Daerah  

“Flyover Batubara Babat Supat Dibangun, Deru dan Toha Tekankan Keselamatan Publik”

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., melakukan groundbreaking pembangunan flyover dan jalan khusus angkutan batubara di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat sebagai upaya menata transportasi tambang agar lebih aman bagi masyarakat.

Aspirasimediarakyat.com — Dimulainya pembangunan flyover dan jalan khusus angkutan batubara di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, menandai babak baru dalam upaya menata lalu lintas industri pertambangan yang selama ini bersinggungan dengan jalan umum, sebuah proyek infrastruktur yang tidak hanya menyentuh persoalan mobilitas logistik, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pertambangan, serta harapan publik agar aktivitas ekonomi besar tidak lagi berjalan di atas risiko keselamatan pengguna jalan.

Pembangunan flyover dan jalan khusus tersebut merupakan proyek milik PT Baturona Adimulya yang secara resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat, Rabu (11/03/2026).

Peresmian proyek strategis ini menjadi salah satu langkah penting dalam menata sistem transportasi angkutan batubara di wilayah Sumatera Selatan, terutama di kawasan Musi Banyuasin yang selama bertahun-tahun menjadi jalur penting aktivitas pertambangan.

Selama ini, lalu lintas kendaraan pengangkut batubara kerap bersinggungan langsung dengan jalan umum yang digunakan masyarakat, sehingga memunculkan persoalan keselamatan, kemacetan, hingga potensi konflik sosial di berbagai titik jalur transportasi.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah provinsi sejak lama telah mengingatkan perusahaan-perusahaan pertambangan agar tidak lagi menggunakan jalan negara sebagai jalur angkutan batubara, sebagaimana diatur dalam berbagai ketentuan perundang-undangan di sektor energi dan sumber daya mineral.

Baca Juga :  DPW Gencar Sumsel Laporkan Kreator Konten Willie Salim ke Polda Sumsel

Baca Juga :  "HUT OKU Selatan Uji Komitmen Pembangunan dan Realitas Infrastruktur Daerah"

Baca Juga :  Jakor Sumsel Unjuk Rasa di Polda Sumsel, Tuntut Tindakan Tegas Terhadap Dugaan Tumpahan Minyak Ilegal

Menurutnya, pembangunan jalan khusus merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan tambang sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada perusahaan yang memiliki komitmen untuk membangun infrastruktur khusus tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib dan aman.

“Kita tidak menutup mata bahwa investasi ini membawa manfaat bagi daerah, terutama dalam membuka lapangan kerja. Namun yang kita harapkan adalah ketaatan perusahaan terhadap kewajiban pajak maupun PNBP. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus kita pupuk,” ujar Herman Deru.

Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan angkutan batubara terhadap jalan umum yang selama ini menjadi sumber persoalan transportasi di sejumlah wilayah tambang.

Penggunaan jalan negara oleh kendaraan tambang bukan hanya persoalan teknis transportasi, melainkan juga menyentuh prinsip keadilan ruang publik yang seharusnya diprioritaskan bagi keselamatan masyarakat luas.

Jalan raya tidak boleh berubah menjadi koridor industri yang mengorbankan keselamatan warga hanya karena kepentingan logistik komoditas tambang.

Pemerintah provinsi juga mengingatkan bahwa pembangunan jalan khusus batubara sebenarnya telah mulai diupayakan sejak tahun 2011 oleh beberapa pihak, meskipun realisasinya pada masa itu belum berjalan optimal.

Setelah terbitnya regulasi pada tahun 2018 yang secara tegas mewajibkan angkutan batubara melalui jalan khusus, pembangunan infrastruktur transportasi tambang mulai berkembang lebih pesat di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

Karena itu, Herman Deru berharap pembangunan flyover dan jalur khusus ini dapat menjadi contoh nyata bagi perusahaan pertambangan lainnya agar segera mengikuti langkah serupa.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., melakukan groundbreaking pembangunan flyover dan jalan khusus angkutan batubara milik PT Baturona Adimulya di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat. Proyek ini diharapkan mampu menata transportasi tambang agar lebih tertib serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan umum.

“Saya mengapresiasi langkah ini dan berharap perusahaan lain juga mengikuti. Pemerintah tentu akan terus mendorong upaya-upaya yang mendukung ketertiban transportasi batubara,” tegasnya.

Selain persoalan transportasi, Gubernur juga menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan selama menjalankan aktivitas pertambangan.

“Aktivitas eksploitasi sumber daya alam yang tidak disertai komitmen pemulihan lingkungan hanya akan meninggalkan kerusakan ekologis yang harus ditanggung masyarakat dalam jangka panjang.”

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mendukung penuh pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus memperkuat iklim investasi daerah.

Menurutnya, pembangunan overpass atau flyover tersebut merupakan langkah strategis untuk mengurai potensi konflik antara angkutan batubara dan pengguna jalan umum yang selama ini sering terjadi di sejumlah wilayah tambang.

Baca Juga :  "Konflik Siswa di Muba Uji Komitmen Perlindungan Hak Pendidikan"

Baca Juga :  "Kami Tidak Punya Cash Flow, Alarm Fiskal Daerah Kian Nyaring Terdengar"

Baca Juga :  "PKK Sumsel Perkuat Akar Rumput Lewat Evaluasi Program Prabumulih"

“Pembangunan overpass ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan ini,” ujar Toha Tohet.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap terbuka terhadap investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, selama kegiatan tersebut dijalankan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

Bupati juga berharap proses pembangunan flyover tersebut dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, serta tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan kualitas konstruksi yang baik.

Optimisme pemerintah daerah terhadap proyek ini tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi industri, tetapi juga pada dampak ekonomi yang diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar melalui aktivitas ekonomi baru yang tumbuh di kawasan tersebut.

Keberadaan infrastruktur khusus angkutan batubara seperti flyover di Babat Supat menjadi pengingat bahwa pembangunan industri harus berjalan berdampingan dengan keselamatan masyarakat, kepatuhan terhadap hukum, serta tanggung jawab lingkungan agar kemajuan ekonomi tidak meninggalkan jejak risiko bagi ruang hidup warga.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *