Daerah  

Komisi III DPRD Sumsel Sidak PT Tirta Sriwijaya Maju Terkait Keluhan Warga

Komisi III DPRD Sumsel yang diwakili oleh Abdullah Taufiq SE MM, M Hasan Haikal, Andri Fitriansyah ST MM, dan Bembi Perdana ST melakukan sidak ke Booster PT Tirta Sriwijaya Maju di Talang Kelapa, Palembang, pada Jumat (31/1/2025).

aspirasimediarakyat.com – Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diwakili oleh Abdullah Taufiq SE MM, M Hasan Haikal, Andri Fitriansyah ST MM, dan Bembi Perdana ST, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Booster PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM) di Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, pada Jumat (31/1/2025).

Sidak ini menyusul aksi demo warga pada Kamis (30/1/2025), yang telah tiga pekan tidak mendapatkan aliran air bersih. Abdullah Taufiq, anggota Komisi III DPRD Sumsel, menyatakan bahwa sidak ini dilakukan untuk mengklarifikasi langsung permasalahan yang ada setelah rapat internal Komisi III.

“Hari ini kami meninjau Booster PT TSM Talang Kelapa untuk melihat peralatan dan mesin pendorong. Ternyata, ada kendala pada salah satu mesin yang sudah tua dan penyusutan mesin sehingga perlu diperbaiki,” ungkap Abdullah Taufiq.

Selain itu, Taufiq menyampaikan bahwa PT TSM berencana membeli dua genset baru untuk mengatasi seringnya pemadaman listrik yang menghambat distribusi air untuk 27 ribu pelanggan. “Kami akan memanggil perwakilan warga terdampak dan PT TSM untuk rapat di Komisi III DPRD Sumsel,” lanjutnya.

Direktur Utama PT TSM, Adib Ubaidillah, mengakui adanya gangguan pelayanan air bersih dan menyampaikan komitmen untuk memperbaiki situasi ini. “Kami sedang melakukan perbaikan untuk menjaga kualitas air bersih, terutama menjelang bulan Ramadhan. Kami tetap berkomitmen melayani dengan baik,” kata Adib.

Adib juga menambahkan bahwa jika gangguan aliran air bersih terus berlanjut, PT TSM akan mendukung warga terdampak dengan memberikan air tangki sebagai kompensasi. “Hari ini kami mulai mengirim air tangki. Untuk wilayah perumahan Royyan, mungkin habis magrib dan wilayah Sukarami habis isya,” jelasnya.

Baca Juga :  KPK Dalami Aliran Dana CSR Bank Indonesia ke Anggota DPR

Permasalahan mendasar adalah meningkatnya jumlah pelanggan yang mencapai 27.500, sementara kapasitas PT TSM hanya 250 liter per detik, idealnya untuk 25 ribu pelanggan selama 24 jam. PT TSM hanya menyalurkan air bersih untuk dua kecamatan yaitu Alang-Alang Lebar dan Sukarami.

“Isu bahwa pelanggan baru di wilayah Kabupaten Banyuasin menyebabkan gangguan tidak benar, karena kita hanya mengaliri air bersih untuk dua kecamatan tersebut. Sedangkan untuk wilayah Banyuasin, itu masih proyek baru,” tutup Adib.

Taufiq menekankan pentingnya penanganan masalah ini agar tidak merusak reputasi PT TSM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumsel yang memiliki kinerja bagus. “Kami sebagai anggota DPRD Sumsel akan mengawasi dan mempelajari permasalahan ini secara sistematis, serta memanggil perwakilan PT TSM dan warga terdampak untuk rapat Komisi III,” pungkasnya.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *