Pemerintah Lanjutkan Program Bantuan Beras 10kg untuk Keluarga Penerima Manfaat pada 2024

Bulan Depan, 16 Juta Orang Indonesia Akan Terima Bantuan Ini dari Pemerintah.

aspirasimediarakyat.com – Pemerintah Indonesia akan melanjutkan salah satu program bantuan sosialnya dengan memberikan bantuan beras sebanyak 10kg kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada bulan Januari-Februari 2024 mendatang. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat miskin dan membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengonfirmasi bahwa Presiden telah menyetujui kelanjutan program bantuan beras ini. “Pak Presiden sudah menyetujui bulan Januari-Februari akan ada lagi bantuan (beras 10 kg),” kata Arief seperti dilansir dari Antaranews.

Target Penerima Manfaat

Menurut data yang ada, sebanyak 16 juta keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10kg mulai bulan depan. Salah satu pertimbangan pemerintah dalam melanjutkan bantuan beras ini adalah masih adanya 14 juta keluarga yang masuk dalam pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Dengan demikian, pemerintah berharap penyaluran bantuan pangan beras ini dapat meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan pokok KPM pada tahun 2025.

Sorotan DPR terhadap Bantuan Pangan

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti bantuan pangan untuk kelompok rentan, termasuk bantuan beras, yang dinilai tidak tepat sasaran. Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar, Adrianus Asia Sidot, mengungkapkan bahwa seringkali bantuan beras tidak sampai kepada orang yang seharusnya menerima atau terjadi penyimpangan di lapangan. Hal ini disampaikan Adrianus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV di Kompleks Senayan DPR, Jakarta, Selasa (19/11/2024).

“Bantuan beras bantuan pangan ini seringkali tidak tepat sasaran, tidak sampai pada orang yang seharusnya menerima atau justru ada penyimpangan yang ada di lapangan,” kata Adrianus. Ia juga mengungkapkan adanya permainan mafia dalam penerimaan bantuan beras, yang menyebabkan kebijakan yang sudah ditetapkan di tingkat pusat tidak terlaksana dengan baik di lapangan. “Di lapangan kadang-kadang banyak permainan, banyak mafianya, seperti yang saya katakan tadi di tingkat pusat bagus tetapi di daerah atau di lapangan yang melenceng dari kebijakan,” ujarnya.

Baca Juga : 

Pemantauan dan Pengawasan

Adrianus meminta agar Bapanas terus melakukan pemantauan secara berkala dan khusus mengawasi bantuan beras untuk kelompok rentan pangan alias masyarakat yang masuk ke kategori miskin. “Penerima bantuan ini juga harus betul-betul diawasi, di-update terus datanya sehingga bantuan itu tepat sasaran,” pintanya.

Komitmen Pemerintah

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa bantuan beras ini tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan. Program bantuan beras ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat miskin dan mendukung upaya pemerintah dalam menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Dengan adanya pemantauan dan pengawasan yang ketat, diharapkan program bantuan beras ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi KPM. Pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial, sehingga tidak ada lagi penyimpangan atau permainan mafia yang merugikan masyarakat.

Program bantuan beras 10kg yang akan dilanjutkan pada bulan Januari-Februari 2024 ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat miskin dan mengurangi beban mereka. Dengan komitmen untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan pengawasan yang ketat, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi KPM dan mendukung upaya pemerintah dalam menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *