Aspirasimediarakyat.com – Upaya meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja di bidang konstruksi terus dilakukan. Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi (TKK) kualifikasi operator yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 15 Mei 2025, di kantor Dinas PUPR Kota Palembang ini bertujuan untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, bersertifikat, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan industri konstruksi yang semakin berkembang.
Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi
Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ir. H. Ahmad Bastari Yusak, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tenaga kerja konstruksi memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri.
“Tenaga kerja konstruksi yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa mereka memiliki keterampilan yang diakui secara resmi. Ini akan sangat bermanfaat bagi mereka saat terjun di lapangan,” ujar Bastari dalam wawancara di ruang kerjanya, Kamis (15/5/2025).
Ia menambahkan bahwa peserta yang telah bersertifikasi akan memiliki akses lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dengan standar upah yang sesuai dengan regulasi pemerintah.
“Selain sertifikasi, peserta juga diberikan jaminan kesehatan dan perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya,” jelasnya.
Target Sertifikasi: 300 Peserta di Tahun 2025
Pelatihan ini adalah tahap awal dari target sertifikasi yang lebih besar. Tahun ini, PUPR Kota Palembang menargetkan sertifikasi bagi 300 peserta, yang terbagi dalam beberapa batch. Tahap pertama: 100 peserta yang telah mengikuti pelatihan kali ini. Tahap berikutnya: Sisanya akan dilaksanakan pada Juni 2025, meskipun terdapat tantangan efisiensi anggaran.
“Pelatihan ini tetap kami laksanakan sesuai jadwal, meski ada beberapa kendala anggaran. Ini bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja konstruksi,” tambah Bastari.
Ragam Peserta dan Kerjasama dengan Industri
Dari 100 peserta yang mengikuti pelatihan, mereka berasal dari berbagai latar belakang, antara lain: 20 orang dari pekerja PCSP perintis KIAT, 10 orang dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), 70 orang dari masyarakat umum.
Pelatihan ini juga didukung oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Kota Palembang, yang ikut serta dalam program pelatihan bagi 127 siswa SMK menjelang kelulusan mereka.
“Kami ingin membangun tenaga kerja konstruksi sejak dini, sehingga mereka lebih siap masuk ke dunia industri setelah lulus nanti,” urai Bastari.
Sumber Dana dan Dukungan Perusahaan
Mengenai anggaran, pelatihan ini didukung dari berbagai sumber untuk memastikan kelangsungannya. Diantaranya, Dana utama: berasal dari APBD Kota Palembang tahun anggaran 2025, yang dialokasikan melalui DPA Dinas PUPR Kota Palembang. Dana pihak Kedua, Dukungan dari dunia industri:
- PT Semen Indonesia Group (SIG)
- PT ICI Paint Dulux Indonesia Cabang Palembang
- PT Sarana Cahaya Makmur (Sunplus Indonesia Cabang Palembang)
- PT Wings dan Mie Sedap Cabang Palembang
Sinergi antara pemerintah dan dunia industri menjadi kunci keberhasilan program ini, karena pihak swasta turut berperan dalam menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi.
Dampak dan Prospek Masa Depan
Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan tenaga kerja tetapi juga berpotensi mengurangi tingkat pengangguran dengan membuka peluang kerja lebih luas bagi tenaga ahli yang bersertifikat.
Menurut pengamat industri konstruksi, Dr. Indra Kurniawan, sertifikasi tenaga kerja merupakan langkah penting dalam meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi proyek konstruksi di Indonesia.
“Dengan tenaga kerja yang tersertifikasi, proyek pembangunan akan lebih aman, minim risiko, dan lebih efisien. Selain itu, pekerja yang bersertifikat memiliki nilai lebih dalam persaingan tenaga kerja di sektor konstruksi,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar regenerasi tenaga kerja profesional tetap terjaga.
Pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang diselenggarakan PUPR Kota Palembang merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas SDM di sektor konstruksi. Dengan sertifikasi, jaminan perlindungan hukum, serta dukungan dunia industri, tenaga kerja Indonesia diharapkan semakin kompetitif dan siap bersaing di pasar kerja global.



















