Daerah  

Insiden Kapal Batu Bara di Sungai Musi, DPRD Palembang Gelar Rapat Pengawasan dan Evaluasi

DPRD Palembang bahas insiden kapal tongkang batu bara yang menabrak rumah warga di Sungai Musi, menyusul 28 kejadian serupa sepanjang 2024.

aspirasimediarakyat.com – Rabu (19/3/2025), Komisi III DPRD Kota Palembang menggelar rapat penting bersama sejumlah pemangku kepentingan di ruang rapat DPRD untuk membahas insiden kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak rumah warga di pinggiran Sungai Musi. Insiden ini bukan pertama kali terjadi, bahkan menjadi sorotan akibat tingginya frekuensi kejadian serupa sepanjang tahun 2024.

Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, Rubi Indiarta dari Partai Golkar, memimpin jalannya rapat dengan didampingi anggota dewan lainnya seperti Andreas Okdi Priantoro (PDIP), Sudirman (PAN), dan Syntia Rahutami (Demokrat). Pertemuan ini menjadi respons atas laporan masyarakat terkait kecelakaan kapal di perairan Sungai Musi, termasuk insiden yang melibatkan fider Jembatan Ampera pada Maret 2025.

Dalam kesempatan tersebut, DPRD menekankan urgensi pengawasan ketat terhadap lalu lintas kapal di Sungai Musi. “Harapannya, ke depan pengawasan bisa lebih baik lagi. Tahun 2024 saja sudah terjadi 28 kecelakaan. Kami meminta laporan evaluasi yang jelas agar kejadian ini tidak terulang,” ujar Sudirman, salah satu anggota dewan yang hadir dalam rapat.

Permasalahan kompensasi bagi warga terdampak turut dibahas dalam rapat ini. Meskipun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan pihak terkait sudah memberikan ganti rugi, DPRD menilai langkah ini masih jauh dari memadai. Sudirman menyatakan bahwa kontribusi dari pengusaha jasa angkutan sungai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sangat minim.

“CSR mereka sangat kecil dan tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan masyarakat. Kami berharap ada bentuk kepedulian nyata, baik melalui CSR atau inisiatif seperti infaq, sedekah, maupun zakat,” tambahnya.

DPRD berencana memanggil kembali pihak-pihak terkait untuk memastikan pengawasan arus kapal di Sungai Musi semakin diperketat. Sebab, insiden berulang seperti ini tidak hanya merugikan warga, tetapi juga mencoreng wajah Kota Palembang sebagai kota sungai yang ikonik.

Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, turut memberikan pandangan dalam rapat. Ia menyampaikan bahwa insiden tabrakan kapal tongkang sering kali terjadi karena lokasi pelabuhan yang berada di tengah kota. Menurutnya, solusi jangka panjang yang paling efektif adalah mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.

“Pelabuhan idealnya berada lima kilometer di luar kota. Oleh karena itu, percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengendara Keluhkan Lampu Jalan Mati di Jalan Seniman Amri Yahya, Jakabaring, Kota Palembang

Nunu juga menekankan pentingnya tertib aturan dan kelengkapan rambu-rambu perairan untuk mencegah kecelakaan di Sungai Musi. DPRD mendukung usulan ini dengan meminta adanya alat bantu navigasi di Jembatan Ampera serta lokasi-lokasi strategis lainnya.

“Untuk masalah pelanggaran, hal itu menjadi tanggung jawab regulator. Kami dari Pelindo hanya berperan sebagai operator,” tegas Nunu.

Rapat ini mencerminkan tingginya perhatian DPRD Kota Palembang terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Musi. Mereka berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antarinstansi demi memastikan tidak ada lagi kecelakaan serupa yang terjadi.

Dalam diskusi, para pihak sepakat bahwa Sungai Musi adalah aset penting bagi Palembang, tidak hanya sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai simbol budaya dan ekonomi kota. Oleh karena itu, keselamatan di wilayah perairan ini harus menjadi prioritas utama.

Dengan adanya pengawasan ketat, penataan ulang regulasi, serta pengembangan infrastruktur seperti Pelabuhan Tanjung Carat, diharapkan Sungai Musi dapat dikelola dengan lebih baik. Tidak hanya mencegah kecelakaan, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi dan sosial di sungai ini dapat berjalan lancar dan aman.

Kasus-kasus tabrakan kapal yang mencemaskan seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan transportasi sungai yang profesional dan berkelanjutan. Langkah tegas DPRD Kota Palembang dalam menindaklanjuti laporan masyarakat menunjukkan keberpihakan mereka terhadap kepentingan warga.

Namun, ke depan, perhatian tidak hanya sebatas kompensasi, tetapi juga pada pembangunan solusi jangka panjang yang menjawab akar permasalahan. Dengan pengawasan yang baik dan kerja sama lintas sektor, Sungai Musi dapat kembali menjadi kebanggaan Kota Palembang dan mendukung perkembangan kota secara menyeluruh.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *