“Harry Kane Tetap Fokus Bermain, Isu Santet Ghana Picu Sorotan”

Harry Kane gagal mencetak gol saat Inggris ditahan imbang Ghana 0-0 pada Piala Dunia 2026. Performa sang kapten kemudian dikaitkan dengan klaim dukun Ghana, Nana Kwaku Bonsam, yang mengaku telah “menargetkan” Kane sebelum pertandingan. Di tengah era sepak bola modern, kisah ini kembali memunculkan perdebatan antara mitos, psikologi, dan realitas olahraga profesional.

Aspirasimediarakyat.com, Amerika Serikat — Hasil imbang tanpa gol antara Timnas Inggris dan Timnas Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 memunculkan perdebatan unik di tengah publik sepak bola dunia setelah performa kurang maksimal Harry Kane dikaitkan dengan klaim seorang dukun asal Ghana yang mengaku mampu mengganggu penampilan sang kapten Inggris melalui kekuatan spiritual, sebuah narasi yang mengundang perhatian sekaligus memperlihatkan bagaimana mitos, psikologi, dan olahraga modern masih kerap beririsan dalam ruang publik global.

Pertandingan yang berlangsung di Gillette Stadium, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB, berakhir tanpa pemenang setelah Inggris dan Ghana bermain imbang 0-0.

Dalam laga tersebut, sorotan utama tertuju kepada Harry Kane yang sebelumnya diharapkan menjadi pembeda bagi skuad The Three Lions.

Penyerang Bayern Muenchen itu datang dengan modal positif setelah mencetak gol pada pertandingan pembuka Grup L saat Inggris menghadapi Kroasia.

Status Kane sebagai kapten sekaligus mesin gol utama Inggris membuat ekspektasi publik terhadap dirinya kembali meningkat menjelang laga menghadapi Ghana.

Namun kenyataan di lapangan berjalan berbeda. Kane gagal membobol gawang Ghana meskipun mendapat sejumlah peluang selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga :  "Luka Modric di Ujung Napas: Maestro yang Dipaksa Tak Pernah Tua di Jantung Milan"
Baca Juga :  "Garuda Muda Kocar-Kacir: Gol Cepat Mali Ungkap Luka Lama Sepak Bola Indonesia"
Baca Juga :  Setelah Deflasi 5 Bulan Berturut-turut Indonesia Akhirnya Inflasi, Artinya Apa?

Data statistik menunjukkan Kane melepaskan tiga tembakan sepanjang pertandingan dan hanya satu yang mengarah tepat ke gawang lawan.

Bahkan, catatan lain memperlihatkan bahwa dirinya hanya melakukan 20 sentuhan bola, angka terendah dibandingkan seluruh pemain yang menjadi starter dalam skuad Inggris pada laga tersebut.

“Di tengah kerasnya persaingan Piala Dunia yang mempertemukan sains olahraga modern, teknologi analisis data, dan metode pelatihan paling mutakhir, muncul kisah yang justru membawa publik kembali pada lorong kepercayaan lama tentang kutukan, santet, dan kekuatan supranatural yang seolah menumpang dalam panggung sepak bola internasional.”

Narasi tersebut muncul setelah seorang tokoh spiritual asal Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam mengaku telah menargetkan Harry Kane sebelum pertandingan berlangsung.

Bonsam secara terbuka menyatakan dirinya ingin menghentikan kontribusi Kane terhadap Inggris dalam pertandingan melawan Ghana.

“Saya sedang mengincar Harry Kane,” ujar Bonsam dalam pernyataannya sebelum pertandingan.

Ia bahkan mengklaim telah mengetahui cara untuk membuat sang striker gagal tampil maksimal tanpa harus menyebabkan cedera serius.

“Kemampuan saya sudah terbukti sebelumnya, jadi saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk menghentikannya. Saya tidak mengharapkan cedera serius pada dia, cukup dengan menghentikannya saat melawan negara saya,” katanya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi viral setelah Kane benar-benar gagal mencetak gol dan Inggris harus puas berbagi angka dengan Ghana.

Di media sosial, sebagian warganet mengaitkan performa Kane dengan ucapan Bonsam, meskipun tidak ada dasar ilmiah yang dapat membuktikan hubungan antara keduanya.

Fenomena seperti ini bukan hal baru dalam sepak bola dunia. Sejarah mencatat berbagai kisah mengenai kepercayaan supranatural yang kerap muncul menjelang pertandingan besar, terutama di kawasan Afrika dan Amerika Latin.

Baca Juga :  "Kegagalan Italia Picu Kritik Formasi dan Arah Sepak Bola"
Baca Juga :  "Liverpool Gilas Marseille 3-0, Tiket 16 Besar Kian Dekat"
Baca Juga :  "Rekor Fermin Lopez Antar Barcelona Menggila di Semifinal Piala Super"

Bonsam sendiri pernah menjadi perhatian dunia pada Piala Dunia 2014 setelah mengklaim bertanggung jawab atas cedera lutut yang dialami Cristiano Ronaldo menjelang pertandingan Portugal melawan Ghana.

Saat itu ia mengaku telah mengirimkan kutukan kepada Ronaldo agar tidak mampu tampil optimal menghadapi negaranya.

Meskipun Ronaldo tetap bermain dan bahkan mencetak gol dalam pertandingan tersebut, klaim Bonsam tetap menjadi bahan perdebatan publik internasional selama bertahun-tahun.

Dari perspektif olahraga modern, performa seorang pemain biasanya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi fisik, strategi lawan, tekanan psikologis, hingga efektivitas dukungan rekan setim di lapangan.

Dalam konteks pertandingan Inggris melawan Ghana, sejumlah analis menilai rapatnya lini pertahanan Ghana dan minimnya suplai bola ke area berbahaya menjadi faktor utama yang membuat Kane kesulitan berkembang.

Terlepas dari benar atau tidaknya klaim supranatural yang beredar, kisah Harry Kane dan Nana Kwaku Bonsam memperlihatkan bagaimana sepak bola tetap menjadi arena tempat fakta, emosi, keyakinan, dan mitos bertemu dalam satu panggung yang sama. Bagi masyarakat, yang paling penting tetaplah melihat pertandingan berdasarkan kerja keras, kualitas permainan, dan hasil yang tercipta di lapangan, sebab kemenangan maupun kegagalan dalam olahraga pada akhirnya lebih banyak ditentukan oleh disiplin, strategi, kemampuan teknis, dan daya juang daripada narasi mistis yang sering kali hadir sebagai bumbu dari besarnya perhatian publik terhadap olahraga paling populer di dunia ini.

 

Editor: Kalturo

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *