Daerah  

Insiden Tragis di Desa Tanjung Baru: Pagar Beton Proyek Saluran Air Ambruk, Dua Orang Meninggal Dunia

Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU diguncang insiden tragis pada Jumat (24/1/2025) ketika pagar beton dari proyek saluran air tiba-tiba ambruk. Insiden ini mengakibatkan Dua Pekerja Tewas dan Satu Terluka Serius.

aspirasimediarakyat.com – Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU diguncang insiden tragis pada Jumat (24/1/2025) ketika pagar beton dari proyek saluran air tiba-tiba ambruk. Kejadian ini mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka serius.

Insiden terjadi sekitar pukul 10.15 WIB di lokasi proyek saluran air yang berada di Jalan Garuda Lintas Sumatera Lorong Serasa, tidak jauh dari Pondok Pesantren Assifa. Para pekerja yang sedang bekerja di lokasi tersebut terjebak di bawah puing pagar beton yang ambruk.

Dugaan Penyebab dan Kecurigaan

Warga setempat mengungkapkan bahwa pagar beton tersebut tampaknya menggunakan material yang tidak memenuhi standar keamanan. “Mereka memakai bahan bekas dan sudah tampak rapuh dari awal,” ungkap seorang warga yang enggan menyebutkan namanya. Selain itu, tidak ada papan plang nama proyek di lokasi tersebut, sehingga menimbulkan ketidakjelasan mengenai siapa pihak pelaksana dan pengawas proyek ini.

Diketahui bahwa proyek pembangunan drainase ini memiliki panjang 80 meter dan sudah dikerjakan sekitar 5-6 hari. “Bangunan ini memang dikerjakan terkesan asal-asalan, besinya saja hanya ditancapkan ke tanah padahal tanahnya labil karena air masih mengalir di dalam siring,” kata Rolan, warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Proses evakuasi korban mengalami kesulitan dan memakan waktu sekitar satu jam lebih. Tim gabungan dari Kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, serta warga setempat, bahu-membahu menyingkirkan puing-puing beton untuk menyelamatkan korban. Akhirnya, tiga korban berhasil dievakuasi, namun dua di antaranya meninggal dunia akibat luka serius, sementara satu korban lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

Terpisah, Sekretaris Dinas PUPR OKU Dorojatun menegaskan bahwa proyek tersebut bukan proyek Dinas PUPR. “Itu bukan proyek di Dinas PUPR kami sudah melakukan pengecekan di lapangan,” terang Dorojatun. Sementara itu, Sekretaris PU Pekrim, Mujaim Ariansyah, mengaku belum mendapatkan informasi terkait kejadian ini. “Sedang di luar kota, coba saya tanya ke Plt Kadin PU Perkim dulu,” kata Mujaim.

Baca Juga :  Polda Sumsel Luncurkan Gugus Tugas Polri dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Warga desa Tanjung Baru menyatakan kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek tersebut. “Kami tidak tahu siapa yang mengerjakannya. Tidak ada informasi yang jelas,” ujar Ridwan, salah satu warga setempat. Mereka mendesak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab runtuhnya pagar beton dan memastikan pihak kontraktor yang bertanggung jawab.

Warga dan tokoh masyarakat OKU juga meminta kepada pemerintah daerah OKU untuk memberikan santunan kepada keluarga korban. “Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah OKU, termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban,” ujar beberapa warga dan tokoh masyarakat OKU.

Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak pemborong dan pengawas proyek untuk selalu memprioritaskan keselamatan pekerja dan transparansi dalam setiap proyek. Transparansi dan penggunaan bahan yang berkualitas harus menjadi standar utama dalam setiap proyek konstruksi.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *