Aspirasimediarakyat.com – Pasar otomotif Jepang kembali menunjukkan daya serap luar biasa terhadap kendaraan kompak, terutama untuk segmen kei car yang selama ini menjadi andalan transportasi harian masyarakat urban. Kali ini, sorotan tertuju pada model terbaru Daihatsu Move yang resmi meluncur pada 5 Juni 2025 dan dalam tempo satu bulan langsung mencetak pemesanan fantastis—mencapai angka 30.000 unit.
Angka tersebut bukan hanya memecahkan ekspektasi, namun juga jauh melampaui target awal yang ditetapkan Daihatsu, yakni sekitar 6.000 unit per bulan. Lompatan ini menjadikan Daihatsu Move sebagai salah satu mobil terlaris di Jepang untuk kelas kei car, dan menandai sukses besar di tengah ketatnya persaingan pasar kendaraan mini.
Kei car, sebagai segmen kendaraan mungil yang dirancang dengan dimensi kompak dan mesin kecil sesuai regulasi Jepang, telah lama menjadi favorit warga negeri Matahari Terbit. Selain efisien dan ramah lingkungan, kendaraan jenis ini juga mendapat banyak insentif pajak dan kemudahan parkir di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Move hadir sebagai jawaban terhadap kebutuhan tersebut, dengan penyegaran desain dan peningkatan fitur kenyamanan.
Model terbaru Move tampil berbeda dari generasi sebelumnya. Pintu belakang yang sebelumnya menggunakan bukaan konvensional kini mengadopsi sistem pintu geser—fitur yang selama ini lebih identik dengan MPV. Langkah ini dinilai cerdas, karena membuat akses keluar-masuk penumpang, terutama anak-anak dan lansia, menjadi jauh lebih mudah, terutama di area parkir sempit.
Dibanderol mulai dari 1.358.500 yen atau sekitar Rp150,6 juta (berdasarkan kurs Rp110,9 per yen), Move tetap berada di kisaran harga yang kompetitif di pasar domestik Jepang. Pilihan harga ini menjadikannya terjangkau bagi keluarga muda dan pengguna baru kendaraan roda empat yang mencari efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan.
Daihatsu juga merilis data menarik terkait pilihan warna favorit dari konsumen. Tiga warna yang paling diminati adalah Shining White Pearl, Black Mica Metallic, dan Chrome Gray Metallic. Pilihan warna ini mencerminkan selera pasar Jepang yang cenderung memilih warna netral namun elegan.
Sementara itu, varian paling banyak dipesan adalah Daihatsu Move RS. Dengan banderol mulai dari 1.897.500 yen atau sekitar Rp210,4 juta, varian ini dibekali mesin tiga silinder turbo KF series berkapasitas 658 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga 63 daya kuda dan torsi maksimum 100 Nm. Tenaga disalurkan ke roda depan atau ke semua roda melalui transmisi D-CVT yang dikenal halus dan efisien.
Varian G yang lebih terjangkau juga tak kalah menarik perhatian. Dengan harga mulai dari 1.716.000 yen atau sekitar Rp190,3 juta, varian ini menggunakan mesin KF naturally aspirated (tanpa turbo) dengan output tenaga sebesar 51 dk dan torsi 60 Nm. Transmisi CVT tetap menjadi andalan, memastikan perpindahan gigi yang mulus dan efisiensi bahan bakar yang optimal.
Meskipun berbeda performa, kedua varian tetap memenuhi standar kei car yang berlaku di Jepang, yaitu batasan mesin maksimal 660 cc dan dimensi kendaraan yang sangat kompak. Hal ini sejalan dengan regulasi otoritas transportasi Jepang yang bertujuan menekan emisi dan mengatur padatnya lalu lintas kota besar.
Fenomena larisnya Daihatsu Move tak bisa dilepaskan dari reputasi brand yang sudah mengakar dalam pasar otomotif Jepang. Daihatsu dikenal sebagai produsen yang konsisten menghadirkan mobil berkualitas dengan harga bersaing. Keberhasilan Move kali ini juga menunjukkan bahwa pasar domestik Jepang masih sangat responsif terhadap inovasi desain dan peningkatan fungsionalitas, meski secara tampilan tetap sederhana.
Jika melihat tren saat ini, langkah Daihatsu juga dapat menjadi contoh bagi produsen lain di Asia, termasuk Indonesia, di mana segmen kendaraan kecil makin dilirik sebagai solusi mobilitas urban yang praktis dan hemat bahan bakar. Namun, belum ada kepastian apakah Move terbaru ini akan dijual secara resmi di luar Jepang dalam waktu dekat.
Dalam perspektif industri otomotif, Move mencerminkan transisi yang halus antara mobilitas tradisional dan tuntutan zaman modern. Dengan tetap mempertahankan ukuran mungil khas kei car, namun menyematkan fitur-fitur kenyamanan yang selama ini hanya ada di kelas di atasnya, Daihatsu berhasil menciptakan perpaduan yang pas antara bentuk dan fungsi.
Keberhasilan penjualan dalam satu bulan pertama tentu menjadi sinyal positif bagi perusahaan. Ini juga menunjukkan bahwa investasi pada pengembangan desain, fitur ergonomis, dan sistem transmisi yang adaptif masih menjadi kunci penting dalam memenangkan pasar mobil kecil yang sangat kompetitif.
Dengan lonjakan pemesanan yang drastis, pabrikan asal Jepang ini dihadapkan pada tantangan baru: menjaga konsistensi produksi, distribusi yang tepat waktu, serta menjamin kualitas dalam skala besar. Jika berhasil, Daihatsu Move tak hanya akan menjadi primadona baru di Jepang, tapi juga simbol efisiensi otomotif masa depan.
Di tengah geliat transformasi kendaraan menuju elektrifikasi dan digitalisasi, kisah sukses Daihatsu Move menunjukkan bahwa inovasi kecil yang tepat sasaran masih punya tempat yang kuat di hati konsumen.



















