“Harga Emas Menguat di Tengah Gejolak Geopolitik Global Awal 2026”

Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 5 Januari 2026, didorong eskalasi geopolitik global, pelemahan dolar AS, dan lonjakan harga emas dunia, memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.

Aspirasimediarakyat.com — Kenaikan harga emas pada Senin, 5 Januari 2026, menandai respons cepat pasar domestik terhadap kombinasi faktor global yang saling bertaut, mulai dari eskalasi geopolitik lintas kawasan, fluktuasi indeks dolar Amerika Serikat, hingga meningkatnya persepsi risiko sistemik, yang mendorong emas kembali menegaskan posisinya sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik internasional yang belum menunjukkan tanda mereda.

Pergerakan harga tersebut tercermin pada seluruh produk emas ritel utama di Indonesia, yakni Antam, Galeri24, dan UBS, yang sama-sama mengalami kenaikan dibandingkan sehari sebelumnya berdasarkan pembaruan resmi dari Pegadaian dan Logam Mulia.

Harga emas Antam tercatat naik Rp33.288 per gram, Galeri24 menguat Rp24.000 per gram, sementara UBS mencatat kenaikan paling tinggi sebesar Rp37.000 per gram dibandingkan posisi harga pada 4 Januari 2026.

Untuk ukuran 1 gram, emas Antam kini diperdagangkan di level Rp2.521.288 per gram, harga yang telah mencakup Pajak Penghasilan sebesar 0,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku, naik signifikan dari posisi sebelumnya di Rp2.488.000 per gram.

Sementara itu, harga emas Galeri24 di Pegadaian mengalami kenaikan dari Rp2.522.000 menjadi Rp2.546.000 per gram, sedangkan emas UBS melonjak dari Rp2.559.000 menjadi Rp2.596.000 per gram, menandai penguatan serempak di seluruh lini produk.

Baca Juga :  "Ekonomi 2026 Didorong Ekspansi, Ujian Nyata di Dapur Rakyat"

Baca Juga :  "Airlangga Hartarto Dorong UMKM Terlibat dalam Distribusi Beras SPHP"

Baca Juga :  "Rencana Bank BUMN Dongkrak Bunga Deposito Valas Jadi 4% Guncang Rupiah, BI Sibuk Intervensi"

Berdasarkan data Pegadaian per 5 Januari 2026, harga emas Galeri24 untuk pecahan 0,5 gram berada di Rp1.335.000, 2 gram Rp5.014.000, 5 gram Rp12.443.000, hingga 1.000 gram mencapai Rp2.466.505.000.

Adapun harga emas UBS tercatat Rp1.404.000 untuk 0,5 gram, Rp5.152.000 untuk 2 gram, Rp12.731.000 untuk 5 gram, dan Rp1.258.937.000 untuk ukuran 500 gram, mencerminkan minat pasar yang tetap tinggi pada emas cetakan swasta.

Di sisi lain, pemantauan harga emas Antam melalui Logam Mulia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan konsistensi kenaikan pada seluruh pecahan, mulai dari 0,5 gram seharga Rp1.310.769 hingga 1.000 gram yang kini berada di level Rp2.461.739.000.

Harga emas Antam tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan perpajakan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017, yang menjadi dasar pemungutan pajak atas transaksi logam mulia di dalam negeri.

Tren penguatan emas di awal tahun ini tidak hanya dipicu oleh dinamika permintaan domestik, melainkan juga oleh tekanan eksternal yang semakin kompleks dan berlapis, sehingga mempengaruhi psikologi investor secara global.

“Dalam situasi ketika konflik bersenjata, intervensi militer, dan krisis politik menjadi komoditas harian dalam percaturan global, emas kembali menjadi benteng terakhir bagi publik yang muak melihat nilai tabungan tergerus oleh gejolak yang diciptakan kekuasaan tanpa kendali.”

Pengamat Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa lonjakan harga emas dunia menjadi faktor kunci yang mendorong kenaikan harga logam mulia di dalam negeri, terutama jika harga global menembus level USD 4.426 per troy ounce.

Menurutnya, apabila level tersebut tercapai, maka harga emas domestik berpotensi diperdagangkan di kisaran Rp2.518.000 per gram, dengan peluang kenaikan lanjutan dalam waktu relatif singkat.

Ibrahim juga memproyeksikan bahwa dalam rentang satu pekan, apabila harga emas dunia menguat hingga USD 4.505 per troy ounce, maka harga emas Antam berpotensi menembus level Rp2.610.000 per gram.

Baca Juga :  "Konsorsium LG Hengkang dari Proyek Baterai RI Senilai Rp130 Triliun: Apa yang Terjadi?"

Baca Juga :  "Perry: BI-Rate Naik, Tapi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Dalam Jalur Aman"

Baca Juga :  "Fajriyah Usman: Harga LNG Mengikuti Formula Global, Industri Waspadai Beban Baru"

Selain geopolitik, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat turut menjadi variabel penting, di mana pelemahan dolar dari level 98,378 membuka ruang penguatan lebih lanjut bagi harga emas sebagai aset lindung nilai.

Tekanan geopolitik global semakin nyata dengan memanasnya konflik Rusia–Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, hingga eskalasi di Amerika Latin yang dipicu oleh operasi militer Amerika Serikat di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Ketika darah, sanksi, dan manuver militer dijadikan alat tawar-menawar geopolitik, rakyat dunia dipaksa membayar mahal melalui lonjakan harga, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi yang menjalar hingga dapur rumah tangga.

Ibrahim menilai kondisi tersebut diperparah oleh dinamika politik internal Amerika Serikat serta kebijakan moneter longgar melalui stimulus pembelian obligasi senilai USD 40 miliar per bulan, yang secara historis cenderung mendorong harga emas naik.

Kombinasi konflik bersenjata, ketegangan politik global, pelemahan mata uang, dan kebijakan moneter ekspansif akhirnya membentuk satu kesimpulan besar bahwa kenaikan harga emas bukan sekadar fenomena pasar, melainkan cermin kegelisahan dunia yang terus menumpuk, sementara masyarakat hanya berupaya menjaga nilai jerih payahnya agar tidak tenggelam dalam badai ketidakpastian global.


Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *