Daerah  

Operasi Pengamanan BBM Ilegal di Pemulutan oleh Tim Gabungan Polda Sumsel Gagal

Upaya petugas gabungan Polda Sumsel untuk mengamankan ribuan liter BBM ilegal di gudang penampungan di Jl Ibul Besar, Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, gagal.

aspirasimediarakyat.com – Upaya petugas gabungan dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Polres Ogan Ilir (OI), dan Intelmob Satbrimobda Polda Sumsel untuk mengamankan ribuan liter BBM ilegal di gudang penampungan di Jl Ibul Besar, Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, berakhir gagal.

Barang bukti yang ditemukan di gudang milik seseorang berinisial F ini termasuk 45 buah baby tank berisi sekitar 23.000 liter minyak olahan, puluhan drum kosong dan berisi, mesin pompa, alat ukur, pewarna minyak, buku nota, dan selang. Namun, saat petugas hendak membawa barang bukti tersebut, mereka dihalangi sejumlah orang berpakaian preman yang diduga oknum aparat.

Akhirnya, petugas gabungan terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah menghadapi upaya penghalangan tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti hal ini. Polda Sumsel akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan pelaku dan oknum yang terlibat dalam aktivitas ilegal ini,” tegas Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Wiwin Junianto SIK, Sabtu (8/3/2025).

Wiwin juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas ilegal serupa di wilayah mereka. “Polda Sumsel tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan ilegal yang merugikan negara dan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, petugas gabungan menemukan dua lokasi pertama dalam keadaan kosong. Namun, di lokasi ketiga yang diduga milik seseorang berinisial F, tim berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas ilegal.

Dari informasi yang dihimpun, oknum-oknum tersebut diduga menghalangi proses penindakan dan mengklaim bahwa penindakan hanya dapat dilakukan dengan izin dari mereka. Tim gabungan sangat menyayangkan adanya upaya penghalangan dari oknum-oknum tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Bagus Suropratomo SIK, membenarkan operasi penertiban gudang penyimpanan BBM ilegal yang gagal tersebut. “Masih dilakukan penyelidikan lanjutan,” tulis Bagus melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Sabtu (8/3/2025).

Kasus ini bermula dari informasi warga setempat yang melaporkan adanya aktivitas penampungan dan distribusi BBM ilegal di Desa Pegayut. Petugas gabungan segera melakukan operasi untuk mengamankan barang bukti dan mengungkap jaringan pelaku.

Temuan di Lokasi

Pada lokasi ketiga, petugas menemukan 45 baby tank berisi sekitar 23.000 liter minyak olahan, puluhan drum, mesin pompa, alat ukur, pewarna minyak, buku nota, dan selang. Temuan ini menunjukkan aktivitas ilegal besar.

Pada lokasi ketiga, petugas menemukan 45 baby tank berisi sekitar 23.000 liter minyak olahan, puluhan drum kosong dan berisi, mesin pompa, alat ukur, pewarna minyak, buku nota, dan selang. Temuan ini mengindikasikan adanya aktivitas ilegal yang cukup besar.

Baca Juga :  "Silaturahmi IKLS Jadi Cermin Kekuatan Sosial dan Arah Pembangunan Berbasis Komunitas"

Proses penindakan dihalangi oleh sejumlah orang berpakaian preman yang diduga oknum aparat. Mereka mengklaim bahwa penindakan hanya dapat dilakukan dengan izin dari mereka, sehingga petugas gabungan terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Polda Sumsel akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti kasus ini dan mengungkap jaringan pelaku serta oknum yang terlibat. Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel menegaskan bahwa mereka akan terus mengembangkan kasus ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku.

Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum dapat segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku. Mereka juga menginginkan agar aktivitas ilegal serupa dapat dihentikan untuk melindungi kepentingan negara dan masyarakat.

Polda Sumsel berkomitmen untuk tidak mentolerir segala bentuk kegiatan ilegal, terutama yang merugikan negara dan masyarakat. Mereka juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam melaporkan aktivitas ilegal di wilayah mereka.

Operasi pengamanan BBM ilegal di Pemulutan oleh tim gabungan Polda Sumsel gagal akibat upaya penghalangan dari oknum-oknum yang diduga aparat. Diharapkan kasus ini dapat segera diselesaikan dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Dengan adanya perhatian dari aparat penegak hukum dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan aktivitas ilegal seperti penampungan dan distribusi BBM ilegal dapat segera dihentikan. Semoga langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat.


Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *