Daerah  

“135 Ton Beras Digelontorkan Polda Sumsel, Gerakan Pangan Murah Sasar Puluhan Ribu Warga”

Polda Sumatera Selatan menyalurkan 135,5 ton beras kepada 20.325 warga melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di 47 titik wilayah Sumsel guna menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idul Fitri.

Aspirasimediarakyat.com — Penyaluran ratusan ton beras oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui program Gerakan Pangan Murah menjadi langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri, ketika ketersediaan bahan pokok, keterjangkauan harga, serta stabilitas sosial menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga, sehingga upaya kolaboratif antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga pangan negara menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar di tengah dinamika pasar yang berpotensi memicu lonjakan harga bahan pokok.

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyalurkan sebanyak 135,5 ton beras kepada 20.325 warga secara serentak melalui program Gerakan Pangan Murah Polri yang dilaksanakan di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, dengan total 47 titik distribusi yang dipilih sebagai lokasi penyaluran bantuan pangan tersebut guna menjangkau masyarakat secara lebih luas, sekaligus sebagai bagian dari langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Penyaluran beras tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan bahwa masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah, tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri yang secara historis sering memicu kenaikan permintaan dan potensi lonjakan harga di pasar.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung kegiatan pemusatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, yang menjadi salah satu titik utama distribusi dalam pelaksanaan program tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, serta pimpinan Perum Bulog wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, yang secara bersama-sama menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan program stabilisasi pangan tersebut.

Baca Juga :  "Warga Pati Guncang Kantor Bupati, Tuntutan Mundur Bupati Sudewo Menguat"

Baca Juga :  "Aktivis Desak Kejati Usut Dugaan Kejahatan Lingkungan Proyek Jalan Hauling Batu Bara"

Baca Juga :  "Pansus DPRD Pati Dalami Lonjakan Pajak, Bupati Sudewo Terancam Pemakzulan"

Dalam keterangannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memiliki hubungan erat dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, karena keterjangkauan harga bahan pokok berpengaruh langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai bahan pokok pada momentum tersebut.

“Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Sandi Nugroho.

Program Gerakan Pangan Murah ini juga menjadi bagian dari dukungan institusi Polri terhadap program prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional melalui berbagai bentuk intervensi pasar yang terukur dan terkoordinasi.

Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, Polda Sumatera Selatan menyalurkan beras melalui 47 titik distribusi yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota agar manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih merata.

Di lokasi pemusatan kegiatan di Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Perum Bulog menyediakan sekitar 10 ton beras yang dikemas dalam puluhan ribu paket untuk masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kapolda Sumsel juga menjelaskan bahwa setiap pembelian beras dalam program tersebut disertai bonus bahan kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng, gula, atau kecap sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Selatan-Bangka Belitung Mersi Windrayani menjelaskan bahwa Gudang Bulog Sukamaju memiliki kapasitas penyimpanan hingga sekitar 21.000 ton beras sebagai bagian dari infrastruktur logistik pangan di wilayah tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini stok beras yang tersedia di gudang tersebut mencapai sekitar 16.000 ton, sementara stok minyak goreng yang tersedia tercatat sebanyak 259.560 liter yang siap digunakan untuk mendukung stabilitas pasokan pangan di wilayah Sumatera Selatan.

Ia juga menyampaikan bahwa Bulog saat ini tengah menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 968.499 penerima manfaat di wilayah Sumatera Selatan dengan total alokasi sekitar 19.369 ton beras untuk periode Februari hingga Maret 2026.

Di tengah dinamika ekonomi yang kerap membuat harga bahan pokok bergejolak, program intervensi pangan seperti ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan daya beli masyarakat.

Kenaikan harga bahan pokok yang tidak terkendali dapat berubah menjadi beban berat bagi masyarakat kecil yang pendapatannya terbatas, sehingga stabilitas pangan menjadi bagian tak terpisahkan dari stabilitas sosial.

Jika kebutuhan dasar rakyat dibiarkan terseret arus spekulasi pasar tanpa pengawasan yang tegas, maka penderitaan masyarakat kecil akan berubah menjadi krisis sosial yang merusak keadilan ekonomi.

“Pangan bukan sekadar komoditas dagang yang bebas dipermainkan oleh kepentingan pasar, melainkan hak dasar rakyat yang wajib dijaga oleh negara melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.”

Baca Juga :  “TPP Rp99 Juta untuk Sekda Kaltim: Ketika Rakyat Diminta Hemat, Pejabat Justru Pesta Anggaran”

Baca Juga :  Gempur Sumsel Gelar Aksi di Depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Tuntut Evaluasi Pejabat Korup

Baca Juga :  "Anggota Polisi Pemukul Demonstran di Pati Jalani Proses Disiplin Internal"

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polri yang dinilai berperan penting dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara serentak di berbagai wilayah mampu membantu menekan potensi lonjakan harga sekaligus mencegah terjadinya panic buying di masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah yang digelar secara serentak tersebut merupakan implementasi nyata program Presisi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tugas penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari peran institusi negara dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan pangan.

Gerakan Pangan Murah yang menjangkau puluhan ribu warga di berbagai wilayah Sumatera Selatan menjadi gambaran bahwa stabilitas pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan komoditas di gudang logistik negara, tetapi juga oleh kemampuan berbagai institusi untuk bekerja secara terkoordinasi menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan keterjangkauan harga sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang tanpa dihantui kekhawatiran terhadap melonjaknya harga kebutuhan pokok yang menjadi fondasi utama kehidupan sehari-hari.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *