aspirasimediarakyat.com- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah akan melibatkan petani milenial untuk mendukung program swasembada pangan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memanfaatkan teknologi modern dan sumber daya alam yang ada untuk melampaui target swasembada pangan. “Kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada generasi muda. Dengan keterlibatan petani milenial, teknologi modern, dan sumber daya alam yang kita miliki, saya yakin kita bisa melampaui target,” kata Amran dalam keterangan tertulis pada Kamis (21/11).
Pembentukan Brigade Swasembada Pangan
Nantinya, akan dibentuk brigade swasembada pangan yang terdiri dari 15 petani milenial di setiap lahan seluas 200 hektare. Pada tahap pertama, program ini akan melibatkan 400 pendamping dari pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) terpilih dan 50 mentor yang terdiri dari penyuluh, dosen, guru, dan widyaiswara yang akan mendampingi brigade swasembada pangan ke daerah-daerah.
Optimalisasi Lahan Rawa
Daerah yang menjadi fokus program ini tersebar di 12 provinsi strategis, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Dengan tata lahan dan tata air yang baik serta keberadaan pendamping, Amran yakin produktivitas dapat meningkat hingga enam kali tanam dalam setahun. “Brigade Swasembada Pangan ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan rawa. Dengan tata lahan dan tata air yang baik, serta pendampingan intensif, kita dapat meningkatkan produktivitas hingga tiga kali tanam setahun,” lanjutnya.
Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Petani
Amran juga menargetkan peningkatan produktivitas padi minimal 5 juta ton per hektare dengan pendapatan para petani milenial bisa mencapai di atas 10 juta rupiah per bulan. “Kalau mereka tekun dan bekerja keras, bukan tidak mungkin pendapatannya bisa mencapai 20 juta rupiah. Dengan pendapatan yang di atas pendapatan kantoran biasa, mereka akan semangat menjadi petani. Brigade pangan ini hanya awal karena selanjutnya kita akan arahkan mereka untuk menjadi pengusaha. Sehingga penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan korporasi,” jelasnya.
Dukungan dan Bantuan

Untuk mendukung kegiatan pertanian, setiap brigade juga akan didukung dengan bantuan hibah sebesar Rp 3 miliar dalam bentuk alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih unggul. “Semua fasilitas sudah kami siapkan. Tidak ada alasan untuk gagal. Dengan kerja keras, Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga bisa menjadi lumbung pangan dunia,” tegas Amran.
Pembentukan Brigade Pangan
Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk lebih dari 1.500 brigade pangan yang tersebar di 12 provinsi. Nantinya, setiap pendamping akan mengadvokasi lima brigade pangan. “Dengan pendampingan yang intensif dan dukungan yang komprehensif, kami yakin program ini akan berhasil meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai wilayah,” ujar Idha.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan program ini dapat mendorong petani milenial untuk lebih bersemangat dan berinovasi dalam sektor pertanian. Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat membawa perubahan positif dan berkelanjutan dalam upaya mencapai swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.



















