
Aspirasimediarakyat.com, Banyuasin — Bupati Banyuasin H. Askolani mendampingi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam peresmian pengoperasian Grid Extension di Desa Kenten Laut, sebuah momentum yang tidak hanya merepresentasikan peningkatan tegangan listrik semata, tetapi juga memperlihatkan bagaimana koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi instrumen penting dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini terhambat oleh persoalan infrastruktur energi yang belum sepenuhnya merata.
Kehadiran Bupati Banyuasin dalam agenda tersebut mencerminkan posisi strategis pemerintah kabupaten sebagai garda terdepan dalam menyerap aspirasi masyarakat, terutama terkait persoalan listrik yang selama ini kerap menjadi keluhan berulang di sejumlah wilayah.
Peresmian Grid Extension di Desa Kenten Laut menjadi simbol konkret dari upaya memperkuat kualitas layanan listrik, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak bisa lagi ditunda, mengingat listrik telah menjadi fondasi utama dalam aktivitas sosial dan ekonomi.
Dalam konteks pembangunan daerah, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan PLN menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas institusi yang terstruktur dan responsif.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan bahwa percepatan pengoperasian Grid Extension merupakan hasil dari komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat, yang kemudian diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.
“Keluhan listrik ini dijawab pemerintah melalui PLN dengan gerak cepat dalam pengoperasian Grid Extension. Ini adalah hasil dari komunikasi langsung, sehingga kebutuhan listrik ini tidak bisa ditunda karena listrik merupakan kebutuhan fundamental bagi kehidupan masyarakat Banyuasin,” ujarnya.


Dalam perspektif kebijakan publik, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Bupati Banyuasin H. Askolani dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pembangunan jaringan listrik yang kini telah terealisasi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur, karena atas instruksi beliau kepada PLN, pembangunan langsung dilakukan dan segera dihidupkan. Kalau dulu sering terjadi mati lampu, sekarang masyarakat bisa menikmati listrik sesuai standar kebutuhan penggunaannya,” ungkap Askolani.
“Pernyataan tersebut menggambarkan adanya perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam mengurangi frekuensi pemadaman listrik yang sebelumnya menjadi hambatan dalam aktivitas sehari-hari.”
Namun demikian, keberhasilan ini juga membuka ruang refleksi mengenai pentingnya menjaga konsistensi pembangunan infrastruktur di wilayah lain yang mungkin masih menghadapi persoalan serupa, agar tidak terjadi ketimpangan pelayanan.
Gubernur Herman Deru juga mengingatkan masyarakat agar turut menjaga fasilitas yang telah dibangun, termasuk instalasi listrik, serta memenuhi kewajiban pembayaran tagihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Apresiasi dan terima kasih kepada PLN atas dukungan serta kemudahan fasilitas yang diberikan kepada warga Banyuasin dan masyarakat Sumatera Selatan secara umum,” ujarnya.
Di sisi lain, General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menyoroti peran kepemimpinan dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur listrik di daerah.
Ia menyampaikan bahwa sejak awal bertugas di Sumatera Selatan, dirinya melihat komitmen kuat dari gubernur dalam memastikan listrik menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
“Pak Gubernur selalu menekankan bahwa listrik merupakan komponen penting dalam pembangunan dan kehidupan ekonomi masyarakat, sehingga harus selalu tersedia bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujarnya.
Keterlibatan Bupati Banyuasin dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten tidak hanya berperan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam memastikan implementasi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Penandatanganan Prasasti Kampung Timur di akhir acara menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur listrik.
Kehadiran para kepala organisasi perangkat daerah turut mempertegas bahwa pembangunan sektor energi membutuhkan dukungan lintas sektor agar hasilnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Dalam kerangka yang lebih luas, pembangunan Grid Extension ini memperlihatkan bahwa akses terhadap listrik bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara merata.
Dengan keterlibatan aktif Bupati Banyuasin dalam mendampingi Gubernur Sumatera Selatan, agenda peresmian ini tidak hanya menjadi seremoni administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam memastikan bahwa pelayanan dasar seperti listrik dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkeadilan harus terus dijaga melalui sinergi, transparansi, dan pengawasan publik yang berkelanjutan.




















