
Aspirasimediarakyat.com, Palembang — Kehadiran Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., dalam Festival Seni Adat dan Tradisi serta Festival Anjungan Sumatera Selatan Tahun 2026 menjadi simbol penting bagaimana pemerintah daerah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menjaga denyut kebudayaan sebagai fondasi identitas masyarakat yang mampu memperkuat persatuan, memperluas promosi daerah, serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya lokal.
Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., menghadiri Festival Seni Adat dan Tradisi serta Festival Anjungan Sumatera Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Anjungan Sumsel Dekranasda Jakabaring, Palembang, Rabu (24/06/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Netta Indian didampingi Ketua Dekranasda Banyuasin Nabila Askolani dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyuasin Marisa Utami Erwin.
Festival budaya tahunan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 Juni 2026, dan diikuti oleh 14 kabupaten dan kota dari seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam festival tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah untuk terus mempromosikan kekayaan budaya, seni tradisi, kerajinan lokal, serta berbagai potensi unggulan yang dimiliki masyarakat Bumi Sedulang Setudung.
Pada kesempatan itu, Kabupaten Banyuasin menampilkan penataan Anjungan Daerah yang dirancang sebagai etalase budaya dan ruang promosi berbagai hasil karya masyarakat serta potensi daerah yang berkembang.
Anjungan Banyuasin menjadi salah satu titik perhatian pengunjung karena menampilkan beragam unsur budaya lokal yang dikemas secara representatif dan menarik.
“Di tengah kompetisi pembangunan daerah yang sering kali diukur melalui angka investasi, pertumbuhan ekonomi, dan proyek fisik, festival budaya seperti ini mengingatkan bahwa identitas daerah sesungguhnya juga dibangun melalui ingatan kolektif, warisan tradisi, dan kebanggaan masyarakat terhadap akar budayanya sendiri.”
Perhatian khusus terhadap Anjungan Banyuasin terlihat saat Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia Herman Deru melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Febrita Lustia melihat berbagai bentuk kesiapan anjungan yang telah ditata untuk memperkenalkan seni, kriya, produk unggulan, serta kearifan lokal masyarakat Banyuasin.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Acara secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., yang menegaskan bahwa keberadaan anjungan daerah memiliki fungsi strategis sebagai representasi identitas budaya masing-masing wilayah.
Menurut Herman Deru, setiap anjungan menjadi wajah daerah yang menggambarkan keragaman budaya sekaligus kekayaan sejarah yang dimiliki Sumatera Selatan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan budaya tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah secara keseluruhan karena keduanya saling memperkuat.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, mengingatkan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan anjungan yang selama ini menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata.
Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan perawatan anjungan masing-masing agar tetap berfungsi optimal sebagai pusat informasi budaya daerah. Partisipasi aktif Banyuasin dalam festival ini juga memperoleh apresiasi dari panitia penyelenggara.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Banyuasin Nabila Askolani menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan, kontribusi, dan kerja sama dalam menyukseskan penyelenggaraan festival.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Banyuasin tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam mendukung pengembangan budaya dan kerajinan daerah.
Turut mendampingi rombongan Banyuasin dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Banyuasin Adam Ibrahim, S.E., M.Si., Plt. Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Arafat Barkowi, S.T., M.Si., serta Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo-SP Banyuasin Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si.
Kehadiran Wakil Bupati Banyuasin dalam Festival Seni Adat dan Tradisi serta Festival Anjungan Sumatera Selatan 2026 memperlihatkan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan investasi sosial yang memiliki dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah. Budaya adalah akar yang menjaga identitas masyarakat tetap kokoh di tengah perubahan zaman, sekaligus jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan warisan para pendahulu. Dari ruang-ruang budaya seperti inilah lahir kebanggaan daerah, tumbuh ekonomi kreatif, berkembang sektor pariwisata, dan menguat rasa memiliki masyarakat terhadap tanah kelahirannya sehingga pembangunan tidak hanya menghadirkan kemajuan fisik, tetapi juga memperkuat karakter dan jati diri daerah.
Editor: Kalturo




















