Aspirasimediarakyat.com, Jakarta — Kepergian Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di medan pengabdian negara, sementara penghormatan militer yang akan diberikan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata menjadi simbol bahwa jasa, loyalitas, dan dedikasi terhadap bangsa tidak berhenti pada masa jabatan, melainkan terus dikenang dalam memori institusi dan sejarah pertahanan Indonesia.
Kabar wafatnya mantan Menteri Pertahanan tersebut menyebar luas pada Minggu, 31 Mei 2026. Ryamizard mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan medis.
Kepergian tokoh militer senior itu memunculkan duka dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar TNI, pejabat pemerintahan, purnawirawan, hingga masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok tegas dalam menjaga kedaulatan negara.
Sebagai bentuk penghormatan negara, Kementerian Pertahanan memastikan seluruh rangkaian prosesi pemakaman akan dilaksanakan secara militer. Tradisi tersebut merupakan penghargaan tertinggi bagi prajurit yang dinilai memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa upacara penghormatan dan persemayaman akan digelar di lingkungan Kementerian Pertahanan sebelum jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
“Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akan melaksanakan upacara penghormatan dan persemayaman jenazah Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu,” ujar Rico dalam keterangannya.
Menurut jadwal yang disampaikan Kementerian Pertahanan, jenazah almarhum akan tiba di kompleks kementerian pada Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB dan disemayamkan di depan Aula Bhinneka Tunggal Ika.
“Upacara penghormatan tersebut bukan sekadar rangkaian seremonial kenegaraan, melainkan representasi simbolik bahwa negara masih memegang teguh tradisi menghargai pengabdian panjang para prajurit yang pernah berada di garis depan pertahanan nasional, sebagaimana mercusuar yang tetap berdiri meski badai zaman terus berganti.”
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan akan bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi persemayaman. Kehadiran pimpinan kementerian dalam upacara itu menunjukkan posisi penting Ryamizard dalam sejarah institusi pertahanan Indonesia.
Rico menjelaskan bahwa setelah prosesi persemayaman selesai, Kementerian Pertahanan akan menggelar upacara pelepasan jenazah pada pukul 11.00 WIB sebelum diberangkatkan menuju lokasi pemakaman.
“Selanjutnya, akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah dari Kementerian Pertahanan pada pukul 11.00 WIB sebelum diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta,” kata Rico.
Di Kalibata, jenazah Ryamizard akan dimakamkan secara militer. Prosesi pemakaman tersebut akan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia sebagai inspektur upacara.
Menurut Kementerian Pertahanan, pemakaman militer diberikan sebagai bentuk penghormatan negara kepada seorang prajurit sekaligus negarawan yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan bangsa.
Karier Ryamizard dalam dunia militer terbilang panjang dan menonjol. Ia dikenal sebagai perwira TNI Angkatan Darat yang meniti karier dari berbagai jabatan strategis hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Pengalamannya di lingkungan militer membuat namanya menjadi salah satu figur penting dalam berbagai dinamika pertahanan nasional selama beberapa dekade terakhir.
Setelah memasuki masa purnatugas sebagai prajurit aktif, Ryamizard tetap mendapat kepercayaan untuk mengemban jabatan publik. Pada periode 2014–2019, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Selama menjabat Menteri Pertahanan, Ryamizard dikenal aktif menyuarakan pentingnya menjaga persatuan nasional, memperkuat sistem pertahanan negara, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dinilai dapat mengganggu stabilitas Indonesia.
Kepergian tokoh yang pernah berada di dua dunia sekaligus—militer dan pemerintahan—menjadi pengingat bahwa perjalanan sejarah bangsa tidak hanya dibentuk oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh sosok-sosok yang mengabdikan hidupnya untuk menjaga kedaulatan negara agar tetap berdiri tegak menghadapi perubahan zaman.
Bagi publik, prosesi penghormatan militer terhadap Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu menghadirkan refleksi bahwa pengabdian kepada negara memiliki jejak yang melampaui masa jabatan dan usia biologis seseorang. Di tengah derasnya arus perubahan politik, ekonomi, dan sosial, penghormatan negara kepada para putra terbaiknya menjadi penanda bahwa dedikasi, disiplin, dan loyalitas tetap memiliki tempat penting dalam memori kolektif bangsa. Nama Ryamizard kini memasuki lembar sejarah yang akan terus dikenang, bukan hanya sebagai mantan KSAD atau mantan Menteri Pertahanan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan panjang pertahanan Indonesia yang dibangun melalui pengabdian lintas generasi.
Editor: Kalturo




















