Daerah  

Pemerintah Kota Palembang Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Atasi Kemacetan

Fly over simpang Polda Jl. Jend Sudirman Palembang. Pemkot Palembang terapkan sistem Ganjil Genap untuk atasi kemacetan, lima jenis kendaraan dibebaskan, Kamis, 13 Maret 2025.

aspirasimediarakyat.com – Pemerintah kota Palembang segera memberlakukan sistem Ganjil Genap untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Keputusan ini diumumkan dalam rapat forum Lalin yang digelar pada Kamis, 13 Maret 2025. Lima jenis kendaraan akan dibebaskan dari aturan ini, yaitu kendaraan dinas dan pejabat negara (ASN, TNI, Polri, BUMN, dan Anggota DPRD), mobil ambulans, mobil pemadam kebakaran, angkutan umum, dan bus sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto, menjelaskan bahwa permasalahan kemacetan di kota Palembang telah dibahas bersama dalam forum Lalin. “Ada enam pokok yang dibahas dalam rapat forum Lalin ini, salah satunya adalah kemacetan di arah bandara hotel Santika Premiere yang nanti akan dicek bersama oleh tim,” katanya.

Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah kota Palembang akan menerapkan sistem Ganjil Genap dan One Way serta menata pasar yang menyebabkan kemacetan seperti pasar Lemabang. “Mulai titik sistem satu arah (One Way) dan penataan pasar Lemabang sudah ada titik simbolnya, dan masalah Car Free Day akan dibahas lebih rinci dalam tim forum ini dan akan kita cek pelaksanaannya di lapangan,” ucapnya.

Penerapan sistem Ganjil Genap akan dibahas kembali dengan pihak terkait. Rencananya, sistem ini akan diterapkan di ruas jalan Jendral Sudirman dari simpang Polda sampai RS Charitas pada jam sibuk, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 hingga pukul 18.00 WIB. “Untuk Ganjil Genap sudah kita rapatkan secara detail dan akan kita sampaikan ke BPTD serta mengundang kembali pihak terkait untuk pelaksanaan mulai dari Simpang Polda hingga Simpang Charitas,” jelas Agus.

Sistem Ganjil Genap ini tidak berlaku untuk kendaraan dengan plat merah, namun kendaraan dinas yang menggunakan plat hitam tetap akan dikenakan aturan ini. “Tidak ada lagi plat merah dihitamkan,” sambung Kadishub.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Yenny Diarty, mengaku pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah kota Palembang untuk mengatasi kemacetan. “Pada prinsipnya, kami dari satlantas Polrestabes Palembang mendukung kebijakan dari bapak Walikota. Kami akan melakukan koordinasi dan survei bersama-sama serta komitmen dari seluruh stakeholder dan masyarakat kota Palembang,” ujarnya.

Rapat forum Lalin dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang selaku Perencanaan Ahli Utama, Harrey Hadi. Rapat berlangsung di kantor Bappeda Litbang dan membahas berbagai strategi untuk mengurangi kemacetan di kota Palembang.

Baca Juga :  "Sumur Bor Hanya Hidup Dua Hari, Lalu Mati, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Air Bersih"
Rapat forum lalin yang di gelar pemerintah kota Palembang, Kamis (13/03/2025) pagi.

Dalam rapat tersebut, Agus Supriyanto juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung penerapan sistem Ganjil Genap. “Kami mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat kota Palembang untuk mendukung penerapan sistem ini demi kelancaran lalu lintas di kota kita,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah kota Palembang juga akan meningkatkan sosialisasi mengenai sistem Ganjil Genap dan One Way kepada masyarakat agar mereka dapat memahami dan mematuhi aturan tersebut. “Sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial, radio, dan televisi lokal,” kata Agus.

Pelaksanaan sistem Ganjil Genap dan One Way ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kota Palembang, terutama pada jam-jam sibuk. Dengan adanya penataan pasar dan penerapan sistem lalu lintas yang lebih efisien, diharapkan kota Palembang dapat menjadi lebih nyaman untuk beraktivitas.

Penerapan sistem Ganjil Genap ini bukan hanya untuk mengatasi kemacetan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas udara di kota Palembang. “Dengan mengurangi jumlah kendaraan yang beroperasi pada jam-jam tertentu, diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang dan polusi udara di kota kita,” ujar Agus.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas. “Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain untuk menerapkan sistem serupa demi kenyamanan dan keselamatan warganya,” tutup Agus.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah kota, kepolisian, dan masyarakat, diharapkan penerapan sistem Ganjil Genap dan One Way dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Semoga Palembang dapat menjadi kota yang lebih tertib dan nyaman untuk ditinggali.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *