Aspirasimediarakyat.com, Palembang — Saat banyak sektor ekonomi diuji oleh perubahan zaman yang bergerak cepat dan kompetisi pasar yang makin menembus batas-batas wilayah, denyut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah justru kembali terdengar paling nyaring sebagai penopang utama ekonomi kerakyatan—sebuah kekuatan akar rumput yang bekerja tanpa banyak sorak, namun konsisten menjaga perputaran ekonomi, membuka ruang hidup bagi jutaan keluarga, dan memastikan optimisme pembangunan tetap tumbuh dari bawah.
Kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia hadir sebagai ruang konsolidasi ekonomi rakyat—mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, komunitas, regulator, hingga sektor perbankan dalam satu simpul besar bernama kolaborasi.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa UMKM adalah salah satu kekuatan utama dalam membangun ekonomi daerah. Menurutnya, UMKM tidak hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga menciptakan pekerjaan dan menjadi ruang tumbuh kreativitas warga.
Pernyataan itu terasa relevan. Di tengah perlambatan global, UMKM sering kali menjadi bantalan ekonomi yang bekerja tanpa banyak sorotan—menjaga konsumsi domestik tetap bergerak dan memastikan dapur rakyat tetap mengepul.
“Di era yang serba digital saat ini, edukasi mengenai pengembangan usaha berbasis digital sangat dibutuhkan, baik bagi UMKM yang sudah lama berjalan maupun yang baru memulai usaha,” ujar Herman Deru.


“Pernyataan itu menegaskan satu realitas baru: dunia usaha telah berubah. Pasar tidak lagi sekadar berada di toko fisik, melainkan berpindah ke layar ponsel, media sosial, dan platform digital yang menuntut adaptasi cepat.”
Karena itu, menurut Herman Deru, pengetahuan mengenai manajemen bisnis, strategi pemasaran, dan transformasi digital harus menjadi modal baru bagi pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang.
Melalui jambore tersebut, Herman Deru berharap lahir ide-ide segar, inovasi baru, dan jejaring usaha yang semakin kuat antar pelaku UMKM di Sumatera Selatan.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Di era kompetisi modern, pelaku usaha kecil tidak cukup hanya mengandalkan produk bagus; mereka membutuhkan ekosistem yang saling menguatkan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sementara itu, Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata tingginya antusiasme para pelaku UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Menurut Askolani, geliat para pelaku usaha kecil menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan di Sumatera Selatan tetap hidup dan bahkan tumbuh semakin kuat di tengah tantangan ekonomi yang tidak sederhana.
Ketua FORKETAS Sumsel, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Jambore UMKM 2026 dirancang sebagai ruang pemberdayaan menyeluruh, bukan sekadar pameran produk.
Rangkaian kegiatan yang disiapkan mencakup bazar UMKM, workshop, talkshow inspiratif, lomba UMKM, hiburan, awarding, malam keakraban, fun walk, hingga penanaman pohon sebagai simbol keberlanjutan.
Pesan yang ingin dibangun jelas: UMKM bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga tentang membangun komunitas, solidaritas, dan masa depan usaha yang lebih berdaya tahan.
Dalam kesempatan itu juga diserahkan UMKM Award kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam penguatan ekosistem usaha mikro, termasuk Bupati Banyuasin, Bank Indonesia, L2DIKTI, dan BKKBN.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Komitmen Pelaku UMKM Sumsel dalam Penerapan Perlindungan Konsumen, ditandai dengan penandatanganan piagam komitmen bersama.
Langkah itu penting, sebab pertumbuhan ekonomi yang sehat tak boleh hanya mengejar omzet dan ekspansi, tetapi juga harus menjaga kepercayaan publik melalui perlindungan terhadap konsumen.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia HD, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono, Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Ratu Dewa, Ketua KORMI Sumsel Samantha Tivani HD, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Jambore UMKM FORKETAS 2026 menjadi pengingat penting bahwa kekuatan ekonomi daerah sesungguhnya tidak hanya dibangun dari investasi besar dan proyek-proyek monumental, melainkan dari keberanian merawat jutaan usaha kecil agar terus hidup dan naik kelas—sebab di tangan para pelaku UMKM itulah ekonomi rakyat berdenyut, harapan keluarga-keluarga kecil dititipkan, dan cita-cita tentang kesejahteraan yang lebih merata perlahan dijahit menjadi kenyataan bersama.
Editor: Kalturo




















