Daerah  

“Halal Bihalal Mangun Jaya Perkuat Sinergi Sosial dan Arah Pembangunan Daerah”

Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H. menghadiri kegiatan halal bihalal di Kelurahan Mangun Jaya sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi pasca Idul Fitri, sekaligus menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat serta mengajak seluruh elemen warga untuk memperkuat kebersamaan, menjaga ketertiban lingkungan, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah.

Aspirasimediarakyat.com — Halal bihalal di Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, menjadi panggung pertemuan antara simbol kekuasaan dan denyut masyarakat, di mana Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H. tidak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai representasi komitmen pemerintah dalam merawat kohesi sosial sekaligus memastikan distribusi perhatian negara menjangkau lapisan warga pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Suasana halaman Kantor Lurah Mangun Jaya berubah menjadi ruang interaksi sosial yang cair, di mana silaturahmi pasca Lebaran tidak sekadar ritual budaya, melainkan menjadi sarana komunikasi politik yang lebih humanis antara pemerintah daerah dan masyarakat akar rumput.

Kehadiran Bupati Muba di tengah padatnya agenda pemerintahan menunjukkan adanya upaya menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat, sebuah pendekatan yang dalam praktik pemerintahan modern sering dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat legitimasi sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting daerah, mulai dari Ketua Komisi I DPRD Muba Indra Kesumajaya, S.H., M.Si., Kepala Dinas PMD Muba Ali Badri, S.T., M.T., hingga jajaran perangkat daerah lainnya, termasuk unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran lintas elemen pemerintahan ini memperlihatkan adanya orkestrasi birokrasi yang berupaya tampil solid di ruang publik, sekaligus menegaskan bahwa kegiatan seremonial seperti halal bihalal dapat berfungsi sebagai medium konsolidasi kelembagaan.

Suasana hangat Halal Bihalal Mangun Jaya menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi sosial, tetapi juga menjadi ruang menyatukan visi dalam mendorong arah pembangunan daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan merata, demi kesejahteraan bersama serta kemajuan yang dirasakan hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  "Kerusuhan Yalimo: Bara Ketidakadilan, Luka Sosial, dan Jejak Para Garong Berdasi"

Baca Juga :  "Empat Bocah Tewas dalam Kebakaran di Desa Rasuan, Warga Tuntut Jawaban Atas Kelalaian"

Baca Juga :  Ratusan Warga Desa Kedungoleng Gelar Demo Tuntut Transparansi Anggaran Desa

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, yang melibatkan kolaborasi antara Dinas Sosial Muba, Dinas Ketahanan Pangan Muba, serta Baznas Muba.

Bantuan yang disalurkan mencakup paket sembako, bantuan pangan, kursi roda, hingga dukungan bagi pengurus masjid, yang secara substansi merefleksikan peran negara dalam menjamin kesejahteraan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Dalam perspektif kebijakan publik, distribusi bantuan semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi jangka pendek, tetapi juga menjadi indikator sejauh mana pemerintah daerah mampu mengintegrasikan program kesejahteraan sosial secara tepat sasaran.

Bupati Toha dalam sambutannya menegaskan bahwa halal bihalal memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ikatan sosial dan memperkokoh persatuan masyarakat.

“Halal bihalal bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, memperkokoh persatuan, dan mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Toha.

Pernyataan tersebut mengandung pesan implisit bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas hubungan sosial yang menjadi fondasi stabilitas masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap masyarakat Kelurahan Mangun Jaya yang dinilai mampu menjaga kekompakan dan semangat gotong royong, nilai yang dalam konteks pembangunan sering dianggap sebagai modal sosial yang tak tergantikan.

“Dalam kerangka hukum dan tata kelola pemerintahan daerah, partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu pilar penting sebagaimana diamanatkan dalam prinsip-prinsip good governance yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan publik.”

Bupati Toha juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan daerah, menjaga keamanan, serta meningkatkan kepedulian sosial, sebuah ajakan yang menempatkan warga bukan hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek pembangunan.

“Melalui kesempatan ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program pembangunan daerah, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta meningkatkan kepedulian sosial antar sesama,” katanya.

Ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang disampaikan Bupati di akhir sambutan menegaskan dimensi spiritual dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat, yang dalam konteks budaya Indonesia memiliki nilai simbolik yang kuat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin, semoga kita semua dapat saling memaafkan dan mempererat kebersamaan,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Mangun Jaya Fitria, S.Pd., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran, sekaligus menggarisbawahi pentingnya momentum ini sebagai awal penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga :  Aksi Damai Aliansi Masyarakat Peduli OKU Tolak Kenaikan Tarif PDAM 100 Persen

Baca Juga :  "Askolani: Banyuasin Harus Tetap Kompak Tingkatkan Produksi Pangan Nasional Berkelanjutan"

Baca Juga :  "WFA Diterapkan di Muba, Digitalisasi Jadi Penopang Layanan Publik"

Ia menilai bahwa kegiatan halal bihalal dapat menjadi titik tolak bagi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung visi “Muba Maju Lebih Cepat.”

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran atas kehadirannya serta bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat kami. Semoga melalui momentum ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat,” pungkas Fitria.

Di balik suasana hangat penuh saling sapa dan senyum, kegiatan ini menyimpan pesan yang lebih dalam tentang bagaimana negara hadir melalui pendekatan yang tidak selalu formal dan kaku, melainkan melalui sentuhan sosial yang membangun kepercayaan publik secara perlahan namun berkelanjutan.

Kebersamaan yang terbangun dalam ruang sederhana seperti halaman kantor kelurahan menjadi refleksi bahwa pembangunan bukan hanya tentang angka dan proyek, melainkan tentang hubungan manusia, kepercayaan, dan rasa memiliki terhadap arah kebijakan yang dijalankan.

Kegiatan semacam ini mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari keseimbangan antara kebijakan struktural dan pendekatan kultural, di mana masyarakat tidak hanya dilibatkan, tetapi juga dihargai sebagai bagian integral dari proses perubahan yang berlangsung.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *