Aspirasimediarakyat.com — DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Selatan menggelar Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang serentak sebagai forum konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan lima tahunan, menandai penataan ulang struktur politik internal partai dalam bingkai aturan kepartaian nasional, penguatan disiplin kader, serta perumusan strategi elektoral jangka menengah menuju kontestasi politik 2029 di tengah dinamika demokrasi lokal dan tuntutan publik atas politik yang lebih tertib, rasional, dan berpihak pada kepentingan rakyat luas.
Konferda PDIP Sumsel berlangsung di Grand Ballroom Wyndham Hotel, Jalan Gubernur H A Bastari, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Rabu (17/12/2025). Agenda ini dilanjutkan dengan Konferensi Cabang PDIP kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan yang digelar serentak sesuai mekanisme organisasi partai.
Forum tersebut menghasilkan kepengurusan baru DPD PDIP Sumsel periode 2025–2030. Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, ditetapkan sebagai Ketua DPD, didampingi H M Ilyas Panji Alam sebagai Sekretaris dan Made Irawan sebagai Bendahara, menandai kombinasi kepemimpinan eksekutif daerah dan struktur partai.
Devi Suhartoni menyampaikan rasa syukur atas jalannya Konferda dan Konfercab yang berlangsung lancar dan kondusif. Ia menilai proses demokrasi internal tersebut mencerminkan kematangan organisasi serta kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai.
Dalam pidatonya, Devi menekankan konsep “politik riang gembira” sebagai pendekatan konsolidasi internal. Menurutnya, semangat persatuan di dalam struktur partai menjadi prasyarat utama untuk memenangkan Pemilu Legislatif, Pilkada, dan Pilpres di Sumatera Selatan pada 2029.
Ia juga mengungkapkan optimismenya setelah menerima laporan dan pernyataan kesiapan seluruh DPC PDIP kabupaten dan kota di Sumsel. Devi menyebut, kesiapan struktural tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi politik yang semakin ketat.
Devi menegaskan bahwa soliditas kader merupakan kunci kemenangan. Ia mengingatkan agar tidak ada perpecahan internal, konflik terbuka, maupun perselisihan yang menggerus kepercayaan publik terhadap partai politik sebagai pilar demokrasi.
Strategi pemenangan yang disiapkan, menurut Devi, akan ditempuh melalui konsolidasi berjenjang. DPD akan melakukan roadshow rutin ke tingkat DPC hingga ranting sebagai bagian dari penguatan struktur, pendidikan politik, dan pembinaan kader secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan politik yang dimaksud tidak hanya berorientasi pada elektoral, tetapi juga pada penguatan etika politik, kemampuan komunikasi publik, serta pemahaman regulasi pemerintahan dan kepemiluan.
Dalam konteks Pilkada dan Pilgub Sumsel 2029, Devi menyatakan bahwa setiap partai politik tentu menginginkan kader terbaiknya untuk maju. PDIP, kata dia, akan mendorong figur internal yang memiliki kapasitas, rekam jejak, dan legitimasi publik.
“Di tengah euforia konsolidasi elite, rakyat kerap hanya menjadi penonton yang menanggung dampak janji politik kosong, ketika kekuasaan direbut dengan gegap gempita tetapi kebijakan publik tak kunjung berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat. Demokrasi akan berubah menjadi panggung sandiwara jika partai hanya sibuk mengatur kemenangan sendiri tanpa mengikatkan diri pada amanat konstitusi untuk menyejahterakan rakyat.”
Menanggapi relasi dengan pemerintah dan partai lain, Devi menyampaikan bahwa PDIP memilih sikap kooperatif namun kritis. Ia menegaskan dukungan terhadap pemerintah tetap disertai keberanian menyampaikan kritik secara elegan, intelektual, dan konstitusional.
Menurutnya, politik tidak dijalankan secara soliter. PDIP di Sumsel membuka ruang pertemanan politik lintas partai demi menjaga stabilitas daerah, selama tetap berpijak pada kepentingan publik dan nilai-nilai demokrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Devi juga menyampaikan empati atas bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebut kader-kader PDIP telah berada di lokasi terdampak dan bantuan dari DPP PDIP terus disalurkan.
Untuk wilayah Sumatera Selatan, PDIP disebut telah menyiapkan langkah mitigasi bencana. Devi mengatakan partainya memiliki tenaga ahli di bidang kebencanaan dan rutin berkoordinasi dengan BMKG Sumsel, mengingat tingginya curah hujan di sejumlah daerah.
Relawan kader PDIP yang tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) telah disiagakan. Langkah ini, menurut Devi, merupakan bentuk tanggung jawab sosial partai politik terhadap keselamatan warga, di luar kepentingan elektoral.
Ia menutup arahannya kepada seluruh kader PDIP Sumsel dengan menekankan etika kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Devi menegaskan pentingnya ruang diskusi terbuka, keberanian berdialog, serta kewajiban menjaga nama baik partai sebagai rumah besar perjuangan politik.
Kepengurusan baru DPD PDIP Sumsel membawa tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa konsolidasi internal, disiplin organisasi, dan keberanian bersikap dapat diterjemahkan menjadi kerja politik yang konkret, rasional, dan berpihak pada kepentingan rakyat yang selama ini menuntut kehadiran partai politik tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam keseharian kehidupan sosial dan kebencanaan.



















