Daerah  

DPW Gencar Sumsel Laporkan Kreator Konten Willie Salim ke Polda Sumsel

DPW Gencar Sumsel laporkan Willie Salim ke Polda atas konten rendang di BKB yang dinilai merusak citra Palembang.

aspirasimediarakyat.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Sumatera Selatan (Sumsel) resmi melaporkan kreator konten ternama, Willie Salim, ke Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel pada Sabtu (22/3/2025). Langkah ini diambil sebagai respons atas konten masak besar rendang yang dilakukan di halaman Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. DPW Gencar Sumsel menilai bahwa aksi tersebut merusak citra masyarakat Kota Palembang.

Ketua DPP Gencar Indonesia, Charma Afrianto, membenarkan laporan ini. Ia menjelaskan bahwa pelaporan kepada pihak kepolisian dilakukan oleh tim DPW Gencar Sumsel yang dipimpin langsung oleh Riko Fernando. “Benar, DPW Gencar Sumsel dikomandoi oleh Riko Fernando melaporkan Willie Salim ke Polda Sumsel,” ujar Charma.

Pihak DPW Gencar Sumsel menduga bahwa Willie Salim telah melakukan pelanggaran yang berhubungan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Laporan tersebut diterima oleh petugas dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel dan langsung diproses dengan pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) pada hari yang sama.

Dalam pelaporan ini, DPW Gencar Sumsel didampingi oleh dua pengacara, yakni Ustadz Dasril dan Tabrani. Charma menambahkan bahwa tim pelapor telah membawa sejumlah bukti pendukung terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Willie Salim. “Laporan dari tim yang didampingi oleh Pengacara Ustadz Dasril dan Tabrani diterima oleh petugas dan dilakukan laporan serta BAP malam ini,” jelasnya.

Bukti-bukti yang disertakan dalam laporan mencakup percakapan di Instagram yang mengindikasikan bahwa konten masak besar rendang di halaman BKB adalah sebuah rekayasa atau settingan. Menurut Charma, konten tersebut tidak hanya menciptakan kesan negatif, tetapi juga dianggap merugikan marwah masyarakat Kota Palembang. “Rombongan menyertakan bukti-bukti dari Instagram terkait percakapan, bahwa itu adalah settingan,” tukas Charma.

Aksi Willie Salim di BKB, yang menjadi pusat perhatian publik, telah menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Benteng Kuto Besak merupakan salah satu ikon bersejarah Kota Palembang yang memiliki nilai budaya tinggi. DPW Gencar Sumsel menilai bahwa kegiatan tersebut telah mencederai kehormatan tempat tersebut dan memperburuk citra masyarakat lokal.

Riko Fernando, selaku Ketua DPW Gencar Sumsel, menjelaskan bahwa langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab yang berpotensi merugikan masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa laporan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap nama baik Kota Palembang.

Dukungan terhadap pelaporan ini tidak hanya datang dari internal DPW Gencar Sumsel, tetapi juga dari masyarakat yang merasa aksi Willie Salim tidak pantas dilakukan di lokasi bersejarah. Banyak warga menyuarakan keberatan mereka terhadap konten tersebut, baik melalui media sosial maupun forum diskusi publik.

Baca Juga :  "219 Social Assistance Beneficiaries Removed Due to Online Gambling in Karawang"

Benteng Kuto Besak, sebagai salah satu landmark Kota Palembang, memiliki nilai simbolis yang kuat. Kegiatan yang dilakukan di tempat tersebut seharusnya mendukung upaya pelestarian budaya dan sejarah, bukan sebaliknya. Kritik terhadap konten masak besar rendang yang viral ini menjadi pengingat bagi kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam memilih tema dan lokasi pembuatan konten mereka.

Charma juga menekankan pentingnya menjaga marwah masyarakat Kota Palembang dalam setiap aktivitas publik yang dilakukan oleh pihak luar. “Kami berharap aksi seperti ini tidak terulang di masa depan. Kreator konten harus lebih bijak dalam berkarya,” tuturnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian melalui Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel menyatakan komitmennya untuk memproses laporan ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik akan meneliti bukti-bukti yang telah diserahkan oleh tim DPW Gencar Sumsel untuk memastikan kebenaran dari dugaan pelanggaran tersebut.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi kreator konten tentang dampak dari setiap tindakan yang mereka lakukan, terutama ketika melibatkan tempat-tempat yang memiliki nilai budaya dan sejarah. Publik berharap bahwa langkah hukum yang diambil oleh DPW Gencar Sumsel dapat memberikan efek positif dalam menjaga citra Kota Palembang.

Aksi ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya peran aktif dalam melindungi warisan budaya dan sejarah yang dimiliki oleh kota mereka. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait menjadi kunci untuk menjaga kehormatan dan identitas tempat-tempat bersejarah seperti Benteng Kuto Besak.

Melalui laporan ini, DPW Gencar Sumsel menunjukkan komitmen mereka untuk mempertahankan nilai-nilai yang dijunjung oleh masyarakat Palembang. Dengan adanya tindakan hukum yang tegas, diharapkan pelanggaran serupa dapat diminimalkan di masa mendatang, serta kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga marwah kota dapat terus meningkat.

 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *