Aspirasimediarakyat.com — Momentum Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk mempererat hubungan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak hanya merepresentasikan tradisi sosial keagamaan, tetapi juga menjadi cermin penting bagaimana komunikasi lintas pemerintahan dibangun, diuji, dan diarahkan untuk menjawab tuntutan publik terhadap efektivitas pembangunan daerah yang semakin kompleks di tengah dinamika birokrasi, kebutuhan percepatan pelayanan, serta harapan masyarakat akan tata kelola pemerintahan yang responsif dan berkelanjutan.
Perayaan Idulfitri menjadi ruang yang dimanfaatkan secara strategis oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk memperkuat jalinan silaturahmi sekaligus membangun sinergi lintas sektor pemerintahan yang selama ini menjadi fondasi dalam pelaksanaan kebijakan publik.

Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet, S.H. bersama Wakil Bupati Abdur Rohman Husen memimpin langsung rombongan yang terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam agenda halal bihalal dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai unsur penting dalam struktur pemerintahan daerah, mulai dari Sekretaris Daerah Drs. Syafaruddin, M.Si., Ketua TP PKK Hj Patimah Toha, Staf Ahli TP PKK Liliyani A Rohman Husen S.Pd., Ketua DWP Siti Fatimah Syafaruddin, hingga seluruh kepala perangkat daerah dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa sinergi yang dibangun tidak bersifat parsial, melainkan mencakup keseluruhan lini birokrasi yang memiliki peran dalam pelaksanaan program pembangunan.
Rangkaian kegiatan dilakukan dengan mengunjungi sejumlah rumah dinas pejabat strategis di Sumatera Selatan, termasuk Griya Agung sebagai kediaman Gubernur, rumah dinas Wakil Gubernur, serta kediaman Ketua DPRD Sumsel.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi informal yang memungkinkan terbangunnya hubungan yang lebih cair di luar forum formal pemerintahan.
Bupati HM Toha Tohet menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana penting untuk memperkuat komunikasi yang menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
“Momentum Idulfitri ini kita manfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Muba,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis pada hubungan interpersonal yang kuat antar pemangku kepentingan.
Wakil Bupati Abdur Rohman Husen menambahkan bahwa hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan Forkopimda menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas wilayah. “Sinergi antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta mempercepat pembangunan di Musi Banyuasin,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor yang terjaga akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat. “Dengan silaturahmi yang terus terjaga, kita optimistis kolaborasi lintas sektor akan semakin solid, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
“Hubungan antar lembaga pemerintahan sering kali diwarnai oleh tarik-menarik kepentingan, fragmentasi kebijakan, serta ego sektoral yang berpotensi menghambat efektivitas pembangunan, sehingga ruang-ruang komunikasi seperti halal bihalal menjadi penting bukan hanya sebagai simbol persatuan, tetapi sebagai mekanisme sosial yang memungkinkan terbangunnya keselarasan visi di tengah kompleksitas birokrasi yang kerap berjalan dalam jalurnya masing-masing tanpa koordinasi yang optimal.”
Kepentingan publik tidak boleh dikorbankan hanya karena lemahnya koordinasi antar lembaga yang seharusnya bekerja dalam satu arah pembangunan yang sama.
Setiap bentuk sinergi yang dibangun harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar seremoni yang berhenti pada simbol kebersamaan.
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M. memberikan apresiasi terhadap kekompakan Forkopimda Musi Banyuasin yang dinilai mampu menjaga stabilitas daerah. “Terus jaga kekompakan dan pertahankan Kabupaten Muba menjadi daerah zero konflik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa stabilitas sosial merupakan prasyarat penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik utama masyarakat Sumatera Selatan. “Keberagaman suku, agama, dan budaya di Sumsel merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama,” ungkapnya.
Dalam konteks tata kelola pemerintahan, keberagaman yang terkelola dengan baik dapat menjadi modal sosial yang memperkuat integrasi kebijakan dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan.
Sebaliknya, tanpa pengelolaan yang tepat, keberagaman berpotensi menjadi sumber friksi yang menghambat stabilitas dan efektivitas pemerintahan.
Halal bihalal yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu menyiratkan bahwa komunikasi yang hangat di tingkat elit pemerintahan harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang terukur, terintegrasi, dan berdampak langsung pada masyarakat, karena di tengah tuntutan publik yang semakin kritis, legitimasi pemerintah tidak lagi hanya dibangun melalui simbol kebersamaan, tetapi melalui konsistensi tindakan, keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan umum, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara stabilitas sosial dan percepatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.


















