aspirasimediarakyat.com – PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmen serius dalam upaya pengurangan emisi methana sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), Salyadi Dariah Saputra, menjelaskan bahwa pengurangan gas buang methana ini masuk dalam fokus keberlanjutan Pertamina yang dikenal sebagai addressing climate change.
Komitmen Pertamina Terhadap Lingkungan
“Pertamina bertekad untuk menjadi perusahaan energi terkemuka yang dikenal atas kepeduliannya terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang kuat. Kami telah membuat langkah signifikan dalam pengelolaan emisi methana untuk selaras dengan tujuan keberlanjutan kami,” ungkap Salyadi dalam keterangan resmi, Kamis (28/11/2024).
Zero Routine Flaring Initiative
Upaya pengurangan gas methana oleh Pertamina dilakukan melalui dukungan terhadap Zero Routine Flaring Initiative (ZRF). Pertamina telah berkomitmen untuk mencapai zero routine flaring pada tahun 2030, dengan target pengurangan emisi methana sebesar 40 persen dari baseline 2021. Menyadari pentingnya kolaborasi dalam pencapaian ini, Pertamina telah bekerja sama dengan organisasi internasional utama, termasuk JOGMEC (Japan Oil, Gas, and Metals Corporation) dan anggota Dewan Perminyakan ASEAN.
Kerja Sama Internasional
Kolaborasi dengan USAID dan penyedia teknologi seperti Honeywell telah meningkatkan upaya pemantauan dan pengurangan emisi methana. Selain itu, Pertamina bekerja sama dengan Petronas dan PTTEP dalam Oil and Gas Methane Partnership 2.0 (OGMP2.0) serta Methane Leadership Program. Studi bersama dengan JOGMEC di lapangan Donggi Matindok dan JOB Tomori fokus pada kuantifikasi, pelaporan, serta pengurangan flaring secara presisi.
“Untuk mencapai hasil yang bermakna dan berkelanjutan, kami harus bekerja sama dengan pemerintah dan komunitas global,” ujar Salyadi.
Kolaborasi Lintas Negara
Heather Evans, Deputi Asisten Sekretaris Bidang Manufaktur di Departemen Perdagangan AS, menekankan perlunya kolaborasi lintas negara dengan komitmen AS dalam berbagi teknologi pengurangan emisi methana. “Kami mendorong penerapan teknologi pengurangan emisi sebagai praktik terbaik industri, bukan hanya sekadar persyaratan regulasi. Perusahaan-perusahaan AS menawarkan solusi inovatif untuk pemantauan emisi methana, dan kami siap mendukung mitra internasional dalam perjalanan pengurangan methana mereka,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah Indonesia
Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Yulia Suryanti, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk mencapai target Nationally Determined Contributions (NDC) yang ditingkatkan pada 2030. Indonesia telah menetapkan kebijakan harga karbon untuk mendukung target NDC, dengan sasaran pengurangan emisi sebesar 21,89 persen pada 2030. “Kami menyeimbangkan ketahanan ekonomi, sosial, dan ekologi dalam jalur pembangunan untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Melalui kolaborasi, teknologi inovatif, dan komitmen terhadap tujuan bersama, Pertamina dan para mitranya menunjukkan kekuatan aksi bersama dalam upaya mengurangi emisi methana dan menjaga iklim demi masa depan yang berkelanjutan. Langkah-langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Pertamina sebagai perusahaan energi terkemuka, tetapi juga mendukung target keberlanjutan global dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan demikian, Pertamina terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mencapai keberlanjutan jangka panjang.



















