Sebanyak 13 posko mudik disiagakan di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, mencakup jalur utama Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Tengah, kawasan perkotaan, hingga akses menuju jalan tol. Posko tersebut terdiri dari pos lalu lintas, pos pengamanan, serta pos pelayanan yang dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat selama perjalanan mudik.
Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs. Syafaruddin, M.Si., turun langsung meninjau kesiapan Posko Terpadu Pengamanan dan Pelayanan di Desa Epil, Kecamatan Lais, serta di Kecamatan Babat Supat pada Selasa (17/3/2026). Kehadiran ini menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap implementasi kebijakan pelayanan publik di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Muba M. Hatta, Camat Lais Heru Kharisma, S.I.P., M.Si., Kapolsek Lais AKP Syawaludin, Kapolsek Babat Supat Iptu Agum Marenra, serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika yang diwakili Kepala Bidang Komunikasi Publik Jerry Rinoldy, S.T., M.T., bersama unsur perangkat daerah lainnya, termasuk Satpol PP dan Dinas PUPR.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kesiapan personel, fasilitas kesehatan, sarana pendukung, hingga sistem pengamanan di setiap posko. Syafaruddin memastikan seluruh unsur yang terlibat telah berada dalam kondisi siaga penuh.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor seperti Polri, TNI, BPBD, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, Satpol PP, hingga Pramuka menjadi indikator penting bahwa pelayanan publik selama arus mudik tidak bisa berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kolektif.
“Alhamdulillah, setelah kita tinjau, personel di setiap pos sudah cukup dan lengkap. Semua unsur terlibat dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik,” ujar Syafaruddin dalam keterangannya.
Ia juga menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya menyangkut kehadiran personel, tetapi juga kualitas layanan yang diberikan. Terutama bagi tenaga kesehatan, keberadaan mereka di posko menjadi krusial dalam mengantisipasi kondisi darurat yang bisa dialami pemudik.
“Petugas harus benar-benar standby. Tim kesehatan harus diatur bergantian agar tidak ada kekosongan. Ambulans juga harus selalu siap,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan di posko, mulai dari tempat istirahat, layanan kesehatan, hingga akses informasi jalur mudik. Posko tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik yang terbuka.
Kapolsek Lais AKP Syawaludin menjelaskan bahwa setiap pos dijaga oleh sedikitnya tujuh personel Polri yang didukung oleh TNI, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, Satpol PP, serta anggota Pramuka. Ia memastikan bahwa hingga saat ini kondisi lalu lintas masih relatif lancar tanpa adanya kepadatan signifikan. “Alhamdulillah, kondisi lalu lintas masih lancar. Tidak ada kepadatan yang berarti,” ujarnya.
Penguatan patroli di jalur-jalur utama juga dilakukan secara intensif oleh Polres Muba untuk memastikan keamanan perjalanan pemudik tetap terjaga. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas maupun risiko kecelakaan.
Ketersediaan informasi di setiap posko turut menjadi perhatian, termasuk informasi terkait lokasi kantong parkir, rest area, SPBU, hingga tempat ibadah. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan akses bagi pemudik dalam merencanakan perjalanan mereka.
“Kehadiran posko terpadu ini mencerminkan implementasi fungsi negara dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan warga. Pelayanan yang optimal tidak hanya diukur dari jumlah posko, tetapi juga dari kualitas koordinasi dan respons terhadap kebutuhan masyarakat.”
Ketika fasilitas publik tidak dikelola dengan standar yang jelas dan pengawasan yang ketat, maka yang dipertaruhkan bukan hanya efektivitas layanan, tetapi juga keselamatan masyarakat secara luas.
Sebaliknya, penguatan sistem pelayanan yang berbasis kolaborasi dan akuntabilitas menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Di tengah dinamika arus mudik yang terus berkembang, peninjauan langsung oleh pimpinan daerah menjadi bentuk kontrol administratif sekaligus evaluasi lapangan yang tidak tergantikan oleh laporan formal semata.
Sebagai bentuk apresiasi, Sekda juga menyerahkan bingkisan kepada para petugas yang berjaga di posko, sebagai penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa mudik.


















