Aspirasimediarakyat.com, Gorontalo — Menjelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Provinsi Gorontalo, denyut kesiapan daerah mulai bergerak lebih cepat dari biasanya, memperlihatkan bagaimana satu agenda kenegaraan bukan sekadar seremoni protokoler, melainkan cermin kemampuan negara dalam mengorkestrasi keamanan, pelayanan publik, disiplin birokrasi, dan ketahanan koordinasi antarlembaga di hadapan sorotan masyarakat luas.
Persiapan menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, mulai terlihat intens sejak Jumat, 8 Mei 2026, terutama di sejumlah titik strategis di Provinsi Gorontalo.
Pantauan di Bandara Djalaluddin Gorontalo menunjukkan aktivitas pengamanan dan distribusi logistik VVIP telah dimulai sejak siang hari. Aktivitas itu menandai aktifnya tim pendahulu kepresidenan dalam memastikan seluruh kebutuhan teknis dan keamanan berjalan sesuai standar.
Satu unit pesawat angkut berat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara tampak mendarat di apron bandara membawa personel pengamanan beserta perlengkapan pendukung kunjungan Presiden.
Sejumlah prajurit TNI terlihat bersiaga di sekitar area pesawat selama proses bongkar muat berlangsung. Situasi tersebut menjadi gambaran bagaimana prosedur pengamanan VVIP dijalankan secara disiplin dan berlapis.
Beberapa kendaraan logistik juga diturunkan langsung dari badan pesawat. Armada tersebut dipersiapkan untuk mendukung mobilitas pengamanan, komunikasi, hingga kebutuhan teknis selama agenda Presiden berlangsung di Gorontalo.
terparkir di apron Bandara Djalaluddin, Jumat (8/5/2026), membawa personel dan logistik VVIP sebagai bagian dari operasi pengamanan berlapis menjelang kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Gorontalo—menandai dimulainya orkestrasi protokol kenegaraan di Bumi Serambi Madinah.
Tak lama setelah proses itu, satu unit kendaraan taktis Maung MV3 Garuda berwarna putih terlihat berada di kawasan bandara. Kehadirannya menarik perhatian karena kendaraan tersebut dikenal sebagai salah satu simbol modernisasi alat utama sistem pertahanan nasional.
Kendaraan produksi PT Pindad itu diparkir di area teduh kompleks bandara dengan pengamanan terbatas. Secara visual, Maung MV3 Garuda tampil kokoh dengan desain grille depan besar dan bodi bergaya SUV taktis.
Meski belum menggunakan pelat nomor khusus “Indonesia 1”, kendaraan tersebut diduga menjadi salah satu armada yang akan digunakan Presiden Prabowo selama menjalankan kegiatan di Gorontalo.
Kedatangan kendaraan dan perlengkapan pengamanan lebih awal merupakan bagian dari prosedur tetap pengamanan VVIP, sebuah mekanisme baku yang dirancang untuk meminimalkan risiko dan memastikan kepala negara dapat menjalankan agenda tanpa hambatan.
Presiden Prabowo dijadwalkan tiba di Gorontalo usai menyelesaikan agenda internasionalnya di Filipina. Sebelumnya, ia menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN bersama para pemimpin negara-negara Asia Tenggara.
Perpindahan dari forum diplomasi internasional ke agenda domestik di daerah memperlihatkan dua wajah kepemimpinan negara: satu bergerak di panggung global, satunya lagi menyentuh langsung kebutuhan pembangunan di tingkat lokal.
Dalam kunjungan kerja ke Gorontalo, Presiden dijadwalkan meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berada di Kelurahan Leato, Kota Gorontalo.
Program KNMP sendiri diposisikan sebagai salah satu proyek pengembangan kawasan pesisir yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat nelayan, meningkatkan kualitas hunian, dan memperbaiki ekosistem ekonomi pesisir.
“Secara kebijakan, program semacam ini menjadi penting karena sektor kelautan dan perikanan selama bertahun-tahun kerap dipuji sebagai tulang punggung ekonomi maritim, tetapi belum selalu diikuti pemerataan kesejahteraan bagi nelayan kecil.”
Selain agenda peresmian, kunjungan Presiden diperkirakan akan dihadiri sejumlah pejabat kementerian serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo.
Menjelang kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu, aparat gabungan TNI-Polri mulai memperketat pengamanan di berbagai titik strategis. Sterilisasi jalur dilakukan mulai dari Bandara Djalaluddin menuju pusat Kota Gorontalo hingga kawasan pelabuhan dan lokasi kegiatan Presiden.
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, menegaskan seluruh unsur daerah telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi seluruh agenda Presiden selama berada di Gorontalo.
“Kita siap memfasilitasi setiap aktivitas dan kegiatan Pak Presiden RI di Gorontalo, insya Allah besok,” ujar Sofian Ibrahim usai rapat koordinasi di Eljie Hotel Gorontalo, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu informasi resmi dari Sekretariat Presiden terkait detail akhir agenda, termasuk waktu kedatangan dan lokasi kunjungan. Namun demikian, persiapan teknis dan keamanan tetap dijalankan tanpa menunggu seluruh detail final turun dari pusat.
Menurut Sofian, pengamanan akan melibatkan sekitar 1.700 personel gabungan, terdiri atas sekitar 1.100 personel TNI dan sekitar 500 personel dari Polda Gorontalo, ditambah unsur Lanal, Satradar, dan dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa kunjungan Presiden bukan sekadar perjalanan kepala negara, melainkan operasi koordinasi besar yang melibatkan disiplin antarlembaga. Publik tentu berharap energi besar yang dikerahkan untuk pengamanan ini sejalan dengan manfaat substantif kunjungan itu sendiri—bahwa kehadiran Presiden tidak berhenti sebagai simbol protokol, tetapi benar-benar menghadirkan pesan konkret tentang pembangunan, pemerataan, dan keberpihakan negara kepada masyarakat daerah yang selama ini menunggu sentuhan nyata kebijakan nasional.
Editor: Kalturo




















