Daerah  

“Babinsa Turun Desa, Perkuat Ketahanan Sosial dan Lingkungan”

Babinsa Kodim 0401/Muba lakukan komsos di Desa Mandala Sari, ajak warga jaga kebersihan dan perkuat sinergi keamanan. Pendekatan dialogis dinilai penting membangun ketahanan sosial dan kesehatan lingkungan berbasis partisipasi rakyat. (Foto Ist/Info Kota Sekayu)

Aspirasimediarakyat.com — Upaya memperkuat pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial yang dilakukan Babinsa Kodim 0401/Muba di Desa Mandala Sari, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi gambaran bagaimana pendekatan keamanan dan kesehatan lingkungan dijalankan secara simultan di tingkat akar rumput, dengan aparat kewilayahan hadir tidak hanya sebagai representasi institusi pertahanan, tetapi juga sebagai mitra warga dalam menjaga kebersihan, ketertiban, serta stabilitas sosial menjelang dinamika aktivitas masyarakat yang terus berkembang.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Ahmad Khalek melaksanakan komunikasi sosial bersama warga binaannya pada Selasa (3/3/2026). Agenda ini merupakan bagian dari metode pembinaan teritorial atau Binter yang secara konseptual bertujuan membangun kedekatan antara aparat TNI AD dengan masyarakat di wilayah tugasnya.

Komunikasi sosial atau komsos dipahami sebagai instrumen preventif. Melalui dialog langsung, aparat kewilayahan dapat menyampaikan pesan pembinaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Pola ini menempatkan interaksi sebagai fondasi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial.

Dalam pertemuan itu, Sertu Ahmad Khalek secara khusus mengajak para ibu rumah tangga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa langkah sederhana seperti pengelolaan sampah dan sanitasi yang baik dapat mencegah munculnya berbagai penyakit, terutama di kawasan permukiman yang rentan terhadap genangan dan perubahan cuaca.

“Kebersihan lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian diterapkan di lingkungan tempat tinggal, hingga meluas dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesadaran individual merupakan fondasi bagi terciptanya kesehatan kolektif.

Baca Juga :  "Larangan Mobil Dinas untuk Mudik, Ujian Integritas ASN Palembang Menguat"

Baca Juga :  "Rentetan OTT Kepala Daerah Uji Efektivitas Sistem Pencegahan Korupsi Pemerintahan Daerah"

Baca Juga :  "Laporan Keuangan Muba 2024 Dihantam Opini WDP: BPK Ungkap Celah Manipulasi Anggaran"

Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya persoalan estetika, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas hidup warga. Penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah atau infeksi saluran pencernaan kerap dipicu oleh pengelolaan kebersihan yang kurang optimal.

Kegiatan komsos juga dimanfaatkan sebagai sarana interaksi dengan aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh pemuda. Melalui pertemuan lintas elemen ini, aparat dapat memetakan dinamika sosial sekaligus membangun jejaring komunikasi yang responsif terhadap perkembangan situasi wilayah.

Secara normatif, pembinaan teritorial merupakan mandat institusional TNI AD dalam kerangka pertahanan negara yang bersifat semesta. Konsep ini menempatkan rakyat sebagai komponen pendukung pertahanan, sehingga kedekatan emosional dan komunikasi intensif menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas.

Pengamat pertahanan dan keamanan daerah, Arif Rahman, menilai pendekatan komsos efektif selama dijalankan secara dialogis dan partisipatif. “Kehadiran Babinsa di desa-desa harus dimaknai sebagai mitra sosial, bukan sekadar simbol formal. Jika komunikasi berjalan dua arah, maka kepercayaan publik akan tumbuh,” ujarnya.

Di sisi lain, pendekatan kebersihan lingkungan juga relevan dalam perspektif kesehatan masyarakat. Akademisi kesehatan lingkungan, Dr. Rini Kartika, menyebut edukasi berbasis komunitas memiliki dampak jangka panjang. “Perubahan perilaku paling efektif lahir dari komunikasi langsung yang menyentuh kebutuhan harian warga,” katanya.

Namun, efektivitas pembinaan tidak boleh berhenti pada seremoni atau formalitas administratif yang sekadar menggugurkan kewajiban laporan kegiatan. Program yang kehilangan ruh partisipasi hanya akan menjadi catatan di atas kertas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Pembinaan yang tidak menyentuh kebutuhan riil warga hanyalah gema kosong yang memantul di ruang birokrasi tanpa pernah benar-benar mengubah keadaan. Rakyat berhak atas program yang hidup, bekerja, dan memberi manfaat konkret, bukan sekadar dokumentasi kegiatan.

Melalui komunikasi yang intensif, Babinsa diharapkan mampu mengetahui perkembangan situasi wilayah binaan secara komprehensif, mulai dari potensi konflik sosial, permasalahan ekonomi, hingga isu kesehatan. Informasi tersebut menjadi basis pengambilan langkah preventif sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan sosial juga mencerminkan strategi soft approach dalam menjaga ketertiban. Stabilitas tidak selalu dibangun melalui tindakan represif, tetapi melalui dialog, edukasi, dan penguatan solidaritas warga.”

Baca Juga :  "Larangan Truk Batu Bara Dipuji, Dampak Nyata Mulai Terlihat"

Baca Juga :  "Gubernur Sultra Bongkar Ketimpangan Tambang: Rp100 Triliun Nikel, Daerah Hanya Kebagian Rp833 Miliar"

Baca Juga :  "Grid Extension Banyuasin Diresmikan, Listrik Stabil Jadi Janji Pemerataan Energi Nyata"

Di Kabupaten Musi Banyuasin, karakter wilayah yang terdiri dari desa-desa dengan akses berbeda menuntut pendekatan adaptif. Desa Mandala Sari di Kecamatan Lalan menjadi contoh bagaimana komunikasi langsung dapat memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Konsep kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan historis, melainkan strategi sosial yang menempatkan keamanan sebagai tanggung jawab bersama. Ketika aparat dan warga memiliki ruang komunikasi terbuka, potensi gesekan sosial dapat ditekan.

Penting untuk memastikan bahwa pembinaan teritorial berjalan seiring dengan prinsip supremasi sipil dan penghormatan terhadap hak-hak warga. Transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan menjadi fondasi agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Kegiatan komsos di Desa Mandala Sari menunjukkan bahwa keamanan dan kesehatan lingkungan saling berkaitan dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan tertib.

Ketika komunikasi terjalin secara konsisten dan edukasi dilakukan dengan pendekatan persuasif, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi subjek aktif yang menjaga wilayahnya sendiri. Dalam kerangka itulah penguatan pembinaan teritorial menemukan maknanya, sebagai upaya kolektif membangun ketahanan sosial yang berakar pada kesadaran, partisipasi, dan kepentingan rakyat.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *