
Aspirasimediarakyat.com, Pangkalan Balai — Di tengah tuntutan pembangunan daerah yang semakin kompleks dan kebutuhan pelayanan publik yang kian menuntut presisi, Pemerintah Kabupaten Banyuasin memilih membuka pintu kolaborasi dengan dunia akademik, menegaskan bahwa pembangunan modern tak lagi cukup ditopang birokrasi semata, melainkan membutuhkan perjumpaan gagasan, riset, dan inovasi agar kebijakan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjelma menjadi solusi nyata yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas.
Langkah itu tercermin dari audiensi antara Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran akademisi Universitas Katolik Musi Charitas yang berlangsung di Ruang Kerja Sekda Banyuasin, Rabu (20/05/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial antar lembaga, melainkan forum strategis untuk merancang bentuk sinergi konkret antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan Banyuasin yang semakin dinamis.
Dalam pembahasan itu, fokus utama diarahkan pada penyelarasan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—dengan kebutuhan riil pembangunan daerah yang terus berkembang.
Banyuasin, sebagai salah satu daerah dengan potensi ekonomi besar di Sumatera Selatan, memang menghadapi dua sisi mata uang: peluang pertumbuhan yang luas, sekaligus tantangan tata kelola yang tidak sederhana.
Potensi sektor industri kecil dan menengah, penguatan kawasan ekonomi, pengembangan wilayah permukiman, hingga kebutuhan digitalisasi layanan publik menjadi ruang kerja besar yang membutuhkan dukungan pengetahuan berbasis riset.
Dalam audiensi tersebut, Universitas Katolik Musi Charitas memaparkan sejumlah potensi kerja sama yang dinilai relevan dengan kebutuhan Banyuasin saat ini.
Bidang penataan kawasan dan lingkungan menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam konteks pembangunan yang harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologis.
Selain itu, pengelolaan sampah dan limbah berbasis teknologi juga masuk dalam agenda pembahasan, mengingat isu lingkungan kini telah menjadi indikator penting dalam kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
“Tak kalah penting, pengembangan aplikasi digital dan inovasi sistem informasi menjadi perhatian, sejalan dengan tuntutan transformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.”
Dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal juga menjadi salah satu titik tekan, sebab pembangunan daerah tidak cukup hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga kapasitas manusianya.
Menanggapi hal itu, Sekda Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut terbuka inisiatif kolaborasi tersebut sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis pengetahuan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh rencana kolaborasi dengan Universitas Katolik Musi Charitas. Kabupaten Banyuasin memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari ribuan sektor IKM hingga industri besar,” ujar Erwin.
Namun, menurutnya, potensi besar tidak akan bergerak optimal bila tidak dibantu oleh instrumen riset, inovasi, dan teknologi yang mampu membaca tantangan secara presisi dan menawarkan solusi yang terukur.
“Untuk mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus menyelesaikan tantangan daerah yang ada, kita memerlukan dukungan riset dan teknologi dari perguruan tinggi. Sinergi dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Pernyataan itu menunjukkan perubahan paradigma pembangunan: dari pendekatan administratif menuju pendekatan kolaboratif yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Banyuasin bersama Universitas Katolik Musi Charitas sepakat menyusun pemetaan indikator makro dan mikro agar seluruh rencana kerja sama tidak berhenti sebagai nota kesepahaman, tetapi segera diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.
Pendekatan berbasis indikator tersebut penting agar setiap program dapat diukur efektivitasnya, dievaluasi dampaknya, dan dipastikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Banyuasin.
Turut hadir dalam audiensi itu Kabag Kesra Setda Banyuasin Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si., Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Adi Candra, S.Pd., M.Si., serta Plt. Sekretaris Dinas Kominfo SP Banyuasin Gusti Bakarudin, S.Kom., yang memperlihatkan bahwa agenda ini memang diposisikan sebagai kerja lintas sektor.
Di tengah tantangan pembangunan yang tidak lagi bisa dijawab dengan pola kerja sektoral dan ego kelembagaan, langkah Banyuasin menggandeng perguruan tinggi menjadi pesan penting bahwa masa depan daerah tidak dibangun oleh birokrasi yang bekerja sendirian, melainkan oleh keberanian menyatukan ilmu, kebijakan, dan kepentingan rakyat dalam satu tujuan besar: memastikan pembangunan benar-benar tumbuh dari kebutuhan masyarakat, dikerjakan dengan akal sehat, dan diwariskan sebagai manfaat nyata bagi generasi berikutnya.
Editor: Kalturo




















