Pertamina Perkuat Bisnis Rendah Karbon untuk Dukung Transisi Energi Nasional

Pertamina di COP 29

asprasimediarakyat.com – PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung transisi energi yang diusung oleh pemerintah Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan memperkuat bisnis Pertamina dengan mengedepankan inovasi dan teknologi terkini. Dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060, Pertamina berfokus pada pengembangan energi bersih dan rendah emisi.

Dukungan Pemerintah dalam Transisi Energi

Utusan Khusus Indonesia untuk COP29, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mencapai target transisi energi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi perubahan iklim. “Kita di sini dengan satu tujuan, yaitu menyelamatkan planet ini untuk generasi mendatang. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia berkomitmen penuh mempercepat transisi energi nasional, bukan hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Hashim dalam keterangan tertulis, Rabu (27/11).

Komitmen Pertamina dalam Dekarbonisasi

CEO Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), John Anis, dalam paparan di CEO Climate Talks pada gelaran hari pertama COP29, menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung dekarbonisasi di Indonesia. Pertamina telah menetapkan inisiatif pengembangan energi bersih, termasuk biofuel, energi geotermal, dan teknologi rendah karbon seperti Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

“Pertamina memiliki mandat besar dari pemerintah untuk menjadi motor penggerak bisnis rendah karbon serta dekarbonisasi di Indonesia. Ini bukan tugas yang mudah, tetapi kami telah memulai langkah-langkah konkret untuk mengembangkan investasi di bisnis rendah karbon yang rendah emisi dan memperkuat bisnis legacy agar bumi lebih bersih,” kata John.

Pengurangan Emisi dan Pengembangan Energi Terbarukan

Sejak 2010, Pertamina telah berhasil mengurangi emisi hingga 8,5 juta ton CO2 dari emisi Scope 1 & 2. Pertamina berencana untuk terus meningkatkan angka tersebut melalui kolaborasi dan inovasi teknologi. Selain itu, Pertamina juga mengembangkan portofolio energi terbarukan, termasuk bioetanol dan pengembangan baterai untuk kendaraan listrik serta ekosistem pengisian daya untuk kendaraan motor roda dua.

“Kami juga memiliki potensi besar di sektor geothermal, dengan kapasitas terpasang saat ini mencapai 672 MW, dan anak usaha kami PGE terus mendorong peningkatan kapasitas terpasang hingga 1,4 GW di 2029. Kami percaya bahwa energi geothermal akan menjadi pilar penting dalam transisi energi,” tambah John Anis.

Baca Juga :  "Makan Telur Setiap Hari? Ini Fakta Kolesterol yang Perlu Diketahui"

Inovasi Teknologi di Sektor Hidrogen

Di sektor hidrogen, Pertamina tengah berupaya menurunkan biaya produksi melalui inovasi teknologi, termasuk optimalisasi penggunaan listrik dalam proses elektrolisis. Diharapkan, teknologi ini dapat menurunkan biaya produksi hidrogen hingga 30 persen. “Semoga teknologi ini dapat terealisasi tahun depan dan memungkinkan kami memproduksi hidrogen hijau dengan biaya yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Dukungan Pembiayaan dan Kolaborasi

John Anis juga menegaskan bahwa kebutuhan investasi untuk mencapai target transisi energi memerlukan dukungan akses pembiayaan yang inklusif dan dukungan dari semua pihak. “Untuk mewujudkan transisi ini, kita tidak mungkin sendirian, kolaborasi merupakan faktor penting, lalu kita memerlukan dukungan dari pemerintah, termasuk insentif yang dapat mendorong investasi di bidang energi terbarukan dan rendah karbon,” tutup John Anis.

Komitmen terhadap SDGs dan ESG

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. Dengan langkah-langkah konkret ini, Pertamina berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.


 

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *