“Drama Empat Gol di GBT, Persebaya Tahan Juara Bertahan”

Persebaya Surabaya bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung di Gelora Bung Tomo. Laga diwarnai penalti, gol dianulir, dan drama babak kedua. Hasil ini menjaga tensi persaingan papan atas tetap panas dan penuh sorotan.

Aspirasimediarakyat.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka 2-2 dengan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026) malam WIB, dalam laga yang bukan sekadar duel dua tim besar, melainkan pertarungan harga diri juara dan penantang, diwarnai drama penalti, gol yang dianulir, kartu kuning untuk pelatih, serta jual beli serangan yang membuat ribuan pasang mata di tribun dan jutaan suporter di layar kaca menahan napas hingga peluit panjang berbunyi.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya langsung menggebrak bahkan ketika laga belum genap satu menit. Riyan Ardiansyah lolos dari penjagaan bek Persib, tetapi peluang emas itu gagal dimaksimalkan setelah sepakannya dimentahkan Teja Paku Alam.

Persib mulai menebar ancaman pada menit ke-23. Umpan lambung Berguinho sukses dijangkau Saddil Ramdani di sisi kiri, namun tembakannya masih mampu ditepis Ernando Ari, menjaga keseimbangan skor tetap tanpa gol.

Persebaya hampir membuka keunggulan pada menit ke-27 lewat skema serangan balik cepat. Bola yang mengarah ke Francisco Rivera berhasil dipatahkan pemain belakang Persib sebelum berubah menjadi ancaman nyata.

Momentum krusial hadir ketika Federico Barba menyikut Bruno Moreira di dalam kotak penalti. Wasit Eko Saputra tanpa ragu menunjuk titik putih, keputusan yang langsung memicu reaksi keras dari kubu tamu.

Baca Juga :  "Real Madrid Tutup Pintu Upamecano, Gaji Fantastis Jadi Penghalang"

Baca Juga :  "Kevin Diks Bersinar, Gladbach Menggulung Heidenheim 3–0 dan Memperpanjang Tren Positif"

Baca Juga :  Profil Haryanto Adikoesoemo Pemilik PT AKR & Harta Kekayaan

Bruno Moreira sebagai kapten menuntaskan tugasnya dengan tenang. Gol penalti pada menit ke-44 membawa Persebaya unggul 1-0 atas juara bertahan dua musim terakhir, memanaskan atmosfer Gelora Bung Tomo.

Persib sempat menyamakan kedudukan melalui Kakang Rudianto yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Persebaya. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit menilai Ramon Tanque lebih dulu melakukan handsball dalam prosesnya.

Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan intensitas serangan. Baru lima menit berjalan, Luciano Guaycochea melepaskan sepakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau Ernando Ari, membuat skor berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut mengubah momentum. Persib mendominasi penguasaan bola dan terus menekan, termasuk lewat tendangan bebas Federico Barba pada menit ke-55 yang kembali digagalkan Ernando Ari.

Tekanan berbuah hasil ketika Andrew Jung menyontek bola rebound dari sepakan Berguinho. Persib berbalik unggul 2-1, memaksa tuan rumah bekerja ekstra keras mengejar ketertinggalan.

“Di tengah gemuruh stadion yang seakan bergetar oleh teriakan, pertandingan berubah menjadi adu determinasi tanpa jeda, ketika taktik, stamina, dan keberanian diuji dalam benturan keras dan keputusan-keputusan tipis yang memisahkan euforia dari kekecewaan, sementara wasit menjadi poros kontroversi yang setiap peluitnya seperti palu hakim di ruang sidang terbuka, disorot, dipertanyakan, namun tetap harus dihormati dalam kerangka regulasi permainan.”

Persebaya akhirnya menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat yang diawali aksi individu Toni Firmansyah. Ia mengirim umpan matang kepada Francisco Rivera yang melepaskan sepakan keras ke pojok gawang, menaklukkan Teja untuk kedua kalinya.

Setelah skor kembali imbang 2-2, Persib terus menekan. Pelatih Bojan Hodak memasukkan tambahan penyerang, termasuk Sergio Castel, yang sempat mengancam tetapi sepakannya membentur tiang gawang.

Tidak ada gol tambahan hingga laga usai. Skor 2-2 menutup pertandingan yang berlangsung intens dan sarat drama.

Baca Juga :  "Tajikistan Kandaskan Oman dengan Skor 2-1 di Piala Asia U-17 2025"

Baca Juga :  "Putri KW Menjadi Satu-Satunya Harapan: Dhinda Gugur, Indonesia Sisakan Satu Wakil di Tunggal Putri SEA Games"

Baca Juga :  "Australia Jaga Tren Kemenangan, Jepang Ditahan Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026"

Catatan akhir pertandingan mencantumkan gol Bruno Moreira (44’ penalti) untuk Persebaya, sementara Persib mencetak gol melalui Luciano Guaycochea (50’) dan Andrew Jung (75’). Kartu kuning diberikan kepada Bernardo Tavares pada menit 90+2’, serta Bojan Hodak (20’), Uiliam Barros (45+2’), Luciano Guaycochea (75’), dan Adam Alis (79’), tanpa kartu merah.

Susunan pemain Persebaya meliputi Ernando Ari di bawah mistar; Arief Catur, Risto Mitrevski, Leo Lelis; Bruno Moreira, Francisco Rivera, Jefferson Silva, Gali Freitas, Sadida Nugraha, Riyan Ardiansyah, dan Milos Raickovic, dengan sejumlah pergantian seperti Toni Firmansyah, Mikael Tata, Pedro Matos, dan Koko Ari. Di kubu Persib, Teja Paku Alam dikawal Eliano Reijnders, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Frans Putros, Saddil Ramdani, Luciano Guaycochea, Federico Barba, Uilliam Barros, Berguinho, dan Ramon Tanque, dengan rotasi termasuk Andrew Jung, Marc Klok, Thom Haye, dan Sergio Castel.

Pelatih Bernardo Tavares menyebut hasil ini sebagai cerminan kerja keras timnya. “Kami menunjukkan karakter untuk bangkit. Namun detail kecil masih harus dibenahi,” ujarnya dalam konferensi pers. Sementara Bojan Hodak menilai timnya kehilangan fokus sesaat setelah unggul. “Kami punya peluang menutup laga, tapi gagal memaksimalkan,” katanya.

Sepak bola seharusnya menjadi ruang sportivitas dan keadilan, bukan ladang kecurigaan yang menggerus kepercayaan publik terhadap integritas kompetisi. Transparansi dan konsistensi penegakan aturan adalah harga mati demi menjaga marwah liga dan menghormati hak suporter yang berhak menyaksikan pertandingan bersih.

Hasil imbang ini menjaga persaingan papan atas tetap panas, sekaligus mempertegas bahwa setiap poin adalah pertaruhan reputasi dan profesionalisme. Di atas rumput hijau yang basah oleh keringat dan harapan, pertandingan ini menyisakan pesan bahwa kompetisi bukan hanya soal gol, melainkan tentang integritas, disiplin taktik, serta komitmen untuk menghadirkan tontonan yang adil bagi publik demi menjaga sepak bola tetap bermartabat.

Banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *