Presiden Prabowo Subianto Dorong Swasembada Pangan, Pemerintah Siap Setop Impor Beras, Gula, Garam, dan Jagung

Presiden RI Prabowo Subianto.

aspirasimediarakyat.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi sekaligus Sosialisasi Kebijakan Upah Minimum 2025 yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri pada Senin pagi ini. Ketua Umum Partai Gerindra itu mendadak hadir dalam acara tersebut, menegaskan komitmennya untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2027.

Arief menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan swasembada pangan dilaksanakan secara menyeluruh, melibatkan setiap daerah mulai dari provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. “Dari mulai provinsi, kabupaten, kalau perlu sampai kecamatan,” ucap Arief kepada wartawan di Graha Mandiri, Jakarta, Senin, 9 Desember 2024.

Optimalisasi Produksi Dalam Negeri

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo meminta agar produksi dalam negeri dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan barang. Ia menekankan bahwa setiap kebutuhan barang diharapkan dapat dipenuhi dari dalam negeri. “Ini masalah harga diri bangsa,” kata Arief menirukan Prabowo. Presiden yakin bahwa Indonesia mampu memenuhi semua kebutuhan pangan sendiri tanpa bergantung pada impor dari luar negeri.

Kebijakan Nol Impor

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengumumkan bahwa pemerintah akan menyetop impor beras, gula konsumsi, garam konsumsi, dan jagung untuk pakan ternak mulai tahun depan. Kebijakan ini diambil untuk mendukung program swasembada pangan yang ditargetkan tercapai sebelum tahun 2027. “Kami meyakini swasembada pangan akan tercapai sebelum 2027, paling lama 2027,” kata eks Menteri Perdagangan ini dalam jumpa pers di Graha Mandiri, Jakarta, Senin, 9 Desember 2024.

Stok dan Produksi Pangan

Zulhas menjelaskan bahwa stok beras di masyarakat saat ini lebih dari 8 juta ton, sementara di gudang Perum Bulog terdapat 2 juta ton. Ia menargetkan produksi beras pada akhir tahun ini mencapai 32 juta ton, dengan kebutuhan sebesar 31 juta ton. “Kalau tidak ada halangan yang luar biasa, atau bencana alam, insyaallah nanti kita tidak akan impor lagi,” ujar Zulhas.

Untuk jagung pakan, Zulhas menargetkan produksi nasional pada 2025 mencapai 16,7 juta ton, di atas kebutuhan domestik sebesar 13 juta ton. Dengan surplus ini, ia mengklaim Indonesia berpotensi untuk mengekspor jagung. Sedangkan untuk garam, pemerintah saat ini memiliki stok 800 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi hanya 500 sampai 600 ribu ton. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk tidak lagi mengimpor garam konsumsi.

Baca Juga :  "Kapal Pertamina Terjebak Teluk Persia, Diplomasi Energi Diuji Konflik"

Adapun untuk gula, Zulhas menyebutkan bahwa produksi tahun ini mencapai 2,4 juta ton, naik 200 ribu ton dari tahun lalu. Tahun depan, produksi gula diperkirakan akan menyentuh 2,6 juta ton. Pemerintah akan terus meningkatkan produksi gula melalui pengembangan bibit, pembaruan manajemen perkebunan, dan kerja sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Impor untuk Kebutuhan Industri

Meskipun pemerintah berkomitmen untuk menghentikan impor pangan konsumsi, impor gula, garam, dan jagung pakan untuk kebutuhan industri masih akan dilakukan. Namun, Zulhas menegaskan bahwa intensitas impor akan dikurangi secara bertahap.

Instruksi Presiden Prabowo Subianto dan kebijakan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kemandirian pangan nasional. Dengan optimalisasi produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan pada impor, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan sebelum tahun 2027. Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan harga diri bangsa dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemerintah terus berupaya untuk memastikan bahwa kebijakan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Dengan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat, Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *