aspirasimediarakyat.com- Warga yang tinggal bersebelahan dengan proyek Pembuatan Kolam Retensi Seroja di Kelurahan 20 Ilir D III, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, merasa resah dan dirugikan oleh aktivitas kontraktor sejak awal pekerjaan hingga timbulnya gejolak di sekitar lokasi. Warga RT 17 dan 18 mengeluhkan kurangnya koordinasi dan sosialisasi dari pihak kontraktor, sehingga mengakibatkan berbagai permasalahan selama pelaksanaan proyek.
Keluhan Warga
Salah satu mantan RT di lokasi tersebut menjelaskan bahwa pihak kontraktor tidak pernah melakukan sosialisasi, memberikan informasi, atau melakukan koordinasi serta assessment sebelum memulai pekerjaan. Akibatnya, terjadi benturan dan masalah dengan warga sekitar. “Bayangkan saja, sejak mulai pekerjaan, pihak kontraktor langsung melakukan pekerjaan tanpa ada sosialisasi dan koordinasi dengan warga. Pihak kontraktor tidak tahu bahwa lokasi tersebut satu-satunya daerah resapan limbah warga sekitar. Seharusnya mereka berkoordinasi dulu, sehingga saat hujan tiba, seluruh saluran air dari lingkungan warga tertutup dan air tidak jelas akan mengalir kemana. Sehingga terjadilah banjir,” ujarnya.
Gejolak di Lapangan
Informasi dari masyarakat yang enggan disebut namanya menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dihentikan paksa oleh warga sekitar karena menyebabkan banjir, penumpukan sampah, banyaknya pipa PDAM yang putus, dan aroma busuk di lingkungan tersebut. Salah satu warga bahkan melepaskan tembakan ke atas karena kesal dengan situasi tersebut. Saat awak media aspirasimediarakyat.com turun ke lapangan tampak jelas kondisi proyek terhenti, eksavator terbenam dan lokasi kegiatan sedang amburadul sekali.
Warga juga menyesalkan ketidakjelasan pekerjaan tersebut karena pihak kontraktor tidak memasang papan informasi kegiatan. Selama melaksanakan kegiatan, para pekerja kontraktor tidak menerapkan Standar Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMKK) atau menggunakan peralatan keselamatan kerja di lapangan, sehingga banyak yang menganggap kegiatan tersebut abu-abu atau tidak jelas.
Fakta Lapangan
Hasil investigasi yang dilakukan oleh media aspirasimediarakyat.com, banyak saluran air yang menuju ke proyek tersebut tertutup oleh tanah galian retensi. Jadi sangat wajar bila hujan, seluruh air limbah dari warga tergenang dan menjadi permasalahan serta gejolak dari warga. Juga mengonfirmasi bahwa memang kenyataannya kegiatan tersebut tidak ada papan nama pekerjaan di lokasi proyek. Padahal, dalam uraian pekerjaan disebutkan harus ada penyewaan gudang untuk penyimpanan peralatan, bahan, dan material termasuk Direksi Kit, serta papan nama pekerjaan.
Proyek Pembuatan Kolam Retensi Seroja ini berlokasi di Kelurahan 20 Ilir D III, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, dikerjakan oleh CV. Alifia yang beralamat di Jalan DI Penjaitan, Lorong Pahlawan III, Nomor 62, RT. 20 RW 07, Kota Palembang. Kegiatan ini berada di bawah Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, APBDP Tahun 2024, dengan nilai kontrak sebesar Rp 994.994.551,- (Sembilan ratus sembilan puluh empat juta sembilan ratus Sembilan puluh empat ribu lima ratus lima puluh satu rupiah).
Warga berharap pihak kontraktor dan pemerintah setempat segera menindaklanjuti permasalahan ini dengan melakukan koordinasi yang lebih baik, memasang papan informasi proyek, dan memastikan penerapan SMKK di lokasi pekerjaan. Mereka juga mengharapkan adanya solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan banjir dan dampak negatif lainnya yang ditimbulkan oleh proyek ini karena sekarang ini masih termasuk musim hujan dan daerah tersebut sangat rawan banjir.
Diharapkan dengan adanya perbaikan koordinasi dan transparansi dalam pelaksanaan proyek, masalah yang dialami warga dapat segera teratasi dan proyek Pembuatan Kolam Retensi Seroja dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (*Kalturo)



















