aspirasimediarakyat.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan 17 hektare lahan di berbagai daerah untuk mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan hunian terintegrasi. Langkah ini dilakukan sebagai dukungan terhadap program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penyebaran Lahan TOD di Berbagai Lokasi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan bahwa 17 hektare lahan tersebut tersebar di lima lokasi, yaitu di sekitar stasiun Purwosari dan Solo Balapan di Solo, di sekitar stasiun Gubeng di Surabaya, serta di sekitar stasiun Cigayur dan Sudimara di BSD, Tangerang. “Pembangunan rumah di sekitar stasiun milik PT KAI bisa mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan hunian terintegrasi. Jadi hunian vertikal yang dekat dengan moda transportasi kereta api sehingga mempermudah mobilisasi masyarakat saat bekerja,” ujar Erick dalam keterangan resmi, Rabu (27/11/2024).
Kerjasama dengan Perum Perumnas
Asal tahu saja, PT KAI telah bekerja sama dengan Perum Perumnas untuk membangun empat hunian berbasis TOD di sejumlah titik stasiun, antara lain di Semesta Mahata Serpong, Semesta Mahata Margonda, Semesta Mahata Tanjung Barat, dan Semesta Parayasa. Kerjasama ini bertujuan untuk menyediakan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan di Stasiun Manggarai
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan PT KAI untuk menyusun perencanaan program penataan kawasan permukiman di sekitar Stasiun Manggarai. “Kami berharap PT KAI terlebih dulu bisa melakukan survei dan pendataan hunian yang ada di lahan negara yang ada di sekitar kawasan Stasiun Manggarai,” kata Ara.
Ara menuturkan bahwa lahan negara yang menjadi aset PT KAI tentunya bisa menjadi lokasi pembangunan rumah rakyat. Apalagi, lokasinya berada di kawasan strategis di perkotaan sehingga bisa menjadi hunian yang layak bagi masyarakat. “Ini diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara yang ada di kawasan perkotaan sehingga dapat menjadi lokasi pembangunan hunian bagi rakyat sekaligus mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah,” tambahnya.
Program 3 Juta Rumah
Program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, terutama di daerah perkotaan yang strategis. Dengan mengembangkan kawasan TOD, pemerintah berharap dapat mengurangi kesenjangan hunian serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang mudah ke transportasi publik dan fasilitas umum lainnya.
Dengan menyiapkan 17 hektare lahan untuk pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), PT KAI mendukung program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diharapkan dapat menyediakan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik, mempermudah mobilitas masyarakat, dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara di kawasan perkotaan. Kerjasama dengan Perum Perumnas serta koordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan program ini, demi terciptanya hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia.



















