Daerah  

“Wabup Netta Tegaskan Pertanian Harus Dijaga Demi Masa Depan Banyuasin Lebih Berdaya dan Sejahtera”

Kunjungan Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P. ke Desa Srijaya memperlihatkan perhatian terhadap pertanian, perikanan, dan kesehatan masyarakat. Di tengah momentum libur Tahun Baru Islam, ia menegaskan bahwa penguatan sektor pangan dan kesejahteraan warga harus berjalan beriringan agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Aspirasimediarakyat.com, Rantau Bayur — Memanfaatkan momentum libur Tahun Baru Islam untuk turun langsung ke tengah masyarakat, Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., memperlihatkan bahwa denyut pembangunan tidak hanya diukur dari rapat dan dokumen kebijakan, melainkan juga dari jejak langkah yang menyusuri sawah, menepi di keramba ikan, hingga mengetuk pintu rumah warga yang sedang sakit sebagai simbol bahwa pelayanan publik seharusnya hadir di tempat kehidupan rakyat benar-benar berlangsung.

Kunjungan kerja yang berlangsung di Desa Srijaya, Kecamatan Rantau Bayur, Selasa (16/6/2026), menjadi rangkaian aktivitas yang memadukan perhatian terhadap sektor pertanian, perikanan, dan aspek sosial masyarakat pedesaan.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, sektor pangan tetap menjadi fondasi yang menentukan ketahanan ekonomi masyarakat. Karena itu, kehadiran pemerintah di lokasi produksi dinilai memiliki arti strategis untuk memahami persoalan secara langsung.

Mengawali agenda, Wakil Bupati Netta Indian menyambangi kawasan persawahan dan berdialog dengan para petani mengenai pola tanam, ketersediaan pupuk, serta berbagai kebutuhan teknis yang memengaruhi produktivitas lahan pertanian.

Diskusi tersebut menggambarkan bahwa persoalan pertanian tidak hanya berkaitan dengan hasil panen, tetapi juga menyangkut rantai distribusi sarana produksi, efisiensi budidaya, hingga keberlanjutan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.

Menurut Netta Indian, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Banyuasin yang harus terus mendapatkan perhatian serius melalui berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Kunjungan Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P. ke Desa Srijaya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog langsung bersama petani, pembudidaya ikan, dan warga yang membutuhkan perhatian. Dari hamparan sawah hingga rumah masyarakat yang sedang sakit, pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan pembangunan tetap berpijak pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga :  "Sofian Ibrahim: Gorontalo Siap, Pengamanan Presiden Menjadi Cermin Ketahanan Koordinasi Daerah Nasional"
Baca Juga :  "Andre Rosiade: Proses Hukum Diperlukan Menjaga Marwah Masyarakat Minang Bersama"
Baca Juga :  "Kominfo Muba Pacu Transformasi Digital, Siapkan Program Strategis Pemerintahan Berbasis Data"

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa investasi terhadap pertanian bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan bagian dari menjaga stabilitas sosial, ketahanan pangan, dan masa depan daerah yang bertumpu pada kekuatan masyarakat desa.

“Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan ekonomi yang sering membuat sawah hanya menjadi angka dalam laporan statistik, kunjungan langsung ke lahan pertanian memperlihatkan bahwa denyut kehidupan petani tetap menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan apabila pemerintah ingin membangun kesejahteraan yang tumbuh dari akar rumput dan bukan sekadar dari ruang-ruang administratif.”

Setelah meninjau area persawahan, Wakil Bupati melanjutkan agenda menuju lokasi budidaya keramba ikan toman yang dikelola masyarakat setempat untuk melihat secara langsung proses pengembangan usaha perikanan berbasis sumber daya lokal.

Di lokasi tersebut, Netta berdialog dengan para pembudidaya mengenai kondisi keramba, teknik pemeliharaan, tantangan produksi, hingga peluang peningkatan nilai ekonomi melalui pengelolaan yang lebih baik.

Ia memberikan apresiasi atas ketekunan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sungai sebagai sumber penghidupan yang produktif sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

“Potensi perikanan yang kita miliki harus dimanfaatkan dengan baik. Melalui budidaya seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” ujar Netta.

Baca Juga :  Investigasi LBPH KOSGORO Ungkap Ketidakberesan dalam Proyek Peningkatan Jalan di Banyuasin
Baca Juga :  "Proyek PSEL Palembang Dikebut, Solusi Sampah atau Tantangan Lingkungan Baru"
Baca Juga :  "Bupati Muba Kerahkan 7 Bus dan 2 Speed Boat, Mahasiswa Perantauan Mudik Gratis"

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sektor perikanan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai strategi memperkuat kemandirian masyarakat melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke rumah seorang warga yang sedang sakit. Kehadiran Wakil Bupati di lokasi tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi sosial masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Netta memberikan semangat kepada warga beserta keluarganya agar tetap menjalani proses pengobatan dengan baik sekaligus meminta pihak terkait terus memantau kondisi pasien agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.

Kehadiran pejabat publik di rumah warga yang tengah menghadapi persoalan kesehatan menghadirkan pesan bahwa pembangunan tidak semata berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga mengenai kemampuan negara dan pemerintah daerah menjaga martabat manusia melalui pelayanan yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sarip, S.P., M.M., Plt. Kepala Dinas Perikanan Rina Kurniaty, S.E., Plt. Sekretaris Dinas Kominfo-SP Gusti Bakarudin, S.Kom., serta Camat Rantau Bayur M. Sarnusi, S.Sos., M.M., sebagai bentuk sinergi lintas perangkat daerah dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Aktivitas yang dilakukan sepanjang kunjungan memperlihatkan bahwa pembangunan yang efektif membutuhkan kehadiran langsung di lapangan agar kebijakan tidak hanya lahir dari data administratif, tetapi juga dari dialog dengan petani, pembudidaya ikan, dan warga yang menghadapi persoalan sehari-hari sehingga setiap langkah pemerintah dapat benar-benar berakar pada kebutuhan riil masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap fungsi pelayanan yang berpihak pada kesejahteraan bersama.

 

Editor: Kalturo

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *