Direktur Utama PT Pertamina Meminta Maaf dan Siap Dukung Penyelidikan Kasus Korupsi

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam Rapat Dengar Pendapar (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2024).

aspirasimediatarakyat.com – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait kasus korupsi dalam tata kelola minyak Pertamina. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin (3/3/2025).

Simon Aloysius menegaskan komitmennya untuk mendukung Kejaksaan Agung dalam mengusut kasus dugaan korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Kekayaan Simon Aloysius Mantiri

Hingga kini, detail kekayaan Simon Aloysius belum diketahui karena Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) belum tersedia di laman resmi e-LHKPN KPK. Namun, perkiraan harta kekayaannya bisa didasarkan pada gaji yang diterima selama menjabat sebagai Dirut PT Pertamina.

Menurut laporan keuangan Pertamina tahun 2022, Direktur Utama Pertamina diperkirakan menerima pendapatan sekitar Rp 36,9 miliar per tahun, termasuk gaji dan bonus. Artinya, Simon Aloysius Mantiri kemungkinan mendapatkan sekitar Rp 3 miliar per bulan berupa gaji, tunjangan, dan tantiem.

Sebelum ditunjuk sebagai Dirut Pertamina, Simon menjabat sebagai Komisaris Utama dan Independen Pertamina sejak 10 Juni 2024. Sebelumnya, ia terlibat dalam berbagai bisnis tambang, dengan sebagian besar kekayaannya diperoleh dari penghasilan saat menjabat sebagai Personal Assistant CEO hingga Direktur di PT Nusantara Energi.

Simon juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Agro Industri Nasional (Agrinas), perusahaan yang menjalankan proyek Food Estate di Kalimantan Tengah.

Sebagai perbandingan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina mengaku menerima gaji Rp 170 juta per bulan, yang kemungkinan besar merupakan 45 persen dari gaji Direktur Utama Pertamina sesuai Peraturan Menteri BUMN PER-04/MBU/2014. Selain gaji pokok, para direksi dan komisaris juga menerima bonus tantiem atau insentif kerja.

Baca Juga :  "Garuda Indonesia Siapkan Strategi Jangka Panjang Lewat Rencana Akuisisi 50 Boeing"

Profil Singkat Simon Aloysius Mantiri

Simon Aloysius Mantiri lahir di Kamasi, Tomohon, Sulawesi Utara. Ia menjabat sebagai anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra sebelum ditunjuk sebagai Dirut Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero) SK-259/MBU/11/2024 pada 4 November 2024.

Setelah lulus SMA, Simon melanjutkan studi di jurusan Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada 2003. Ia kemudian bekerja sebagai engineer di dunia upstream oil and gas pada blok South East Sumatera di China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).

Simon juga menyelesaikan pendidikan profesi keinsinyuran dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA). Selain itu, ia mengikuti pendidikan short course executive education di Tsinghua University, China.

Dengan permohonan maaf yang disampaikan dan dukungan penuh terhadap penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung, diharapkan Pertamina dapat memperbaiki tata kelola dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *