sehat Bersama yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Pangkalan Balai, menghadirkan ribuan warga dari berbagai kalangan yang sejak pagi hari telah memadati lokasi kegiatan dengan antusiasme tinggi, mencerminkan adanya keterlibatan sosial yang kuat sekaligus menunjukkan bahwa momentum peringatan hari jadi daerah masih memiliki daya tarik sebagai ruang interaksi publik yang inklusif dan terbuka.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini mengusung tema “Terus Gotong Royong Untuk Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera Berkelanjutan”, yang secara konseptual tidak hanya menjadi slogan seremonial, tetapi juga merepresentasikan arah kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., hadir secara langsung membuka kegiatan tersebut, didampingi oleh Ketua TP-PKK Banyuasin Nabila Askolani Putri, Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., serta Ketua DWP Banyuasin Marisa Utami Erwin Ibrahim, bersama jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah, yang kehadirannya memperlihatkan konsolidasi kelembagaan dalam mendukung momentum peringatan hari jadi daerah.

Dalam sambutannya, Askolani menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan menjadi pengingat kolektif bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong sebagai modal sosial utama dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap berpijak pada kepentingan masyarakat luas.

“Selamat Hari Jadi ke-24 tahun Kabupaten Banyuasin. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan Banyuasin yang bangkit, adil, dan sejahtera secara berkelanjutan,” ujarnya dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Pesta rakyat dan operasi pasar murah dalam HUT ke-24 Banyuasin menghadirkan hiburan sekaligus intervensi nyata bagi masyarakat melalui penyediaan pangan terjangkau dan layanan publik terpadu. Kegiatan ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga daya beli, menekan inflasi, serta mendekatkan pelayanan. Di balik kemeriahan, publik menanti konsistensi agar program serupa berkelanjutan dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  "Sumur Bor Hanya Hidup Dua Hari, Lalu Mati, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Air Bersih"

Baca Juga :  "Sniper Disiagakan di Tol Kapal Betung, Pengamanan Mudik Sumsel Diperketat"

Baca Juga :  "Keterbatasan Kapal Penyeberangan di Banyuasin saat Arus Mudik Lebaran Picu Keluhan Warga"

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan jalan sehat yang digelar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas olahraga semata, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang lebih egaliter, sehingga dapat memperkuat kohesi sosial dan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat secara lebih humanis.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat Banyuasin,” tambahnya, menegaskan dimensi sosial dari kegiatan tersebut.

Untuk meningkatkan daya tarik kegiatan, panitia menyediakan sekitar 150 doorprize dengan berbagai jenis hadiah, mulai dari sepeda listrik, sepeda gunung, hingga hadiah hiburan lainnya, yang secara tidak langsung menjadi instrumen untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menciptakan suasana perayaan yang lebih meriah dan inklusif.

Salah satu penerima hadiah, seorang kepala sekolah dasar di Kecamatan Rambutan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas hadiah sepeda listrik yang diperoleh, yang menurutnya akan sangat membantu dalam menunjang mobilitas sehari-hari menuju sekolah, sekaligus mencerminkan bagaimana kegiatan seremonial juga dapat memberikan manfaat langsung bagi individu.

Hal serupa disampaikan oleh Dzakiyah Hasna Bilqis dari SDN 40 percontohan yang menerima hadiah sepeda, yang mengungkapkan kegembiraannya serta rencana untuk memanfaatkan sepeda tersebut sebagai sarana transportasi sekaligus mendukung aktivitas olahraga sehari-hari.

Rangkaian perayaan kemudian berlanjut pada pesta rakyat yang digelar di lokasi yang sama, menghadirkan berbagai hiburan yang menarik minat masyarakat dari berbagai lapisan, sehingga sejak sore hingga malam hari area Alun-Alun Kota Pangkalan Balai dipenuhi oleh warga yang ingin menikmati suasana kebersamaan tersebut.

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., yang secara resmi membuka kegiatan pesta rakyat tersebut, menyampaikan harapan agar di usia ke-24 ini Kabupaten Banyuasin mampu terus menunjukkan kemajuan yang signifikan di berbagai sektor pembangunan, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Selamat Hari Jadi ke-24 Kabupaten Banyuasin. Semoga di usia ini, Banyuasin semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,” ujarnya, menekankan pentingnya pemerataan hasil pembangunan.

Lebih lanjut, ia menyoroti capaian sektor pertanian sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah, khususnya keberhasilan Banyuasin dalam meningkatkan produksi beras hingga menempati posisi teratas secara nasional, yang menurutnya merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

“Ini adalah hasil kerja keras kita semua, mulai dari petani hingga dukungan seluruh pihak,” tambahnya, sembari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus merealisasikan program-program prioritas secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain kegiatan yang bersifat hiburan dan seremonial, peringatan HUT ke-24 Banyuasin juga diisi dengan kegiatan yang lebih substantif, yakni Operasi Pasar Murah dan Pelayanan Terpadu yang digelar di Halaman Kuliner Banyuasin, yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat terkait stabilitas harga dan akses layanan publik.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Banyuasin melalui Asisten II, Ir. Alfian, yang menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional yang tidak dapat diabaikan, terutama dalam situasi ekonomi yang dinamis.

“Melalui operasi pasar ini, kami berupaya menekan laju inflasi dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” ujarnya, menegaskan pentingnya intervensi kebijakan yang tepat sasaran dalam menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat.

“Berbagai komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, dan cabai dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar, bahkan beberapa di antaranya mendapatkan subsidi khusus, sehingga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.”

Selain itu, integrasi layanan publik dalam kegiatan ini, seperti administrasi kependudukan, layanan kesehatan gratis, konsultasi perizinan usaha, hingga layanan pajak daerah, menunjukkan upaya pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung dan efisien.

Baca Juga :  "Safari Ramadan Wak Toha Menggema di Plakat Tinggi, Bantuan Mengalir untuk Warga"

Baca Juga :  "Anggaran Rp249 Miliar Dikacaukan: Garong Birokrasi Menjarah Musi Banyuasin"

Baca Juga :  "Ancaman PHK PPPK Picu Dilema Fiskal, Pendidikan Daerah Terancam Terganggu Serius"

“Kami ingin masyarakat tidak hanya terpenuhi kebutuhan pangannya, tetapi juga mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan administrasi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan dan waktu yang panjang,” tambah Alfian, menekankan efisiensi pelayanan publik.

Rangkaian kegiatan ini juga tidak dapat dilepaskan dari refleksi perjalanan panjang Kabupaten Banyuasin yang berdiri pada 10 April 2002 berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2002, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin, yang hingga kini terus berupaya memperkuat posisi sebagai daerah yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Dalam rapat paripurna sebelumnya, Bupati Askolani menegaskan bahwa perjalanan Banyuasin selama lebih dari dua dekade menunjukkan dinamika pembangunan yang tidak sederhana, namun tetap mampu mencatatkan berbagai capaian seperti penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, S.H., M.H., turut mengingatkan bahwa peringatan hari jadi tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diiringi dengan capaian nyata yang dapat diukur secara objektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

Dengan berbagai kegiatan yang memadukan aspek seremonial, hiburan, pelayanan publik, dan refleksi pembangunan, peringatan HUT ke-24 Banyuasin menghadirkan gambaran kompleks tentang bagaimana pemerintah daerah berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan kinerja, namun pada saat yang sama juga membuka ruang evaluasi publik terhadap konsistensi kebijakan, efektivitas program, serta sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat luas sebagai pemilik kepentingan utama dalam setiap arah kebijakan yang diambil.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *