“Tyson Fury bertekad untuk tampil lebih dominan dalam pertarungan ulang melawan Oleksandr Usyk pada 21 Desember mendatang. Juara tinju kelas berat ini telah memutuskan untuk mencabut pembatasan sparring yang sebelumnya diberlakukan”.
Gareth A Davies, koresponden tinju The Telegraph, mengungkapkan bahwa keputusan Fury ini akan membawa perubahan signifikan dalam gaya bertarungnya. “Dia tidak melakukan sparring kepala untuk pertarungan pertama dan itu akan menjadi perbedaan besar dan penyesuaian besar untuk yang ini,” ujar Davies.
Dengan kembali melakukan sparring penuh, Fury diharapkan dapat meningkatkan kecepatan, kekuatan, dan daya tahannya. Perubahan strategi ini juga mengindikasikan bahwa Fury ingin memberikan perlawanan yang lebih sengit kepada Usyk.
Fury Lepas Rantai, Siap Hancurkan Usyk di Ring Tinju
“The Gypsy King” siap mengumbar keganasannya di atas ring. Tyson Fury telah memutuskan untuk melepaskan segala batasan dalam persiapannya menghadapi Oleksandr Usyk pada 21 Desember mendatang.
Menurut Gareth A Davies, koresponden tinju The Telegraph, Fury akan melakukan sparring penuh tanpa adanya batasan. “Dia (Tyson Fury) tidak melakukan sparring kepala untuk pertarungan pertama dan itu akan menjadi perbedaan besar dan penyesuaian besar untuk yang ini,” tegas Davies.
Dengan keputusan ini, Fury seolah ingin membuktikan bahwa kekalahan pada pertarungan pertama hanyalah sebuah kecelakaan. Ia siap memberikan kejutan kepada Usyk dan para penggemar tinju dunia.
Analisis: Mengapa Fury Cabut Pembatasan Sparring?
Keputusan Tyson Fury untuk mencabut pembatasan sparring menjelang rematch melawan Oleksandr Usyk memunculkan sejumlah pertanyaan. Salah satu analis tinju, Gareth A Davies, memberikan pandangannya mengenai hal ini.
Menurut Davies, keputusan Fury tersebut didorong oleh keinginan untuk memperbaiki kesalahan pada pertarungan pertama. “Dia tidak melakukan sparring kepala untuk pertarungan pertama dan itu akan menjadi perbedaan besar dan penyesuaian besar untuk yang ini,” jelas Davies.
Dengan melakukan sparring penuh, Fury diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi serangan keras Usyk. Selain itu, perubahan strategi ini juga bisa menjadi upaya Fury untuk menciptakan tekanan psikologis terhadap lawannya.



















