aspirasimediarakyat.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan penjelasan terkait keterlibatan TNI-Polri dalam sektor pangan, yang belakangan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan mengapa aparat keamanan ikut serta dalam kegiatan seperti menanam padi, jagung, hingga menyerap gabah dari petani. Menurut Sudaryono, langkah ini merupakan bagian dari fungsi penggalangan yang dijalankan TNI-Polri sebagai operasi militer selain perang.
“Penggalangan itu bentuk nyata kehadiran negara, supaya petani kita panennya bagus, rakyat miskin bisa dibantu, dan program pemerintah benar-benar sampai ke bawah,” ujar Sudaryono melalui akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Minggu (6/4/2025). Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI-Polri di sektor pangan bertujuan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama petani kecil.
Sudaryono mencontohkan bagaimana aparat di Papua membantu mendorong masyarakat untuk menanam jagung. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan TNI-Polri bukan berarti mereka ikut mencangkul atau bekerja langsung di ladang. Sebaliknya, mereka hadir sebagai penyuluh yang memberikan motivasi dan memastikan para petani bergerak sesuai arahan. “Mereka [TNI-Polri] hadir, menyemangati, memastikan penyuluh pertanian bergerak. Semua demi kesejahteraan,” tambahnya.
Keterlibatan TNI-Polri dalam sektor pangan ini juga sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pada Januari 2025, Presiden memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI untuk mengawal ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas nasional. Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang dihadiri oleh pejabat utama kedua instansi.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama dalam Rapim tersebut. “Tadi Bapak Presiden memberikan arahan direktif tentang apa yang harus dilakukan TNI-Polri dalam melaksanakan berbagai macam tugas sekaligus peran dalam mengawal kebijakan program asta cita Bapak Presiden,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/1/2025). Program asta cita yang dimaksud merupakan visi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun ke depan.
Listyo juga mengungkapkan bahwa TNI-Polri telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung ketahanan pangan. Mulai dari penanaman bersama masyarakat hingga pemanfaatan lahan produktif, upaya ini diharapkan dapat memperkuat sektor pangan nasional. “Jadi kita bersama mendukung dan mewujudkan program tersebut sesuai arahan Pak Presiden. Dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, kita betul-betul bisa swasembada pangan,” tegasnya.
Sudaryono menambahkan bahwa kehadiran TNI-Polri di sektor pangan bukan hanya soal teknis pertanian, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa langkah ini penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil. “Kehadiran mereka adalah simbol bahwa negara hadir untuk rakyat, terutama petani kecil yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Namun, keterlibatan TNI-Polri dalam sektor pangan juga menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Beberapa pihak mendukung langkah ini sebagai bentuk sinergi antara instansi pemerintah untuk mencapai tujuan nasional. Di sisi lain, ada yang mempertanyakan efektivitas dan dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. “Apakah ini benar-benar solusi terbaik untuk ketahanan pangan, atau hanya langkah sementara?” tanya seorang pengamat ekonomi yang enggan disebutkan namanya.
Terlepas dari pro dan kontra, pemerintah tampaknya serius dalam mengintegrasikan berbagai instansi untuk mendukung ketahanan pangan. Dengan melibatkan TNI-Polri, diharapkan program-program seperti penanaman padi, jagung, dan penyuluhan pertanian dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi angka kemiskinan di daerah-daerah terpencil.
Keterlibatan TNI-Polri dalam sektor pangan menjadi bukti bahwa ketahanan pangan adalah prioritas yang tidak bisa diabaikan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu mencapai swasembada pangan dalam waktu dekat. Apakah langkah ini akan membawa hasil yang diharapkan? Waktu yang akan menjawab.



















